Pagi ini sarada sedang dalam perjalanan menuju kantor hokage. Dia diberi misi oleh hokage ke 7 untuk mengantarkan beberapa dokumen dari kantor hokage ke kantor polisi desa Konoha.
Clek
"Tuan Hokage diamana dokumen yang harus saya antar?" Tanya sarada saat memeasuki kantor hokage.
Deg!
Sarada mematung saat melihat Boruto yang kini juga sedang berada di kantor hokage.
"Ini dokumennya!" Kata Naruto sambil menunjuk dua tumpukan kertas yang menjulang, "sarada kurasa kau tidak bisa membawanya sendiri jadi lebih baik jika Boruto membantu mu."
"Ti tidak perlu tuan Hokage saya bisa membawanya sendiri!" Wajah sarada tampak memerah tapi untunglah tidak ada yang menyadarinya. "Shanarooo!!! Kenapa malah harus bertemu disini!". Sarada bergegas membawa dua tumpukan kertas yang menjulang itu dan segera meninggalkan kantor hokage.
Naruto menyerit heran kemudian menatap putra sulungnya itu yang sedari tadi tidak ikut angkat bicara, "Boruto apa terjadi sesuatu antara kau dan Sarada?"
"Tidak!" Boruto berbalik dan pergi meninggalkan Naruto.
"Huft anak itu." Naruto menghela nafas kesal.
Sarada menyerahkan dokumen itu pada kepala polisi dan kemudian pergi. Yah hari ini dia hanya mendapat misi itu saja.
"Hah aku benar benar bosan saat ini. Apa yang akan aku lakukan ya sekarang?" Sarada berjalan tanpa arah dengan langkah gontai.
Bruk!
"Ah- maaf saya tidak se-" sarada menjeda ucapannya. Sarada segera berbalik badan memalingkan wajahnya dan segera melangkah pergi.
Tap!
Saat hendak melangkah tangan sarada di pegang oleh orang yang ia tabrak tadi.
"Kau mau kemana? Kenapa menghindar? Apa kau masih marah soal yang kemarin?" Tanyanya.
"Tidak aku tidak marah hanya aku sedang sibuk tolong lepaskan!" Sarada masih membalikkan badannya.
Orang itu tak kunjung melepaskan tangannya, "BORUTO! Kubilang lepaskan!" Sarada menarik tanggannya hingga tanggannya terlepas dari genggaman Boruto dan segera pergi menjauh.
Empat orang menggunakan jubah hitam dan menutupi wajah mereka kini sedang berkumpul di sebuah tempat yang begitu mengerikan. Gelap dan bahkan sunyi bahkan suara nafas pun dapat terdengar jelas.
"Aku akan mulai melakukan rencana ku dan aku akan membangun dunia tanpa manusia yang lemah!" Ucap salah seorang dari mereka, "pertama eida aku ingin kau menyusup ke desa Konoha dan menyebarkan informasi palsu terutama pada dia!"
Orang bernama eida itu hanya mengangguk dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Code dan Daemon aku ingin agar kalian menjadi pasukan utama saat penyerangan itu terjadi."
Mereka berempat berpencar untuk melakukan invasi.
Sudah hampir satu Minggu berlalu banyak keluhan dari warga desa dan ada juga beberapa warga desa yang terkena genjutsu tanpa sebab dan tanpa diketahui siapa yang melakukannya. Dan sudah satu Minggu pula sarada selalu menghindar dari Boruto. Setiap dia bertemu dengan Boruto dia selalu beralasan bahwa dia sibuk dan langsung pergi.
"Gawat tidak bisa seperti ini terus kenapa perasaan ku akhir akhir ini jadi seperti ini kenapa setiap aku dekat dengannya rasanya jantungku mau copot." Gerutu sarada pada dirinya sendiri kini dia sedang berada di atas bukit dan sedang duduk di hamparan rumput yang luas, "sudah satu Minggu aku menghindar darinya tapi perasaan ini tak kunjung hilang apa yang harus aku lakukan." Sarada menatap langit biru cerah dengan beberapa awan mendung. Langit biru itu membuatnya teringat seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
BoruSara after time skip
Romancemata hari terbenam terlihat di atas patung wajah hokage ketujuh berada tepat dimana dua orang yang baru saja bertemu setelah tiga tahun mereka berpisah. "jadi selama ini kau masih hidup lalu kenapa tidak pernah menemui ku kau tau akau berusaha menja...
