15.yuzu menyembunyikan sesuatu

590 69 0
                                        

Dan semua orang yang mengetahuinya menyatakan bahwa Rima lh korban kedua dari teror yang sedang berjalan ini,sekarang jumlah murid di kelas 11-4 sudah menjadi 19 orang murid.

Aku tertidur dan tiba tiba aku terbangun pada pukul 23.50 dini hari,aku berencana untuk datang menemui Yuzu dan Yushi,dan aku telah sampai di depan gerbang sekolah.

"Kak!"seru Yushi dari kejauhan

"Yushi?! Kamu sendirian? Di mana Yuzu?"tanyaku bingung

Tiba tiba Yuzu menyaut dari arah belakangku secara tiba tiba,dan itu membuatku terkejut.

"Aku disini"ucap Yuzu dari arah belakang

"Kamu di sini"ucapku gembira

Lalu kami duduk ditaman tepat di depan sekolah sembari berbincang bincang,tapi Yuzu tiba tiba mengatakan sesuatu yang aneh kepadaku,aku sama sekali tidak mengerti.

"Rara mengikhlaskan segala sesuatu itu lebih baik" ucap Yuzu dengan tatapan sendu

"Ha? Maksud mu? Mengikhlaskan apa? Teman temanku yang sudah tidak ada?" Tanyaku berkali kali dengan bingung

"Hmm! Mungkin"jawabnya sembari tersenyum paksa dengan sedikit ekspresi sedih

"Aku sudah mengikhlasannya kok"ucap ku

Yushi berusaha mengubah topik pembicaraan kami,dan akhirnya kami berbincang cukup lama di sana,tepat pukul 01.30 aku berpamitan dengan mereka untuk pulang,setelah itu aku berjalan menuju rumah.

( di tempat Yuzu dan Yushi)

"Kak!, apakah kak Rara akan mengikhlaskan semuanya dengan cepat?" Tanya Yushi dengan nada ragu

"Aku harap dia bisa mengikhlaskan semuanya secepatnya"ucap Yuzu

"Ya" gumam Yushi

¤¤¤¤¤

Sesampainya di rumah aku langsung pergi kekamar dan bersiap untuk tidur,sebelum tidur aku mengingat kembali kata kata Yuzu tentang mengikhlaskan sesuatu,aku sedikit bingung dengan apa yang Yuzu bicarakan tadi,apakah dia tau jika satu persatu temanku meninggal dunia?,bagaimana mereka bisa tau tentang teror itu?,pada saat aku mengingat kembali kata kata Yuzu tadi aku tiba tiba tertidur lelap.

Tiba tiba aku terbangun di lingkungan sekolah yang gelap dengan hati yang bingung.

"Ha? Aku lagi di sekolah? Bukannya tadi aku udah pulang" ucapku bingung

Tapi ntah kenapa aku langsung berjalan masuk menuju koridor seakan akan aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi,di koridor aku tidak sengaja menginjak cairan berwarna merah,dan lagi lagi ntah kenapa tubuhku seperti bergerak sendiri aku mengikuti arah cairan merah itu.

Tiba tiba aku melihat beberapa orang berlari melewatiku dengan pisau di tangannya,aku sangat takut tapi diriku tak bisa bergerak sesuai keinginanku,seakan akan tubuhku memiliki pemikirannya sendiri,aku memilih untuk menolehkan kepalaku kearah tempat awal beberapa orang itu berlari,ada sebuah tumpukan yang terlihat disana,tapi aku tidak tau itu tumpukan apa,dan aku memutuskan untuk mendekatinya.

"Hah?!!" Celetukku sepontan karena terkejut melihat tumpukan itu,dan terbangun dari tidurku

"Apa itu tadi? Nggak,nggak mungkin, Siapa mereka?" Batinku bertanya tanya tanpa henti

"Cairan merah yang aku injak tadi itu...."ucapku terputus

"Adalah Darahh" ucapku bergetar karena ketakutan

Aku mencoba untuk tenang dan melupakan mimpiku tadi.

"Nggak,Ra itu cuma mimpi"ucapku seraya mencoba tenang dan menarik nafas panjang

¤¤¤¤¤

Beberapa jam kemudian aku sudah berjalan pergi menuju kesekolah,saat tiba di sana ekspresi sedih terlihat dari wajah regina,aku bertanya tanya sebenarnya ada masalah apa dengan regina.

"Sa,Regina kenapa?" Tanyaku bingung

"Orang tua Regina baru saja mengalami kecelakaan mobil"ucap Raisa

"Serius? Orang tuanya nggak kenapa napa?" Tanyaku syok

"Nggak tau,sekarang orang tuanya sudah di bawa ke rumah sakit,dan sekarang regina sedang di bantu dengan pak Rino untuk meminta izin pulang untuk melihat keadaan orang tuanya"ucap Raisa

Tiba tiba pak Rino datang dan memberi izin kepada Regina untuk pulang melihat keadaan orang tuanya,aku sangat berharap kalau orang tuanya Regina bukanlah korban selanjutnya dari teror ini.

Jika memang benar,Regina pasti akan sangat sedih dan menyalahkan diri sendiri,itu sungguh menyakitkan karena aku pernah merasakannya,walaupun saat itu aku tidak benar benar kehilangan seseorang untuk selamanya,tapi aku cukup mengerti dengan apa yang akan di rasakan oleh Regina.

¤¤¤¤¤
Maaf dan terima kasih untuk teman teman yang membaca ceritaku,beberapa bulan belakangan ini aku nggak bisa upload tepat waktu,karena beberapa bulan belakangan aku sedikit sibuk dan untuk saat ini aku sedang istirahat,in syaa allah minggu depan uploadnya sudah mulai normal

Jangan lupa di vote,follow dan comment ya..

jam 12 malam (at 12 o'clock midnight)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang