Bab 29

989 57 2
                                        

Sudah 3 hari semenjak kembalinya Boruto dan Sarada ke desa dan selama itu juga Sarada belum sadar. Dan saat tiba di desa Boruto langsung dimarahi oleh dokter bersurai pink itu.

"Bukan kah aku sudah bilang kau tidak boleh keluar dari rumah sakit kenapa tidak mendengarkan. Aku tau kau keluar untuk menyelamatkan putriku tapi bagaimana jika sesuatu malah terjadi pada kalian berdua hah?" Dan selama dimarahi itu pula Boruto hanya bisa diam mematung berdiri sabil mengendong Sarada yang pingsan. Sang ibu yang ia harapkan menolong justru malah tertawa kecil di belakang dokter pink itu.

"Sakura-can lebih baik Sarada biar beristirahat di rumah ku saja. Di rumah sakit juga sedang banyak pasien akibat invasi hari itu dan kau juga sibuk. Jika di rumahku Boruto bisa menjaganya." Tutur Hinata.

Sakura tampak berpikir pikir sebentar, "ya kurasa memang tidak ada salahnya dan sepertinya putramu ini juga bisa menjaga putriku tapi apa tidak masalah Hinata?"

"Tentu saja tidak Himawari pasti juga akan membantunya sementara aku akan membantumu disini."

"Baiklah kau begitu terimakasih Sada dan Sachi pun juga sedang di rumah ibu karena pekerjaan ku banyak sekali. Jadi Boruto aku percayakan putriku padamu! Tapi sebelum itu biar aku memeriksanya." Boruto hanya mengangguk dan meletakan sarada di bed-pasien.

Hari ke 4 Sarada mulai membuka matanya. Menerjab nerjab dan melihat sekeliling. Rak dengan tumpukan buku komik dan komputer serta alat untuk bermain game.

"Tempat ini seperti kamar milik Boruto." Ucapnya lirih tubuhya sudah mulai bisa digerakkan.

"Wah kak Sarada sudah siuman! Aku akan panggilkan kakak!" Ucap putri bungsu keluarga Uzumaki tersebut.

Tak selang beberapa lama Boruto masuk ke kamar untuk melihat keadaan Sarada.

"Sarada kau sudah sadar?" Tanya Boruto.

"Em." Balas Sarada sambil tersenyum tipis. Tubuhnya masih terbaring di atas kasur.

"Hima akan membuatkan minuman hangat." Himawari kembali turun ke dapur dan membuat minuman hangat.

Boruto berjalan mendekati kasur dan duduk di tepi kasur. Sarada berusaha duduk di bantu oleh Boruto. Walaupun masih terasa lemas setidaknya dia mulai bisa bergerak.

"Apa masih ada yang sakit? Kau tertidur selama 4 hari."

"Ah, aku sudah baik baik saja hanya tubuh ku masih terasa lemas." Boruto mengangguk.

"Kenapa aku bisa ada di rumah mu?"

"Ibu ku yang menawarkannya dari pada kau harus di rumah sakit ibuku bilang lebih baik kau disini dan juga rumah mu belum selesai diperbaiki."

"Bagitu ya." Susasana berubah sunyi Boruto kembali ke sifat dinginnya. Sementara Sarada tidak tau mau membicarakan apa.

Gludak!

"Sudah ku bilang aku bisa membawanya sendiri!" Suara Hima yang terdengar dari luar kamar.

"Apa maslahnya aku hanya mau membantu mu!"

"Tidakk!!"

Clek pintu terbuka dan menampakkan dua anak yang hampir seumuran yang satu memiliki rambut berwarna hijau dengan corak pink.

"Kalian berdua kanapa lagi?" Tanya Boruto yang tampaknya sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini.

"Kakak! Demon dia merusuhi ku lagi!"

"Aku tidak merusuh aku hanya mau membantu!" Ucap Daemon yang tidak terima dituduh perusuh. Keduanya tampak ribut dan saling lempar tatapan tidak suka.

"Hahaha!" Sarada tertawa kecil melihat Himawari dan Daemon yang bertengkar baginya hal itu mengingatkannya akan dirinya dan Boruto waktu kecil sebelum pria bersurai kuning itu berubah menjadi dingin.

BoruSara after time skipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang