26. Clarisa

452 47 8
                                        

Tepat pada pukul 20.00,adikku menghampiriku dengan mata yang berkaca kaca dan hidung yang memerah.

"Kak!" panggilnya

"Hngg?lu kenapa?"tanyaku bingung karena melihat matanya yang berkaca kaca

"Aku" ucapnya

"Hngg?" Gumamamku

"Aku minta maaf kak,maafin aku,maafin papa sama mama juga,aku mohon kak,kakak pulang aja" ucapnya sembari terisak tangis di depanku

"Lu kenapa? Lu sakit?" Tanyaku bingung

"Aku mohon kak"ucapnya dengan terisak

Tiba tiba pintu kamar orang tua ku terbuka,mama terbangun karena keributan yang kami buat dan keluar dengan wajah khawatir.

"Ada apa ini? Kenapa?" Tanya mamaku khawatir

"Nggak tau nih ma si Ririn,ngomongnya aneh kayak orang ngelantur,sakit kali dia" ucapku

"Ririn kamu kenapa?" Tanya mamaku,sembari memegang kening Ririn yang masih menangis

"Badan kamu panas banget,kamu sakit?,yaudah minum obat dulu yuk baru tidur lagi"

Ibu membawa Ririn pergi ke kamarnya sedangkan sedari tadi aku sadar bahwa ayahku sedang berdiri di depan pintu kamar dan mendengar pembicaraan kami di sini tanpa berkata sepatah katapun,lalu kembali masuk ke dalam kamar.

Setelah itu aku melanjutkan menonton televisi hingga pukul 21.18,tiba tiba aku mengingat banyak perkataan dari yang dikatakan oleh Raisa dan rumor yang beredar,mereka pernah berkata"teror ini akan di mulai setiap tanggal 10 bulan 8 di tahun yang genap",yang artinya teror ini sudah berlangsing sejak lama,dan juga dari cerita Raisa tentang kematian 2 orang yang bernama yuzu dan Yushi itu terjadi pada tahun 2017 dan jika nemang teror itu dimulai karena kejadian di 2017 maka teror untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 2018,sedangkan ini 2022 tidak mungkin teror ini baru berlangsung 3x, tapi hampir semua orang mengerti jika teror ini terjadi setiap tahun yang genap,pasti ada yang pertama diantara yang pertama.

"Arghhh,membingungkan banget"gumamku

"Eh!" Tiba tiba aku kembali mengingat kejadian aneh di dalam fikiranku

Disana terlihat seorang remaja perempuan yang sedang bermain dengan teman temannya dia tamapak sangat bahagia,tapi karena alasan tertentu hari hari untuk bersenang senang bersama dengan teman temannya musnah,tiba tiba saja dia dikucilkan dan di jauhi karena sebuah alasan itu,di dalam ingatanku dia menyerah akan masa depannya,menyerah akan dirinya dan menyerah akan kehidupan ini,dan di hari itu dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, melompat dari atap gedung sekolah,dan meninggal tepat di depan teman teman sekolahnya,semua orang yang menyaksikannya sangat terkejut,mata mereka terbelalak lebar.

"Hah?!"seruku tersadar

Di ingatanku tadi samar samar mengingat seseorang memanggil nama anak itu setelah melompat dari atap"CLARISA"teriaknya,clarisa adalah nama anak yang meninggal itu,sepertinya dia adalah satu satunya teman Clarisa di sekolah.

"Clarisa?,siapa dia?" Gumamku

"Dia masih mempunyai seorang teman,mengapa dia memutuskan untuk mengakhiri hidup? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?"

"Aihhh,kok aku malah pusing ya mikirin hal itu,aku aja nggak tau kenapa aku bisa ingat sesuatu hal yang nggak pernah aku alami sebelumnya" gumamku sembari menghebuskan nafas lelah

Aku terlalu terhanyut dalam fikiranku sampa sampai aku tak sadar ternyata sekarang sudah pukul 22.04,sudah beberapa menit berlalu semenjak aku terhanyut di dalam fikiranku.

¤¤¤¤¤

Bersambung...

jam 12 malam (at 12 o'clock midnight)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang