"sayang, biar aku suruh orang saja yang jemput ya? Diluar hujan lebat" Istri Sakumo memegang tangannya. Sakumo mencoba menolak, bagaimanapun ia sudah berjanji dengan anaknya bahwa ia akan selalu menjemput dan mengantarnya ke sekolah.
"Tidak, aku tidak bisa. Aku sudah berjanji" Sakumo menoleh ke belakang ke arah istrinya.
"Tapi hujan seperti ini berbahaya, bukan?" Pujuk istrinya lagi. Entah mengapa, saat ini ia punya perasaan yang benar-benar buruk.
"Tapi Kakashi akan sendirian? Bukankah dia juga diluar? Dan itu juga akan berbahaya untuknya." Tolak Sakumo lagi.
Mendengar itu, sang istri tak mencegah lagi, ia menarik nafasnya berat.
"Hah.. kalau begitu biarkan aku ikut" Desahnya pasrah.
"Kau yakin?" Tanya Sakumo sedikit ragu.
"Tentu saja, sudah.. ayo cepat" istrinya langsung berbalik untuk mengambil payung dan kunci mobil.
Sakumo hanya melihat, sejujurnya.. ia agak tak yakin dengan apa yang mereka lakukan sekarang. Jujur saja, belakangan ini... Sakumo sering bertengkar dengan istrinya. Tapi tetap saja, pertengkaran itu pasti bisa selesai karna istrinya akan mengalah. Ia merasa sangat egois, karna selalu meminta menang di setiap pertengkaran mereka.
----
"Sangat lebat.." ujar istrinya yang tengah menyetir.
"Sayang, ada yang ingin ku bicarakan" Sakumo akhirnya memulai percakapan. Tatapan mata kosongnya akhirnya berhasil ia matikan.
"Jangan sekarang, aku mohon.. aku tak ingin bertengkar." Istrinya tau kemana tujunya percakapan yang akan dibawa Sakumo ini. Ia sebenarnya tak ingin berkata seperti itu, tapi jika tidak.. mereka pasti akan bertengkar lagi.
"Aku lelah.." ucap Sakumo tak memperdulikan perkataan istrinya. Matanya kembali menatap kebawah. Ia tak merasakan apapun sekarang, ia hanya merasa.. lelah.
Istrinya tak dapat mengatakan apapun. Hujan yang benar-benar deras itu, sangat berhasil membuatnya kewalahan. Kaca depan mobilnya bahkan benar-benar buram.
"Tidak bisa kah, kita merawat Kakashi bersama? Aku lelah sendirian." Ucap Sakumo lagi. Ini dia, akhirnya lolos juga pertanyaan yang ditakuti istrinya itu dimulut suaminya.
"Sakumo kamu tau..-"
"Aku mohon..." Belum sempat istrinya menyelesaikan tolehan kepalanya, Sakumo lantas memotong kalimat yang akan dikatakan sang istri.
"Kakashi.. dia lebih butuh seorang ibu, bukan lebih butuh seorang ayah." Istrinya tertegup. Terdiam tak dapat berkata lagi. Benar, yang dikatakan Sakumo benar, dan ia memang sudah tau itu.
Tapi walau benar.. situasinya tidak bisa. Kakashi harus di didik dengan benar, dan ia lebih membutuhkan pendidikan dari ayahnya. Sakumo pasti tau, anaknya lah yang akan menjadi pewaris keluarganya. Dan untuk menjadi pewaris.. Kakashi harus di didik oleh kepala keluarga rumah mereka. Dan orang itu adalah Sakumo sendiri.
"Kau adalah impiannya. Aku.. tak bisa mengatakan lebih. Aku lelah.." ucap Sakumo lagi. Matanya masih sama, ia masih tetap menundukkan kepalanya. Walau, istrinya sering kali menoleh karna merasa tersentak.
"Aku akan usahakan aku pulang cepat" istrinya merasa putus asa dengan topik yang mereka bicarakan kali ini.
"Sampai kapan? Kau akan mengatakan hal itu." Sakumo akhirnya menoleh. Istrinya tersentak. Ia melihat Sakumo yang mengerutkan wajahnya, seperti marah. Tidak, tapi seperti kecewa. Dan sekarang, ia benar-benar tak tau apa yang harus ia katakan.
"Keluarga yang kita impikan bersama, bukan seperti ini. Dan kau tau betul, kau jarang pulang kerumah. Jikapun pulang, kau pasti pulang menjelang pagi dan tertidur karna kelelahan." Sakumo kembali bersuara, ia menyampaikan semuanya, semua yang ia rasakan bertahun-tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD ROMANCE [KakaIru]
Teen Fiction!! END !! [Lanjutan s2 disebelahnya book ini, KakaYama] Sampai akhir, aku tau kamu yang paling sempurna. --- Seluruh karakter milik Masashi Kishimoto. Cerita pendek dengan latar belakang Anime Naruto atau dunia random. Harap Enjoy
![BAD ROMANCE [KakaIru]](https://img.wattpad.com/cover/297670405-64-k939885.jpg)