[DISARANKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Perebutan kekayaan dan harta warisan sering sekali terjadi. Apalagi pada keluarga kaya seperti keluarga Kim ini. Memang benar, kini perdebatan tengah terjadi dalam keluarga tersebut. Tapi perdebatan kali ini...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading 💝
"Eomma!" teriak salah satu bayi yang ada di mansion besar keluarga Kim. Bayi tersebut tak lain dan tak bukan adalah Baby Tae. Yoongi yang memang memutuskan untuk work from home segera berlari secepat kilat ke kamar anaknya. Hatinya seperti mengadakan party didalam sana.
"Ada apa Baby Tae? Kenapa bangun-bangun sudah teriak-teriak, aigooook." Yoongi mendekat ke arah ranjang sang anak dan dengan polosnya Taehyung mengatakan sesuatu yang membuat Yoongi membulatkan mata. "Baby Tae mengompol, hehe."
Hari ini adalah hari dimulainya kegiatan semua orang, matahari yang sudah muncul sejak beberapa menit lalu membuat bayi lucu yang tubuhnya dibalut selimut tebal-hingga menjadikannya seperti kepompong-ikut terbangun saat mendengar suara Taehyung yang menggelegar seantero mansion.
Tidak pakai menangis, Jungkook menuruni ranjang tidur dengan keadaan masih menyelimuti dirinya memakai selimut dan membuatnya terjatuh dari ranjang, untung ranjangnya tidak terlalu tinggi jadi tidak terasa sakit 'kan selimutnya tebal.
Tubuhnya mengeliat ke depan seperti ulat bulu karena kakinya tidak bisa dikeluarkan terlilit selimut. Jika saat itu ayahnya tidak tahu, maka Jungkook akan seperti itu sampai ke kamar Taehyung.
"Astaga ada ulet bulu di dalam rumah," ucap Namjoon sembari menciumi wajah Jungkook gemas dan yang diciumi malah kesenangan. "Ish, tapi kok baunya asyem." Namjoon mengendus-endus tubuh bayi bogsornya.
"Itch! Aby Koo idak au! Aby Koo angi!" protesnya sebal. Sepertinya ayahnya ini tidak tahu jika Baby Kookoo adalah Baby terwangi diseluruh dunia.
"Tuyun! Tuyun!" Jungkook berontak dari gendongan sang ayah, ia ingin diturunkan karena kesal sudah dibilang bau asem.
Namjoon tidak punya tenaga untuk menghentikan berontak sang anak karena baru saja selesai menyapu dan mengepel seluruh rumah. Akhirnya Namjoon menurunkan dengan keadaan semula. Ya, Jungkook kembali berjalan dengan menggeliat seperti ulat bulu.
"Nananananana, eh kunti bogel! Ada ulat bulu raksasa!!!" Itu Hoseok yang akan mengawali paginya dengan sarapan dan secangkir kopi, namun dikagetkan dengan penampakan ulat bulu raksasa. Siapa yang tidak kaget.
Beruntung Hoseok tidak menjatuhkan piring dan cangkirnya. Bahaya kalau sampai itu terjadi. Sedangkan si pelaku bodoamat dan meneruskan jalannya menuju tujuan awal yaitu kamar Taehyung.
Yoongi yang akan keluar dari kamarnya pun ikut menjadi korban karena keberadaan ulat bulu raksasa itu. Untung Yoongi lelaki coll, jadi dia biasa saja.
Sesampainya di kamar Taehyung, Jungkook memdudukan dirinya di lantai dengan selimut yang masih melilit tubuhnya, tentu saja.
"Aby Tae, tenapa nangid?" tanyanya pada Taehyung yang kini sedang mengunyah sarapannya sendiri. Sarapan pagi ini sederhana, hanya sup bakso yang berisikan sayur-sayuran sehat seperti wortel, kol, brokoli dan lain sebagainya.
Taehyung hanya mengangkat bahunya cuek, seolah tidak mau memberitahu alasanya kenapa menangis.
"Baby Tae mengompol." Itu suara Jimin yang sudah rapi memakai tas ransel berwarna biru bergambarkan kartun kereta tersenyum dan jangan lupakan bedak yang menghiasi wajahnya secara abstrak. Bau minyak telon? Tentu saja.
"Ish, jangan diceritakan padanya," kata Taehyung tidak terima aibnya diumbar-umbar.
"Memang seperti itu kenyataannya." Jimin bodoamat dan mendapatkan bombastis side eye dari Taehyung.
Yoongi kembali ke kamar dan melihat ketiga bokem-bocil kematian-itu sudah berkumpul di sana. "Astaga, lihatlah Baby Chim yang sudah siap berangkat ke sekolah. Lihatlah Baby Tae malah masih sarapan belum mandi," ucapnya dengan membatin soal Jimin yang sudah memakai sepatunya di dalam rumah. Belum saja dia bertemu dengan Namjoon, pasti lelaki itu sangat frustasi karena pekerjaannya menyapu dan mengepel tadi sia-sia.
Namjoon yang kini tengah ikut sarapan dengan Hoseok pun tidak mengetahui kalau Jimin sedang memakai sepatunya di dalam rumah.
"Oh iya, Hyung. Kemarin aku sempat menentang mu untuk bekerja sama dengan Mil Corp bukan? Lalu semalam Yoongi Hyung memberitahuku kalau kau diajak bekerja sama dengan JW Company. Apakah benar Hyung?" tanya Hoseok setelah menyelesaikan makanannya.
Namjoon menunggu selesai mengunyah baru menjawab, "iya, benar, memang kenapa? Ada yang mencurigakan lagi?"
Hoseok memberi isyarat 'tidak' dengan kepalanya yang diarahkan ke kanan lalu ke kiri beberapa kali. "Menurutku JW Company adalah pilihan yang benar. Karena teman ku sendiri pernah bekerja sama dengan mereka dan kini perusahannya jadi memiliki banyak anak cabang dimana-mana."
"Kau yakin kita lebih baik bekerja sama dengannya?" tanya Namjoon antusias. Begitu antusiasnya sampai nasinya keluar dari tempat hingga mengenai wajah tampan Hoseok.
Hoseok hanya bisa menghela napas pasrah dengan kelakuan kakaknya. Perlu memakai cara apalagi dan memakai bahasa apa lagi untuk mengatakan bahwa dirinya setuju akan bekerja sama dengan JW Company.
"Iya, Hyung."
"Baiklah, hari ini kita pergi ke perusahaan mereka untuk melakukan tanda tangan kerja sama."