18+
Please bijak ya!!!
Entah bisa disebut takdir atau tidak namun pada akhirnya dia kembali.
***
Setelah itu ternyata tidak bisa kembali seperti semula,
Semua Hening....
Semua Hilang.....
Start : 10 Mar 2022
End : 14 Mar 2024
#7 in Menulis (11/05/2...
"Sudah berapa bulan ini mr. Jaehyun?"tanya pria bertubuh tinggi dengan senyum sinisnya.
"Maaf, akan saya lunasi segera mr"jawab Jaehyun mempertahankan wibawanya.
Pria itu tersenyum dengan lebar seolah meremehkan Jaehyun. "Mau sampai kapan? Saya sudah buang buang waktu untuk menagih hutan kamu"ucapnya.
"Tunggu adik saya sehat total, saya akan berusaha secepatnya setelah itu"ucap Jaehyun menyakinkan.
"Oh ya, dalam perjanjian kita bukankah adik anda bisa dijadikan jaminan jika hutang anda tidak lunas dalam waktu 4 bulan bukan?"tanya pria itu remeh.
"Jangan, tidak untuk adik saya. Saya benar benar akan melunasinya. Saya mohon tunggu beberapa bulan lagi"jawab Jaehyun dengan mental mulai turun.
"Ehmm, mr Jaehyun saya akan mencari informasi tentang adik yang anda jadikan jaminan itu"ucap pria itu lalu melangkah pergi menyisakan Jaehyun dengan ekspresi takut.
"Tidak, jangan sampai dia menyentuh Karina"ucap Jaehyun lirih.
***
Haechan, Jaemin dan Jeno, tiga manusia yang sedang berpesta diruang tengah yang kecil sambil mendengarkan galau. Pesta tapi galau ya begitu lahh hanya Jaemin dengan perasaan senang menikmati soju yang dibelinya.
Pop pop pop
Pop pop pop
Pop pop pop
"BANGG HAPE LO ANJING BERISIK"teriak Jaemin kesal mendengarkan Handphone Haechan sejak tadi berdering.
"CAPEK GUE CAPEKK"teriak Haechan frustasi yang membuat Jeno dan Jaemin sama sama terkejutnya dan reflek Jaemin mematikan lagu galaunya.
Dengan cepat Jeno melihat yang nelepon Haechan dengan sekilan dan nampak nama Jaehyun lah yang tertera di layer itu.
"Biar Jeno yang angkat?"tanya Jeno dan Haechan hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah handphone itu berbunyi kembali dengan cepat Haechan berdiri dan menjauh untuk mengangkat telfon dari Jaehyun itu.
"Masalah duit lagi nih bau baunya"tebak Jaemin dan di angguki oleh Jeno.
"Butuh Jen, lo punya duit sekarang?"tanya Jaemin antusias.
"Kaga, duit gue udah kekuras habis"jawab Jeno sambil menunduk dan terseyum hambar. Jaemin yang melihatnya merasa keadaan sekarang sangatlah berat. Kekurangan uang adalah masalah utama dalam cerita ini. Wkwkwk
"GUE UDAH BILANG GUE UDAH KAGA ADA DUIT LAGI!!! KALAU LO MAU JANTUNG GUE JUAL AJA UDAHH CAPEKKK GUEEE!!!"teriak Haechan dari balkon yang membuat Jeno dan Jaemin seketika saling pandang.
"Awas Jen, takut loncat tuh pudu"ucap Jaemin yang terkejut dengan Haechan yang teriak lalu mematikan sambungan telfonya.
Jeno yang melihat Haechan sedang dalam keadaan marah sambil berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu dengan keras.
BRAKKKK
"KAGET SETAN!"teriak Jaemin yang terkejut saat ingin menenggak sojunya. "Jangan dulu Jen, nanti aja kalau dia udah tenang"lanjut Jaemin yang melihat Jeno akan beranjak menyusul Haechan.
"Huhh bener juga"ucap Jeno setuju dengan Jaemin.
"Mending lo cari duit sana Jen, Karina lagi butuh duit itu"ucap Jaemin.
"KOK LO TAU?"tanya Jeno terkejut dengan Jaemin yang sudah mengetahui Karina.
"Gue ga bodoh bodoh amat kali Jen, lo ngelunasin hutangnya kak Haechan, jauh jauh kesini nyari inpo sana sini kalau bukan buat pujaan hati emang buat siapa"jelas Jaemin dan Jeno hanya bengong bingung.
"Gue dapet duit dari mana lagi ya Jaem? Ga mungkin minta ke donghae kan?"tanya Jeno putus asa.
"Lo masih inget tante Jessie ga?"tanya Jaemin.
"Inget, kenapa?"tanya Jeno
Dengan muka menggoda dan alis yang naik turun Jaemin berkata "Lo gamau godain sugar momy Jessie buat kuras duitnya?"
"MATALO"ucap Jeno lalu pergi meninggalkan Jaemin yang tertawa puas.
***
Ada yang bisa tebak pria tinggi itu siapa?? yang bener aku kasih hadiah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.