Sebelum mulai membaca, ada baiknya vote dulu dan jangan lupa komen yang banyak biar aku semangat updatenya, thingkyuuuu! ♥︎

Happy Reading 💝
"HA?!" Semua orang terkejut.
Bocah kesayangan semua orang hilang.
"Eh, Baby Koo kemana?" tanya Yoongi saat tidak melihat keberadaan buntalan kecil itu.
"Baby Koo juga hilang, Hyung. Ini semua ternyata ulah Wook," kata Namjoon lalu menceritakan semuanya dari awal Wook mengincar perusahaannya hingga ingin merebut istrinya. Dan sekarang rencana Wook adalah mengancam keluarganya dengan menjadikan anak-anak mereka sasaran.
"Wook yang akan bekerja sama dengan perusahaanmu?" Seokjin masih tidak bisa mencena ini semua. Kenapa orang itu mencari masalah dengannya? Tidak tahu saja dia sedang berhadapan dengan siapa.
"Iya, Hyung."
"Oke, aku akan memanggil polisi untuk datang kesini dan menyuruh semua penjaga disini menutup pintu keluar. Wook brengsek! Tidak tahu saja dia sudah membangunkan harimau tidur."
Mari kita biarkan para orang tua yang sedang merencanakan penangkapan Wook untuk menemukan anaknya. Kini kita beralih ke tempat dimana para bocil yang tengah dicari-cari sedang dibekap dengan selotip pada mulut dan tangan mungil mereka diikat ke belakang. Ya benar, itu semua ulah Wook. Tentu saja bersama dengan anak buahnya yang berjumlah tiga orang.
"Gimana, Bos? Kita harus segera membawa mereka keluar dari sini sebelum polisi datang," ucap salah satu anak buahnya yang berbadan besar dan tidak memiliki rambut alias botak. Dia adalah pemimpin dari anak buah yang lainnya.
"Kau takut? Hahaha, tidak akan semudah itu menangkapku," jawab Wook percaya diri. Kali ini keberadaanya sangat tidak mungkin dijamah oleh manusia manapun. Sebuah gudang kecil terbengkalai yang berjarak lumayan jauh dari hiruk pikuk manusia.
Para anak buahnya pun ikut tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan bosnya, namun langsung berhenti saat Wook menatap tajam ke arah mereka.
"Kalian urus saja itu tiga curut, aku mau membuat Namjoon semakin kesal lagi," perintahnya lalu meninggalkan tiga anak buahnya.
"Baik, Bos."
Setelah melihat sang bos sudah pergi jauh dari mereka, mereka pun menghela napas kesal.
"Pekerjaan apa ini?! Hanya menunggu bocah umur 5 tahun seperti orang bodoh," ucap salah satu diantara mereka.
"Eh cungkring! Syukur-syukur masih dikasih kerjaan sama bos."
Si cungkring yang merasa dirinya cungkring pun menjawab, "ya sudah, kau aja yang mengurusnya. Aku mau tidur dulu."
"Sialan. Aku juga mau tidur saja. Biarin mereka, toh mereka juga tidak bisa kabur."
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Kookoo
Fiksi Penggemar[DISARANKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Perebutan kekayaan dan harta warisan sering sekali terjadi. Apalagi pada keluarga kaya seperti keluarga Kim ini. Memang benar, kini perdebatan tengah terjadi dalam keluarga tersebut. Tapi perdebatan kali ini...
