Part 20

512 27 2
                                        

Singkat cerita, hari ini mahasiswa sudah mulai magang diperusahaan yang dipilih masing masing.

Jeno sudah siap berada di ruang CEO Nono Group atau bisa dibilang ruangan yang esok dimasa depan akan menjadi ruangan milik Jeno.

"Siapa aja sih yang dady terima?"tanya Jeno yang sudah tidak sabar untuk mengetahui rekan magangnya.

"Sabar kali ah, nanti dady bagi tugas"jawab Donghae yang fokus pada dokumen dokumen dihadapanya.

"Ini magang apa udah jadi karyawan sih? Kok langsung ceonya yang kasih tugas"sindir Jeno sebal.

Donghae yang mendengar Jeno sedari tadi ngomel itupun meletakan bolpoin dan beralih menengok yang sangat kepo dengan rekan kerjanya nanti.

"Kalau kamu ngga bisa sabar ntar dady kasih kamu ke cabang busan ya Jen"ancam Donghae dengan lirikan yang menantang.

"Yaudah Jeno pergi sekarang, kalau dipikir enak dicabang malahan. BYEE"ucap Jeno sambil berdiri melihat Donghae tambah sebal.

"HEHH, diancem bukannya takut malah dilakuin. Anak siapa sih lo?"tanya Donghae frustasi dengan laki laki dihadapannya ini.

"Anak LO DONGHAE!"jawab Jeno dengan nada penekanan diakhir kata.

"HISS. Diem disitu"perintah Donghae sambil menunjuk kursi yang ada di belakang Jeno.

"Huft. Lama banget"gumam Jeno sambil duduk dengan sebal.

Tak selang berapa lama setelah perdebatan kedua adam itu, Donghae menerima telfon jika salah satu mahasiswa magang sudah datang dan Donghae menyuruhnya untuk langsung masuk keruanganya.

"Selamat pagi om"sapa Karina yang baru nongol dari balik pintu.

"Selamat pagi Karina cantik, masuk sini nak"sapa balik Donghae dengan senyuman yang mengembang diwajahnya setelah dari tadi wajahnya muram karna Jeno.

Karina lalu berjalan masuk kedalam ruangan Donghae dengan hati hati. Karina bisa merasakan aroma ruangan Donghae seperti coffe yang ada dicoffeshop.

Dan Jeno yang sadar dengan kedatangan Karina langsung membenarkan posisi duduknya dari yang sebelumnya dirinya hampir rebahan menjadi duduk tegak bak presiden.

"Karina apa kabar?"tanya Donghae setelah Karina sudah berada dihadapannya.

"Baik om, om sendiri gimana kabarnya?"tanya Karina sopan.

"Kok panggil om lagi sih"ucap Donghae dengan wajah heran.

"Eh iya, maaf Mr Donghae"ucap Karina sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Lakok jadi Mr, panggil dady Karina"perintah Donghae sambil tersenyum.

"Kayanya agak gasopan yah Mr jika saya panggil dady di kantor"tolak Karina dengan nada yang ramah.

"Santai aja"celetuk Jeno dari belakang dan itu membuat Karina terpelonjak kaget mengetahui ada orang lain yang ada diruangan ini.

"Kaget Jen"gumam Karina sambil mengelus dadanya.

"Emang kaya setan dia Rin, tiba tiba nongol aja"seru Donghae sambil mengangguk menyakinkan Karina.

"Enak aja, ganteng gini dikatain setan"ucap Jeno sambil membenarkan jasnya. "Lagian lo kalau masuk keruangan orang itu dilihat ada orang lain kaga, main masuk aja"lanjutnya.

"Iya iya"jawab Karina dengan muka cemberut. Karina sadar bahwa dari pertama masuk,ia hanya fokus menatap Donghae karna gugup.

"Gimana kakak kamu Karina kabarnya?"tanya Donghae basa basi. "Eh duduk Karin"lajutnya.

DESTINY By Nana JaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang