[DISARANKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Perebutan kekayaan dan harta warisan sering sekali terjadi. Apalagi pada keluarga kaya seperti keluarga Kim ini. Memang benar, kini perdebatan tengah terjadi dalam keluarga tersebut. Tapi perdebatan kali ini...
Jimin berlari mengabaikan kakinya yang tidak memakai alas kaki. Biarkan saja, toh Jimin sedang malas memakai sandalnya yang bergambar anak ayam berwarna kuning itu. Tapi, lama-lama Jimin merasakan kakinya yang terasa seperti terbakar aspal yang ia pijak.
Akhirnya berakhir mendudukkan diri di salah satu bangku taman yang dekat dengan rumahnya. Ya kali Jimin berani minggat dari rumah jauh-jauh, kasihan nanti cacing dalam perutnya tidak ada yang memberi makan.
"Huffttt ... ternyata minggat dari rumah itu tidak enak. Baby Chim tidak akan mengulanginya lagi, huuu ...." Jimin mengatur nafasnya dan menyeka keringat didahinya.
Sesekali dia mengipas wajahnya dengan tangan kanannya yang mungil. Ternyata cuaca hari ini benar-benar panas, padahal kemarin malam hujan.
Mata Jimin melihat-lihat apakah ada seseorang yang menjual minuman atau semacamnya. Ah, rasanya tenggorokannya kering sekali. Tepat saat matanya tertuju pada sebuah kedai yang didepannya ada simbol es krim--alhasil, hal tersebut menarik Jimin untuk mendekat.
Sesampainya di depan kedai, Jimin mengetuk etalase dan memanggil pemiliknya.
"Permisi, Baby--eh! Jimin-ie mau beli es krim ...," ucap Jimin dengan sedikit teriak supaya sang pemilik toko bisa mendengarnya.
Tak berapa lama, keluarlah seorang wanita paruh baya. Dia adalah pemilik kedai es krim itu.
"Iya, Nak? Mau beli es krim, ya?" tanya wanita itu ramah.
Jimin mengangguk sebagai jawaban.
"Eoh? Namamu Kim Jimin, bukan? Anak dari Seokjin dan Jisoo, benar?" tanyanya kembali pada Jimin.
Sekali lagi Jimin dibuat mengangguk, tapi kali ini dia heran. Bagaimana bibi ini bisa tahu? Padahal ini baru pertama kali dia datang.
"Mau beli es krim apa? Ah, silahkan duduk dulu, Nak."
Jimin pun duduk menuruti perintah dari bibi pemilik kedai.
"Aku mau es krim Tangkeu Boy rasa buah pear, ada?" ucap Jimin setelahnya.
"Tentu saja ada, itu 'kan es krim kesukaanmu," jawab pemilik kedai sambil tersenyum manis dan memberikan es krim sesuai pesanan Jimin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(mungkin ada yang belum tau wkwk)
Mata Jimin berbinar-binar melihat es krim kesukaannya kini sudah ada di depannya. Jimin pun membuka dan memakan es krim itu seperti orang kehausan, membuat bibi pemilik kedai gemas melihatnya.
"Aigoo ... Apakah ayahmu tidak menyediakan stok di rumah? Jahat sekali Seokjin-ie itu," ujar wanita itu sambil merapikan rambut Jimin yang acak-acakan akibat berlari tadi.