Setelah kejadian kemarin hari ini sarada berusaha mati Matian untuk menghindari Boruto sebisa mungkin.
"Sarada!" Sapa chocho.
"Sarada-san lama tidak bertemu."
"Chocho dan ketua kelas ya lama tidak bertemu."
"Sarada-san apa terjadi sesuatu aku melihatmu seperti sedang sembunyi sembunyi sedari tadi?"
"Ah, tidak kok aku...." sarada kebinggungan mencari alasan, "....aku hanya sedang belajar bersembunyi saat menjalankan misi itu juga penting kan karena itu aku berlatih!" Tipu sarada.
Hah? Wajah sumire dan chocho keduanya menampakkan ekspresi kebinggungan denganjawaban sarada.
Sret
Chocho tiba tiba menarik sarada dan berbisik dengan nya.
"Nee sarada apa terjadi sesuatu dengan mu kemarin?" Pertanyaan chocho itu sontak membuat sarada memerah, "kamarin aku melihatmu pergi dengan Boruto aku juga melihatmu dengan Boruto sore harinya.
"Chocho apa yang kau katakan? Aku hanya jalan jalan saja dengannya tidak ada yang lain!" Bisik sarada.
"Ohh begitu ya." Ucap chocho yang kini sudah berdiri di samping sumire.
"Sarada-san apa bibirmu terkena sesuatu itu terlihat seperti luka?"
"Kau benar apa terjadi sesuatu. Aku malah baru menyadarnya."
"Umm... Saat mengerjakan mi misi aku tidak sengaja tersandung dan jatuh, karena itu tanpa sengaja wajahku terkena batu!" Ucap sarada gugup karena berbohong. Padahal hal itu karena Boruto.
"Benarkah apa itu perlu di periksa?bagaimana jika kau kesulitan makan." Kata chocho.
"Ti tidak kok chocho ketua kelas aku masih ada urusan ja jadi a aku pergi dulu aja nee~" ucap sarada menjauh dari chocho dan sumire.
Sarada kembali berjalan menikmati suasana desa tapi sialnya dia malah berpas-pasan dengan orang yang tidak ingin dia temui saat ini. Saat kedua mata berwarna biru safir dan hitam itu bertatapan. Sarada langsung membuang muka dan berlari menjauh tak tentu arah.
"Dia kenapa?" Tanya Boruto heran dengan tampang polosnya.
Sarada pergi menjauh dari Boruto dia memejamkan matanya wajahnya merona jantungnya berdegup tak beraturan.
"Kenapa ini kenapa aku jadi seperti ini kenapa saat berada dekat dengannya jantungku berdegup begitu kencang gawat jika terus seperti ini... tidak!!! tidak!!! untuk sementara aku akan menjauhinya dulu." Ucap sarada yang kini sedang berada di area taman senju.
Boruto yang ditinggal sarada sendiri memutuskan untuk pergi ke atas monumen hokage untuk menikmati suasana hari itu yang begitu indah namun tidak dengan suasana hati milik Boruto yang masih terpikirkan dengan kawaki.
Sret...
Tap. Tap. Tap.
Tiba tiba saja seorang perempuan datang dari belakang Boruto. Boruto langsung menoleh ke belakang kala merasakan ada seseorang yang datang.
"Mau apa kau kemari?" Tanya Boruto datar.
"Hei kenapa harus marah aku hanya ingin mengucapkan terimakasih untuk yang sebelumnya."
Tak ada jawaban sama sekali dari Boruto dia hanya diam dan terus melihat lurus ke depan tanpa melihat lawan bicaranya.
"Baiklah baiklah aku kemari hanya ingin memberitahu mu kalau Kawaki sudah mulai bergerak jadi bersiaplah." Ucap orang itu sambil berbalik meninggalkan Boruto.
"Eida!"
"Dasar kenapa pria tampan selalu saja bersikap dingin? Apa?" Ucap eida menghentikan langkahnya.
"Dimana Kawaki?"
"Aku tidak sebodoh itu memberitahu dimana dia berada."
"Kurasa bukan aku yang bodoh tapi kau karena kenapa mau maunya menjadi budak dari ambisi Kawaki. Cintamu itu sungguh konyol!" Ucap Boruto masih dengan nada yang datar dan santai. Eida membelak terkejut mendengar ucapan Boruto.
"Baiklah kalau cintaku itu konyol aku akan memberi taumu dimana Kawaki berada—" eida menjeda kalimatnya sebentar yang membuat Boruto menoleh ke hadapannya. "Aku akan memberi taumu dengan satu ciuman~"
"Tidak terimakasih pergilah aku akan mencarinya sendiri walau harus sampai ujung dunia!" Ucap Boruto yang kini menggunakan nada tegas.
"Yah andai saja usiamu dengan ku tidak berbeda jauh mungkin aku akan memilih mu."
Eida pergi meninggalkan Boruto sementara Boruto kembali mengalihkan pandangannya pada suatu tempat. Disana dia melihat gadis bersurai hitam panjang dengan baju berwarna merah sedang duduk sendirian di salah satu bangku taman senju.
"Dia bilang sedang ada urusan? Jadi apa urusannya?" Pandangan nya masih tertuju pada gadis itu senyuman tipis terukir di wajahnya dan menghilang seketika saat seorang pria mendekati gadis itu. "Dia itu kalau tidak salah." Boruto mencoba menerka siapa pria yang sedang berbincang dengan gadis itu saat ini.
Di tempat sarada
"Hallo sarada san."
"Oh Arata-san kenapa berada di sini apa kau belum kembali ke negara besi?"
"Masih belum aku masih ada urusan disini dan meungkin akan kembali beberapa hari lagi."
"Oh benarkah sayang sekali jika ada kesempatan padahal aku ingin mengajakmu berkeliling desa!" Ajak sarada.
"Ahaha mungkin aku ada waktu kosong satu hari sebelum kembali aku tidak masalah pergi dengan mu."
"Sungguh benarkah kalau begitu tidak masalah." Sarada kini sangat bersemangat sekali.
"Benarkah tidak masalah? Ma maksudku bagaimana dengan kekasihmu yang waktu itu?"
"Hah? Apa?" Sarada membelak terkejut mendengar pertanyaan Arata.
"Di dia bu bukan ke kasih ku." Jawab sarada patah patah yang malah ditertawakan oleh...
"Benarkah syukurlah kalau begitu." Ucapnya di akhir tawanya.
Setelah itu mereka berdua saling mengobrol ria dan diiringi candaan yang membuat mereka tambah terlihat akrab sementara Boruto masih mengamati keduanya di atas monumen hokage.
Beberapa waktu yang lalu saat Boruto dalam perjalanannya dia bertemu dengan eida yang sudah hampir tidak sadarkan diri di atas tumpukan salju tebal di suatu dimensi. Karena merasa kasihan Boruto membantu eida.
Eida mengatakan padanya bahwa dia melakukan semua ini demi Kawaki dia menyukai Kawaki tapi perkataan Boruto berhasil merubah pikiran eida dan membuat eida menjadi sekutu dari Boruto secara diam diam
Walau masih belum dipastikan 100% setidaknya Boruto dapat memegang ucapan nya.
Waktu sudah berubah menjadi malam sarada menuju jalan kembali ke manision uchiha. Saat dalam perjalanan tampak masih ada beberapa pedangang yang masih berlaku lalang dan penduduk desa Konoha.
"Apa ini hanya perasaanku saja tapi sepertinya ada yang mengikuti ku." Ucap sarada yang entah sudah beberapa kali menoleh ke belakang.
Saat kembali mau melangkahkan kakinya sarada kembali terhenti karena seseorang, "Sarada!"
"Bo Boruto," tak kalap wajah sarada langsung berubah merah apa lagi jarak wajah keduanya tmyang tidak sampai 10cm, "SHANAROOO!!!" Sarada mengeluarkan pukulan mautnya tapi beruntung Boruto berhasil menghindarinya. Saat Boruto menghindar dari pukulannya sarada langsung kembali berlari menuju manision nya.
"Hei itu bahaya! Bagaimana jika mengenaliku! Sarada!" Percuma sarada sudah menghilang lenyap dari pandangan Boruto, "dia kenapa sih seharian ini menghindari ku dan lagi malah menghabiskan waktu seharian dengan orang itu!" Kesal Boruto.
Sarada kini sudah sampai di depan gerbang manision nya dengan jantung yang berdegup sangat kencang, "tidak tidak boleh seperti ini ini sangat gila shanaroo!!"
Nontice!!!
Udah up nih makasih udah baca reders sekalian sekalian jangan lupa vote yha :) sekian aja dulu deh terumakachi (≧▽≦)
KAMU SEDANG MEMBACA
BoruSara after time skip
Romancemata hari terbenam terlihat di atas patung wajah hokage ketujuh berada tepat dimana dua orang yang baru saja bertemu setelah tiga tahun mereka berpisah. "jadi selama ini kau masih hidup lalu kenapa tidak pernah menemui ku kau tau akau berusaha menja...
