Satu suapan.
Hanya butuh satu suapan untuk bisa menilai dan menggagumi es krim rasa mint choco yang katanya akan terasa seperti memakan pasta gigi orang dewasa. Menurutnya rasa es krim ini sangat lezat dan patut dijadikan list es krim favorit Taehyung. "Hemm ... ini sangat enak! Taetae suka!" seru Taehyung, sedangkan Jimin, Jungkook, dan Hoseok memandangnya dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan. "Kau memang aneh, Baby Tae," katanya dan ditambah Jimin, "benar-benar aneh!"
"Kenapa aneh sih?" tanya Taehyung polos. "Tentu saja, mana ada orang suka memakan pasta gigi hiiiii," jawab Jimin dengan tubuh yang merinding. Padahal sekarang lagi booming rasa mint choco.
"Aby Koo bole oba?" Jungkook penasaran dengan rasanya saat Taehyung memakannya terlihat sangat lezat. Tentu saja Taehyung langsung menyendok dan menyuapi sang adik dengan rasa bangga. Dalam batinnya Jungkook pasti sangat jatuh cinta dengan rasa mint choco ini seperti dirinya. Namun naas, khayalan tetaplah khayalan, kenyataannya Jungkook langsung memuntahkan es krimnya. "Ih, lasanya huweekk! Aby Koo itak utaaa! Uweekkk!" Taehyung memandangnya dengan sisi bibir kiri yang terangkat. "Aneh! Padahal enak." Taehyung lanjut menghabiskan es krimnya.
"Bagaimana hari ini? Paman Hobi sudah dimaafkan?" tanyanya tiba-tiba. Trio kebo membuat gestur seolah-olah sedang berpikir dengan serius. Lalu Jimin yang mewakilinya, "okei, jika paman Hobi memaksa. Kita maafkan." Hoseok menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan drama trio kebo ini.
Setelah mereka menghabiskan es krim, Hoseok mengajak semuanya pulang. Namun saat akan berdiri, tiba-tiba Baby Koo berteriak kencang, "Aby Koo ebelet pipis!" Dan membuat semua pengunjung menoleh padanya. Dengan tangan yang direntangkan meminta bantuan dari sang paman untuk menggendongnya dan segera pergi ke toilet karena situasi saat ini sangatlah urgent! Harus segera ditangani.
Hoseok membungkuk malu pada pengunjung yang merasah terganggu dengan teriakan ponakannya barusan. Dirinya sesekali misuh-misuh karena Namjoon tadi lupa tidak memakaikan anak ini popok. "Dasar Namjoon bodoh! Awas saja kau nanti kalau aku sudah di rumah." Pokoknya ada satu peraturan bagi Hoseok jika Jungkook dia ajak main keluar harus memakai popok. Hanya itu padahal, tapi Namjoon tetaplah Namjoon. Sangat ceroboh.
Setelah beres dengan urusan Jungkook, Hoseok kembali dangan perasaan lega karena Jimin dan Taehyung masih berada di tempat dan tidak kemana-mana. Dua kebo itu malah tertidur dengan nyenyak disana.
Jimin dan Taehyung merasa mengantuk dan kelelahan habis berbelanja banyak mainan tadi. Hal itu sungguh menguras tenaga. Akhirnya Hoseok meminta bantuan pelayan untuk memindahkan kedua ponakannya itu ke dalam mobil. Baiklah, mari tinggalkan Hoseok yang kerepotan sendiri, kita beralih pada Namjoon dan kedua kakaknya yang habis mengantarkan istri meraka ke bandara.
Namjoon ingin meminta pendapat dari meraka apakah perusahaannya harus atau tidak menerima kerja sama dengan perusahaan yang terkenal tapi katanya sangat beresiko karena simpang siur berita yang berkata jika perusahan tersebut penipu. Namun perusahaan itu masih berdiri sampai sekarang. Aneh bukan? Maka dari itu Namjoon menanyakannya pada sang kakak yang memiliki pengalaman lebih banyak darinya.
"Menurutku jangan ambil resiko, Joon. Sangat berbahaya melihat berita simpang siur seperti itu." Yoongi berkata sembari melihat-lihat berita pada iPad miliknya. Saat Yoongi melihat beritanya yang muncul adalah berita negatif, namun pada laptop Namjoon malah sebaliknya. Berita tentang prestasi yang sudah didapatkan oleh perusahaan tersebut membuatnya berpikir kembali. Sepertinya bukan hal yang sulit untuk mempercayai perusahaan ini dengan melihat prestasi itu semua. Seokjin yang tengah mengerjakan kerjaannya pun ikut menimbrung. "Bukankah pengusaha memang harus mengambil resiko besar untuk membuatnya menjadi pengusaha yang sukses?" Mendengar ucapan tersebut, Namjoon semakin termotivasi untuk menerima kerjasama ini.
"Terimakasih Hyung, aku akan kembali ke ruang kerjaku." Namjoon berdiri dengan membawa laptop dan secangkir teh hangat. Yoongi mendangakkan kepalanya melihat Namjoon. "Kau akan menerimanya?" tanya Yoongi penasaran. "Tentu saja. Doakan yang terbaik untuk adikmu ini hyung," jawabnya dengan tersenyum lalu pergi meninggalkan kakak-kakaknya. Entah kenapa Yoongi tidak percaya karena hal-hal negatif terus saja terlihat saat dirinya membaca artikel tentang perusahaan itu.
Yoongi ikut berdiri untuk mencuci gelas kosong yang ada pada tangan kanannya. "Kau mau kemana?" Seokjin bertanya sambil tetap melihat laptopnya. "Mau mencuci gelas, mau sekalian aku cucikan gelas hyung?" tawarnya. Seokjin mengangguk setuju. "Terimakasih."
Tak lama setelah kegiatan Yoongi mencuci gelas, suara mobil terdengar dari luar. "Itu pasti Hobi." Yoongi mengelap tangannya dahulu mengunakan lap bermotif bunga-bunga milik istrinya, kemudian melangkahkan kaki menuju Hoseok. "Eoh, sudah sampai? Itu semua milik Baby-baby?" tanyanya melihat barang yang dikeluarkan dari mobil sangatlah banyak. "Iya Hyung, sudah jangan banyak bertanya, gendong anakmu ke kamar sana." Hoseok sedang sensitif saat ini karena lelah memomong ketiga ponakannya sekaligus.
Sesuai perintah Hoseok, Yoongi membawa sang anak untuk ditidurkan ke ranjang yang nyaman dengan memakaikannya selimut halus dan tidak lupa mencium kening sang anak lalu pergi untuk membicarakan sesuatu yang penting kepada Hoseok. "Hobi-ah, kau di dalam?" Yoongi mengetuk pintu kamar sang adik dan membuat Hoseok keluar kamar untuk memastikan ada orang yang memanggil namanya. Ternyata Yoongi-lagi, "kenapa lagi, Hyung?" tanyanya lemas. Sebenarnya Hoseok ini ingin bebersih lalu tidur dengan nyenyak. Tapi keinginannya tidak terpenuhi saat tangan kakaknya menarik untuk dibawah ke suatu tempat.
Di balkon atas-Yoongi membawa Hoseok. "Kau tau, Namjoon akan bekerja sama dengan perusahaan aneh dan mencurigakan," ujarnya memberitahukan rumor terbaru yang terjadi. Hoseok menyipitkan matanya tidak percaya. Lalu Yoongi melanjutkan, "apa yang barusan ku katakan adalah benar. Tadi Namjoon memberitahuku dan Seokjin hyung soal ini. Tapi Seokjin hyung tadi tidak konsentrasi, dia sedang mengerjakan kerjaannya yang harus selesai malam ini. Jadi tadi saat Namjoon melihat artikel tentang perusahaan itu yang keluar berita-berita positif, sedangkan saat aku melihatnya pada iPad ku yang keluar hanya berita negatif."
Hoseok menyerap ucapan kakaknya baik-baik. "Perusahaan itu masih baru atau sudah lama? Memang apa nama perusahaannya?" Hoseok mulai penasaran. "JW Company," jawaban tersebut membuat Hoseok terheran-heran. Sepertinya dia pernah mendengar perusahaan itu, tapi dimananya dia lupa.
"Oh, aku ingat!" teriaknya membuat Yoongi terkejut. "Kenapa teriak sih?!" kesalnya. "Aku ingat perusahaan itu, dulu temannku juga bekerjasama dengan perusahaan tersebut, Hyung," jelas Hoseok membuat Yoongi membulatkan matanya. "Serius?! Terus sekarang keadaannya bagaimana?" tanyanya penasaran. Hoseok pun menjawab dengan menepuk sisi kiri bahu sang kakak meyakinkan. "Tenang saja, Hyung. Perusahaan itu sangat aman dan menjamin kerjasama antara dua pihak selalu berjalan lancar." Setelah meyakinkan dengan kata-kata tersebut, Hoseok meninggalkan Yoongi sendirian. Namun tetap saja hati Yoongi masih merasa ada yang aneh dan tidak percaya dengan perusahaan itu.
-Baby Kookoo : 12~Fin
11.09.23
Hai semuanyaa (〃゚3゚〃)
pina balik dengan chapter baru yang sangat-sangatlah lama updatenya wqwq
maap kalau ada typo dan kata-kata yang salah karena udah lama ga nulis mums xixi
oh iya, gimana kabar kalian? semoga baik-baik saja 💗 makasih yang udah mau menyempatkan diri membaca kelanjutan cerita ini 💓 luv dari pina banyak-banyak 💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Kookoo
Fanfiction[DISARANKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Perebutan kekayaan dan harta warisan sering sekali terjadi. Apalagi pada keluarga kaya seperti keluarga Kim ini. Memang benar, kini perdebatan tengah terjadi dalam keluarga tersebut. Tapi perdebatan kali ini...
