Bab 8 Instruction

1.1K 57 0
                                        

Mereka berdua sudah meninggalkan penginapan itu sejak tadi pagi sebelum fajar muncul. Mereka bergegas menuju kuil yang berada di negara lembah itu.
"Itu dia kulinya!" Ucap sarada yang sudah melihat kuil itu dari jauh.
"Sarada tunggu lebih baik kita mencari informasi terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kuil!"
"Em yah aku setuju denganmu kalau begitu ayo kita berpencar setelah 2 jam kita bertemu lagi disini!" Setelah ucapan sarada berakhir mereka masing masing pergi kearah yang berbeda Boruto kearah selatan sedangkan sarada kearah yang sebaliknya.
"Permisi maaf sepertinya bibi sangat kerepotan bolehkah aku membantu bibi." Tawar sarada pada seorang ibu yang membawa banyak sekali barang barang dan makanan.
"Tidak perlu nak aku bisa membawa ini sendiri nanti malah akan merepotkan mu."
"Tidak sama sekali tidak."
"Sungguh kalau begitu terimakasih banyak." Sarada membantu ibu itu membawa barang barangnya sampai di rumah ibu itu.
"Terimakasih sudah membantu bibi membawakan barang barang ini."
"Tidak masalah tapi ternyata bibi tinggal di dekat kuil."
"Benar aku membeli semua ini untuk upacara di kuil karena setelah kami mempersembahkan makanan ini ada beberapa orang yang datang dan memberi kami sumbangan karena itu saat ini kami selalu rutin membuat persembahan. Kami yakin mereka adalah utusan dari dewa."
"Orang orang? Bibi bisakah bibi sebutkan ciri cirinya?"
"Maaf nak tapi mereka selalu mengenakan jubah coklat jadi kami tidak tau wajah mereka."
"Begitu ya baiklah tidak masalah terimakasih tapi maaf aku sedang buru buru permisi." Sarada meninggalkan tempat itu untuk mencari informasi lebih lanjut.

Boruto berjalan ditengah keramaian sepertinya dia sedang berada di pasar yang cukup ramai sampai dia sadar baru saja melewati chakra yang sangat familiar untuknya.
"Chakra ini seperti milik..." Katanya sambil tertegun dan membalikan badan namun sayang chakra itu sudah tidak terasa lagi. Boruto memutuskan untuk mencari sumber chakra yang sangat familiar itu baginya. Dia menyusuri tempat itu dengan hati hati tapi percuma saja dia tidak menemukan orang yang memiliki chakra itu.
"Pria itu sangat baik."
"Kau benar tapi penampilannya memang agak mengerikan."
"Permisi maaf tapi pria mana yang bibi bicarakan tadi."
"Emm pria itu... Memiliki tato Romawi IX di pipinya."
"Yah dan dia juga memakai seperti anting di alisnya."
"Kemana dia pergi!" Kata Boruto dengan nada yang sedikit tergesa tapi sangat datar.
"Kami tidak tau dia menghilang dari keramaian." Boruto memalingkan pandangannya kembali ke arah keramaian tapi percuma saja.
"Apa dia sering kesini."
"Mungkin dia pernah beberapa kali kesini tapi itu sangat jarang dan tidak menentu."
"Baiklah terimakasih bibi." Boruto lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah yang penuh dengan pertanyaan.

"Boruto... Boruto..." Panggil sarada.
"Oh maaf aku tidak sadar."
"Apa yang terjadi ketika kau pergi tadi?"
"Tidak tidak ada masalah apa apa."
"Kau berbohong aku tau."

Boruto belum menjawab sarada tapi tiba tiba dari dalam kuil keluar seorang pria bertubuh agak besar mengenakan jubah berwarna coklat pergi ke arah luar negara lembah mereka berdua memutuskan untuk mengikutinya sampai dia berhenti di perbatasan dan berbicara dengan seseorang yang juga mengenakan jubah coklat membawa barang barang mahal pria itu tiba tiba pergi.
"Apa yang dia bawa?" Tanya sarada
"Sepertinya itu hasil curian mereka dan kurasa kita harus hati hati karena aku yakin jumlah mereka tidak sedikit."
"Ah yah aku setuju denganmu. Aaaa..." Sarada hampir terjatuh dari atas pohon yang sangat tinggi mungkin karena pertarungan beberapa waktu lalu chakranya belum benar benar pulih Boruto segera menarik sarada agar tidak jatuh. Pandangan bandit itu menuju kearah pohon besar dimana Boruto dan sarada bersembunyi. Boruto membekap mulut sarada menggunakan tangannya.

Dia melihat hal yang sangat berbeda yaitu pria yang kini ada dihadapannya yang dulunya sangat ceria kini menjadi sangat dingin dia seperti orang lain bukan dia yang dulu lagi. Bandit itu segera pergi kembali kearah kuil.
"Maaf." Kata Boruto sambil menarik tangan nya.
"Tidak seharusnya aku yang minta maaf aku malah merepotkan mu."
Boruto dan sarada kembali membuntuti bandit itu kearah kuil dan anehnya banyak sekali penduduk desa yang ada disana.
"Kenapa banyak penduduk desa yang ada disini?" Tanya Boruto.
"Oh aku tadi bertemu dengan seorang bibi dia membawa banyak sekali belanjaan dia bilang akan melakukan persembahan di kuil dan mereka selalu rutin melakukannya. Dia bilang mereka melakukannya karena setelah itu mereka akan diberi sumbangan."

Beberapa saat berlalu upacara persembahan itu selesai hingga malam hari.
"Hei sarada kurasa sudah aman jika kita masuk sekarang."
"Yah."
Mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam kui tapi.
"Kuil ini sangat besar sekali, wajar saja jika tempat ini dijadikan sebagai persembunyian para bandit."
"Yah sekarang darimana kita kan memulai mencari?"
"Aku rasa kita bisa memulai dari sana saja." Kata sarada sambil menunjuk sebuah tangga yang arahnya turun kebawah tanah.
Mereka berdua menyusuri tangga yang ternyata sangat panjang dengan langkah yang sangat hati hati mereka menemukan persimpangan.
"Jalan ini bercabang apa yang harus kita lakukan."
"Boruto kita berpencar saja kau tetap lurus aku akan belok kearah sini."
"Kau yakin? Chakra mu belum cukup pulih."
"Tenang saja aku baik baik saja."
Sarada berpencar dengan Boruto dia sampai disebuah ruangan yang dipenuhi dengan penduduk desa yang disekap.
'Para penduduk.' Batin sarada yang sedang bersembunyi dibalik batu karena didepannya kini dipenuhi oleh para penjaga.
"Tolong lepaskan kami izinkan kami pulang."
"Diam lah kalian adalah budak kalian akan kami gunakan untuk mengirimkan barang rahasia."
Bruakh... Salah seorang dari penjaga itu menyerang tawanannya.
"Tunggu jangan bunuh dia kita butuh tubuhnya untuk menaruh barang itu." Kata seorang dokter yang baru saja keluar dari sebuah ruang bedah disertai sarung tangan yang dipenuhi darah sarada masih memantau gerak gerik mereka.

"Tempat ini dipenuhi dengan bunga tapi bagaimana bisa? apa ada orang disini?"
"Oh sepertinya kita kedatangan penyusup." Boruto menoleh kearah dimana suara itu berasal.
"Siapa kau?" Tanya Boruto datar sambil menarik pedang miliknya.
"Oh tunggu jangan gegabah aku tidak akan menyerang mu kecuali kau menyerang ku duluan sih dan yah asal kau tau jika kau sampai membunuhku tempat ini akan hancur oleh bunga bunga itu kau tau bunga itu bisa meledak dan meruntuhkan tempat ini dan jika sampai hal itu terjadi pada penduduk desa yang aku sekap akan tewas juga hahahahah....."
"Penduduk desa yang disekap apa maksudmu?!"
"Ahh... Maaf tidak memberitahumu asal kau tau saja kami menyandra beberapa penduduk desa yang memberontak untuk kami jadikan tempat untuk menaruh barang yang akan kami selundupan. Dan kauu... tidak akan tau dimana aku menyembunyikan mereka." Kata bos bandit tersebut dengan senyuman meremehkan.
'Jangan jangan dia menyembunyikan para tawanan itu di..."

"Aku harus menyelamatkan mereka."
















Note:
-maap pendek lagi gak ada ide😵
-happy reading ✨

BoruSara after time skipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang