Bab 21 Meet

789 59 6
                                        

Pagi ini sarada mendapat misi untuk menangani barang selundupan di perbatasan antara Konoha dan desa suna. Memang membutuhkan waktu yang lama untuk misi ini dan untunglah dia bisa menyelesaikan sebelum malam tiba.

Zwoshh.... Sebuah lubang hitam Muncul tepat di hadapan Sarada. Seketika dalam benak Sarada muncul ingatan akan mimpinya. Perasaannya kini begitu berkecambuk di hatinya apakah itu Boruto atau orang lain? Jika itu Boruto apakah dia baik baik saja? Semua pertanyaan itu seketika muncul dalam pikiran sarada.

Setelah beberapa saat muncullah seorang pria mengenakan jubah hitam dan memiliki rambut berwarna kuning. Terdapat beberapa luka sayatan di beberapa bagian tubuhnya disertai darah merah segar yang mengalir dia menoleh ke arah Sarada kedua manik mata mereka saling menatap.

Entah angin dari mana yang bertiup Sarada langsung memeluk orang itu dia kemudian menangis dalam pelukannya, dia menangis sejadi jadinya.

"Kau darimana saja apa kau baik baik saja hiks... Apa ini benar-benar kau Boruto?" Tanya Sarada di tengah tengah isak tangisnya.

"He- hey Sarada kenapa dengan kau ini? Apa terjadi sesuatu denganmu?"

Sarada hanya menangis tanpa menjawab ucapan Boruto.
"Sarada?"

"Aku mohon jangan pergi lagi bagaimana jika sesuatu terjadi dengan mu hiks!"

Boruto kemudian membalas pelukan Sarada yang masih saja menangis walaupun agak ragu kemudian dia mendekatkan kepalanya ke telinga Sarada.

"Aku akan baik baik saja. Bukankah aku sudah berjanji denganmu?" Bisik Boruto.

Entah berapa lama Sarada menangis setelah itu Boruto melepaskan pelukan Sarada iris matanya menatap mata Sarada yang tampak sembab karena menangis.

Cup

Sebuah ciuman hangat mendarat di dahi Sarada. Jantung Sarada langsung berdebar tidak karuan, wajahnya berubah menjadi merah. Semantara di pipi Boruto muncul semburat merah.

"Ma maaf a aku tidak bermaksud." Ucap Boruto.

"A aku juga minta maaf ka karena tiba tiba sudah memeluk mu."

Hening...

Suasana berubah menjadi canggung. Hanya ada suara angin diantara mereka berdua.

"Mau kembali kedesa bersama?" Boruto mengajak Sarada yang dari tadi hanya berdiri diam.

"A ah y yah." Jantung Sarada masih belum kembali seperti semula, "Apa tadi dia benar benar menciumku atau tadi hanya genjutsu saja atau hanya haluan ku saja karena aku terlalu merindukannya." Batin Sarada.

"Aw."

Sarada tersadar dari lamunan nya ketika mendengar suara rintihan Boruto.

"Ada apa?" Tanyanya.

"Bisakah kita istirahat disini terlebih dahulu?" Tanya Boruto.

"Yah tapi sebaiknya kita mencari tempat yang lebih aman setahuku ada sebuah gua di sekitar sini kita bisa beristirahat disana aku akan mengobati lukamu juga,"

Mereka berdua berjalan menuju gua yang dimaksud Sarada dengan segera Sarada segera menyiapkan api unggun dan mengobati luka-luka milik Boruto. Mereka berdua duduk di depan api unggun yang Sarada buat. Dengan telaten Sarada mengobati satu persatu luka yang ada di tubuh Boruto. Hingga tak terasa saat ini sudah malam.

"Luka luka ini cukup parah apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Sarada bertanya pada Boruto tapi Boruto tidak menjawab ucapan Sarada. "Em yah aku mengerti tidak masalah jika kau tidak mau menceritakannya padaku sekarang," Sarada yang melihat wajah Boruto yang tiba tiba menjadi sendu saat mendengar pertanyaannya dia paham apa yang terjadi walupun tidak mendetail.

Grep...

Mata Sarada melebar Boruto tiba tiba saja memeluk Sarada.
"Bo boruto apa yang kau lakukan!" Tanya sarada yang mencoba melepaskan pelukan Boruto, "sebenarnya apa yang terjadi padanya hari ini jika dia terus melakukan hal ini secara tiba tiba bisa bisa jantungku akan copot!" Batin Sarada.

"Aku mohon jangan di lepas!" Sarada hanya diam dia mengikuti perintah Boruto. Dia tau saat ini Boruto sedang tidak baik baik saja walaupun saat ini Sarada juga sedang tidak baik baik saja. Menahan detak jantungnya agar tetap normal.
"Apa terjadi sesuatu yang buruk sewaktu dalam perjalanan mu?" Tanya Sarada yang masih dipeluk oleh Boruto.

"Yah seperti itulah." Suasana kembali menjadi hening beberapa saat.

"Boruto badan mu terasa hangat apa kau demam?"

"Tidak aku tidak demam mungkin hanya reaksi terharap luka luka sayatan itu,"

"Istirahat lah agar kau cepat membaik!" Boruto kemudian melepaskan pelukannya dan duduk menghadap api unggun. Keduanya kini saling diam sembari menatap api unggun sampai keduanya tanpa sadar tertidur.

Pagi harinya Sarada terbangun dan ternyata tadi malam Sarada tanpa sardar tertidur di bahu Boruto sedangkan Boruto tidur sambil menyender di dinding mulut goa. Sarada meletakkan punggung telapak tangannya di dahi Boruto mengecek apakah demamnya sudah turun atau belum.

"Bagus demamnya sudah turun kurasa tidak masalah jika aku membangunkannya sekarang."

"Sarada!"

"Eh?!" Betapa terkejutnya Sarada ketika Boruto membuka matanya saat wajah Sarada begitu dekat dengan wajah Boruto. Wajah keduanya sempat memerah sebentar.

"A aku baru saja a akan membangunkan mu!" Ucap Sarada gagu, "Kita kembali ke desa Konoha sekarang?"

"Mm"

Sarada dan Boruto kemudian pergi kembali ke desa Konoha. Sesampainya di desa baik Boruto maupun Sarada keduanya langsung menuju ke kantor hokage.

"Permisi tuan Hokage!"

"Sarada bagaimana misimu dan Boruto?! Kapan aku kembali?" Tanya Naruto yang tampak terkejut melihat kehadiran putranya.

"Kemarin tapi aku..."

"Oh kami bertemu di perbatasan desa Konoha dan Suna karena dia terluka jadi aku mengobatinya," Ucap sarada memberi alasan.

"Oh begitu ya jadi apa sekarang kau sudah lebih baik."

"Ya kurasa,"

"Tidak dia masih harus beristirahat!"

"Aku baik baik saja!"

"Hentikan kalian berdua! Dasar pokoknya kalian berdua hari ini beristirahatlah tidak ada misi untuk saat ini!"

Mereka berdua langsung pergi meninggalkan kantor hokage setelah memberi salam ke Naruto.



Eyoo~ udah up lagi nih maap pendek.

Gimana nih bolt sama sald nya? Arghhh author gemez sendiri 😣 kerasa nggak sih romacenya?

Btw selamat tahun baru walau udah telat ahahahh😅

Yang suka vote ya Jan malu malu buat vote. Suara kalian adalah semangat bagi author (๑¯◡¯๑)

BoruSara after time skipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang