Part 19

453 28 1
                                        

Semester 6, saatnya seluruh mahasiswa melaksanakan proses magang. Banyak yang khawatir untuk masuk ke perusahaan teranama disana. Namun, beda lagi dengan para jantan dan betina yang sedang berkumpul itu. Mereka sudah siap untuk tidak ngapa ngapain selama magang. Hanya duduk dan terima surat lulus beserta gaji bulanan.

"Gue di perusahaan kakek gue"jawab Chenle sambil memfoto surat edaran magang dan dikirim ke ponsel kakenya.

"Beban banget anjir jadi cucu"seru Yangyang.

"Biar lah, jadi warisan gue ntar lagi"balas Chenle dengan senang.

"Lo doain kakek lo cepet mati le?"tanya Jaemin yang terkejut dengan ucapan Chenle.

"Engga sih, tapi kalau mati besok gue mah seneng seneng aja"jawab Chenle santai.

"Astagfirullah anak setan!"ucap Renjun sambil mengelus dada melihat kelakuan kawannya.

"Kok gitu? Kalau gue dapet warisan, lo juga pada seneng kan?"tanya Chenle dengan wajah heran.

"Woyya pasti dong wkkwkkw"jawab Jaemin semangat dan diangguki Renjun.

"Btw, lo mau magang dimana Jen?"tanya Mark setelah membaca cermat surat edaran.

"Bokap gue"jawab Jeno santai sambil meneguk soda yang ia beli tadi.

"Janganlah Jen"sela Jaemin dengan wajah memelas.

"Kenapa?perusahaan bokap sendiri kok lo kaga bolehin?"tanya Jeno kaget.

"Terus gue gimana anjiir? Kalau udah ada lo yang masuk???"tanya Jaemin sambil mendekat ke Jeno.

"Kenapa sih? Kalau mau gabung ya gabung aja"jawab Jeno sambil mendorong Jaemin agar lebih jauh darinya saat ini. 

"Emang bisa perusahaan bokap lo nerima lebih dari satu?"tanya Yangyang sambil mendekati Jeno juga.

"Huum gimana tuh?"tanya Jaemin sambil memegang tangan Jeno.

"Ishhh lepas"celetuk Jeno sambil melepas tangan Jaemin dari lenganya. "Ya bisa aja, lo bilang aja ke Donghae sono"lanjutnya.

"Perlu surat permohonan ke Donghae ga?"tanya Yangyang.

"Mulutnya mulutnya manggil orang tua"sela Renjun dengan menggelengkan kepalanya.

"Gausah, bilang aja langsung atau telfon"jawab Jeno sambil melirik Jaemin dan Yangyang yang terlihat sangat memperhatikannya.

"Okkee gue telfon sekarang"ucap Jaemin semangat lalu menjauh dari kawan kawanya untuk menelfon pemilik perusahaan terbesar di Korea itu.

"Oke, otw telfon Donghae"seru Yangyang hendak mengambil ponselnya.

"Yang, lo ikut gue aja"ajak Chenle.

"We? Ogah ahh ke china, ntar ketemu bokap nyokap gue"tolak Yangyang sambil menggelengkan kepala.

"Ayolah, gajinya lebih gede dari punya Donghae plus free holiwings tiap malem "tawar Chenle sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Emm kalau masalah itu sih ayok aja gue, tapi bokap gue kalau tau gimana?"tanya Yangyang.

"Sini sini deket sama dady"ucap Chenle sambil mengawe yangyang dengan tanganya.

"Mari atur strategi"gumam Yangyang senang lalu mendekat ke Chenle.

Sementara Jaemin, Yangyang, Chenle dan Jeno sudah punya pandangan. Beda lagi dengan Mark yang masih bingung untuk memilih perusahaan mana yang akan ia masuki dan untuk Renjun akan berencana masuk ke perusahaan milik ayahnya yang juga ada di China.

"JENNNNNN!!"teriak Jaemin sambil berlari kearah Jeno dengan wajah cemas.

"Ada apa sih?"tanya Jeno risih dengan teriakan Jaemin.

"Gue tadi keceplosan manggil bokap lo Donghae"jawab Jaemin dengan melotot.

"Kannn.. bego banget sih kwkwkkwkwk"seru Renjun yang bahagia melihat kebodohan Jaemin. "Gimana lo manggilnya?"tanyanya.

"Gini, dia nanya 'ada apa Jaem?' terus gue jawab 'gue mau magang ditempat lo bisa ga Donghae?' GITUUUUUUUU!!! HUAAA"jelas Jaemin dengan wajah sedihh.

"Terus bokap gue gimana responya?"tanya Jeno sambil tersenyum melihat Jaemin.

"No respon, langsung dimatiin hikss"jawab Jaemin sambil menyilangkan tanganya membentuk tanda X.

"Dah cari perusahaan lain lo BEGOOOO!"seru Renjun.

"Turut berduka cita Jaem, gue gabisa bantu"celetuk Jeno sambil berdiri menepuk Pundak Jaemin lalu pergi meninggalkan kampus untuk pulang.

**

Ditempat lain sekelompok perempuan dengan visual yang tak bisa disamain itu juga membahas tentang perusahaan yang akan dimasuki.

"Karina lo pasti di tempat kak Jaehyun ya? Enak banget tiap hari liat wajah ganteng opppa Jaehyun"seru Ningning sambil membanyangkan wajah ganteng Jaehyun.

"Dih cowo mulu otak lo dan lo sendiri mau dimana?"tanya Winter membuyarkan bayangan ganteng Ningning.

"Gue diperusahaan kakek Chenle"jawab Ningning santai sambil menegakan badanya.

"WHAT? LO PACARAN SAMA CHENLE?"tanya Giselle shock.

"ENGGAK YAA!! Bokap gue masih saudaraan sama bokapnya Chenle, jadi mereka bilang kalau gue di perusahaannya kakeknya Chenle aja"jawab Ningning kaget.

"Ohh, gue kira lo pacaran sama Chenle. Gue kaget banget gila kalau lo pacaran sama ATM satu tu "ucap Winter.

"Btw, bener lo numpang kak Jaehyun?"tanya Giselle.

"Gue tadi di telfon om Donghae, disuruh magang disana"jawab Karina sambil memasukan surat edaran ke mapnya kembali.

"Wuihhh, lewat jalur apa lo masuk sana?"tanya Ningning kagum.

"Jalur calon mertua eakkk"celetuk Winter menggoda Karina.

"Engga ya, gue pinter aja mangkanya perusahaan om Donghae tertarik sama gue"ucap Karina sombong.

"Dih, gue kemarin denger dari kating kalau perusahaannya Jeno tuh susah didapetin"seru Giselle sambil mengambil minumnya.

"Huum iya, tapi kalau tahun kita gimana ya ntar? Siapa yang masuk selain Jeno sma Karina?"tanya Ningning.

"Mana kutahu"jawab Karina sambil mengangkat bahunya.

"Yaudah deh, yuk pulang yuk"ajak Winter yang sudah lapar ingin makan masakan rumah.

"Tumben nih anak ngajak pulang"seru Giselle sambil merapikan barangnya. "Biasanya ngajak ke club"lanjut Giselle.

"Laper, mumpung nyokap pulang jadi masak"balas Winter. 

****









DESTINY By Nana JaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang