Part 22

579 33 4
                                        

20++++++

INGET UMUR!!!!

****


Jeno membawa tubuh Karina masuk kedalam kamarnya. Dengan hati hati meletakan tubuh Karina di ranjang berukuran king size.

Lalu Jeno merangkak menindihi Karina tepat di atas perut Karina

"Jen,kenapa mesti dikasur? Dan kenapa lo diatas gue gini?"tanya Karina pelan saat Jeno menaruh tubuhnya diranjang.

"Karna lebih enak kayak gini Karin"jawab Jeno lembut tepat ditelinga Karina.

"Ouh,terus?"tanya Karina lagi.

"Gue bakal pelan pelan"jawab Jeno lambut sambil menatap Karina lekat.

"Okkey,gue akan diem aja"ucap Karina sambil mengangguk.

Jeno yang mendengar itu hanya bisa mengeluarkan smirknya. Jeno heran mengapa Karina senaif ini. Untung Karina mengatakan ini hanya pada dirinya.

Setelah mendapat izin itu, Jeno memulainya dengan mengelus pipi Karina dengan lembut dan dengan tatapan penuh kasih sayang.

Karina yang mendapat perlakuan itu menutup matanya menikmati sentuhan Jeno yang sangat lembut pada dirinya.

"Kau menyukainya?"tanya Jeno lirih sambil tetap membelai pipi Karina dan hanya dijawab Karina dengan anggukan kecil.

Tak lama kemudian Jeno mulai berani mencium lembut pipi Karina. Awalnya Karina kaget namun ia sudah berjanji akan menurut saja dengan Jeno, jadi Karina hanya diam saja.

Jeno hirup pipi lembut Karina sambil menutup matanya. Tercium aroma bunga yang sangat candu baginya. Setelah puas dengan pipi Karina,Jeno beralih dengan menatap bibir Karina lembut. Jari jempolnya mengelus bibir Karina dengan lembut.

Lalu Jeno perlahan memajukan wajahnya hingga mereka dapat merasakan deru nafas mereka masing masing.

Sebenarnya Jeno masih ragu untuk memulai ini sekarang. Buktinya sekarang ini Jeno masih menatap mata Karina yang tertutup dengan ragu. Kelopak matanya bergetar ragu untuk berpikir.

'salah atau ngga tapi dia yang mau'batin Jeno.

"Buruan Jen"seru Karina yang sudah merasa geli Jeno tak kunjun menciumnya.

Merasa Jeno tak kunjung menciumnya, Karina membuka satu matanya untuk melihat apa yang dilakukan Jeno. Karina melihat tatapan Jeno yang ragu terhadapnya.

"Kalau ga mau bantuin ya udmmpppp"belum sempat protes Karina yang ingin bicara itu bibirnya sudah lahap oleh Jeno.

Jeno melumat bibir kenyal Karina dengan lembut yang membuat Karina terkejut dan melotot tak percaya. Namun tangan kiri Jeno dengan cepat menutup mata Karina dengan halus.

"Nikmati"cetus Jeno tanpa melepaskan bibir mereka.

Jeno sebenarnya hanya ingin melumat bibir Karina saja namun secara tidak sengaja Jeno mengigit bibir bawah Karina yang menyebabkan Karina reflek membuka mulutnya dan itu menjadi kesempatan Jeno untuk masuk lebih dalam dimulut Karina.

Karina yang terkejut itu mencengkram pundak kanan Jeno. Ia merasa ini bukan hal yang baik. Namun Tangan Jeno menarik pergelangan tangan Karina dan membawanya kesamping mereka. Jeno menekan erat tangan Karina agar Jeno bebas memperdalam ciuman mereka.

Jeno sangat menikmati ciuman mereka. Lidahnya mengabsen satu persatu gigi Karina hingga mengeluarkan suara suara basah didalam kamar yang hening itu. Jeno yang awalnya lembut berubah menjadi sedikit brutal dalam ciuman mereka yang membuat Karina kwalahan untuk mengimbangi Jeno.

DESTINY By Nana JaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang