3. 195 D : Cotton Candy Ice Cream

108 23 3
                                        

🥀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🥀

"Yakin beliin es krim buat Barack? Bukannya dia––

––dengar ya, Azhar. Barack itu cuman kakinya yang terkirim bukan demam jadi gapapa deh kayaknya."

"Nah itu aja kamu ga yakin, Han. Nanti kalau anaknya makin sakit gimana?"

Yohan menatap es krim rasa cotton candy ditangannya dan Azhar bergantian. Bahkan matanya mengerjap bingung mencari jawaban.

Pada akhirnya pun, anak itu berdecak sebal.

"Ah udahlah, gas aja. Nanti keburu malem Zhar. Es krim nya juga cair nanti,"

"Yaudah deh terserah kamu, nanti kalau Barack malah flu apalagi sampai demam–– tanggung jawab!!"

"Ish, iya."





"Lho? Kok kalian ga ngomong mau datang kan bisa om siapin cemilan." Pintu rumah itu dibuka oleh papa nya Barack, Jeffrian Ali atau mereka biasa memanggilnya dengan om Jeje.

"Hehe, maaf om kalau mendadak. Harusnya sih dua hari lalu tapi batal," balas Azhar sembari cengengesan.

Jeffrian mengangguk pelan. Setelahnya mempersilahkan dua anak Adam itu masuk kerumahnya.

Ia pun berteriak, "Barack!! Berhenti dulu main game nya, ada Azhar sama Yohan nih."

"Iya, pa!!"

"Gih, keatas. Barack ga turun sama sekali karena dia bilang kaki nya nyeri lagi."

"Oh yaudah, kita duluan ya om. Yohan, ayo!!"

"Permisi om!!"






"Nih!" Yohan sodorkan paper bag berisi es krim kesukaan Barack itu pada orangnya.

"Aciee tau aja yang aku pengen, hehe. Makasih Yohan."

"Sama-sama."

"Omong-omong, kakinya masih nyeri ya? Apa perlu aku bilang ayah buat periksa lagi?" Kata Azhar.

"Eh ga usah, Zhar. Tadi tuh kaki ku kepentok kaki meja, ga sengaja. Lagian ini udah mendingan kok palingan lima hari lagi udah bisa ke sekolah."

Yohan menaikkan alis, "Bukannya harus tunggu dua Minggu setelah kejadian ya?"

"Aku tuh males dirumah, bosen. Pengennya ketemu kalian aja ke sekolah tapi papa belum bolehin, makanya aku bilang––

––jadi kamu bohong ke om Jeje kalau kaki nya udah baikan?" Potong Azhar tak percaya.

Barack menggeleng panik.

"G-ga gitu, Zhar. Cuman––

––bohong boleh tapi jangan keterusan, nanti jadi kebiasaan. Lebih baik kamu jujur aja ke om Jeje biar kakinya bisa beneran sembuh. Kalau kamu paksain diri yang ada nanti tambah sakit."

"Iya, maaf aku salah."

"Gapapa, jangan diulangin ya Barack!"






"Karena kaki mu masih harus digunakan untuk mengejar impian mu dimasa depan nanti!!"

🥀

Makasih buat respon baik kalian tentang cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Makasih buat respon baik kalian tentang cerita ini. Seperti sebelumnya,

Enjoy and see you 💐

The Perfect Ending || EPEX✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang