[DISARANKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Perebutan kekayaan dan harta warisan sering sekali terjadi. Apalagi pada keluarga kaya seperti keluarga Kim ini. Memang benar, kini perdebatan tengah terjadi dalam keluarga tersebut. Tapi perdebatan kali ini...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading 💝
Hari ini jadwal Yoongi mengantarkan Jimin dan Taehyung ke sekolah. Tentu saja si bayi bontot ingin ikut ke sekolah. Katanya sih pengen tahu sekolah itu bagaimana.
Jungkook sudah siap sedia duduk di kursi depan dengan botol susu di tangannya dan sabuk pengaman yang sudah terpasang. Tidak lupa dengan wajahnya yang penuh dengan bedak bayi. Yoongi yang ada di sampingnya saja gemas ingin mencubit pipi gembul Jungkook.
"Timana Aby Tae dan Aby Ncim? Ama cetaliii," ucapnya sembari menekuk kedua tangan menandakan dirinya tengah sebal menunggu lama.
"Sabar ya, Baby Koo. Mungkin mereka masih memakai sepatu," ucap Yoongi menenangkan. Padahal tak lama setelah itu, Yoongi berteriak ke arah rumah, "Hoseok-ah! Kenapa lama sekali?! Cepat!!!"
Ckckck! Memang kesabarannya seperti tisu dibagi sepuluh.
Sedangkan yang tengah ditunggu malah asik memalak pamannya. Katanya lumayan buat tambah uang jajan. "Paman Hobi, mana uang saku untuk Baby Tae?" bocil inilah yang memulainya.
"Uang apa? Kalian sudah dapat uang saku 'kan?" tanya Hoseok heran.
Mereka berdua kompak menggelengkan kepalanya. Berbohong demi kebaikan dan kesejahteraan mereka berdua boleh 'kan?
Akhirnya tanpa banyak omong dan suara Yoongi yang sudah teriak-teriak itu pun membuat Hoseok langsung memberikan uang saku—lebih tepatnya tambahan uang saku—untuk mereka.
"Yeyyy! Terimakasih paman Hobi," ucap duo kebo itu dengan riang gembira. Berlari ke arah mobil yang sudah siap mengantar mereka ke sekolah.
Yoongi menjalankan mobilnya sesudah Taehyung dan Jimin naik. Disepanjang jalan Jungkook menghabiskan waktunya menikmati pemandangan di luar jendela sembari memakan permen jelly. Ya, kalian tahu permen jelly yang kenyal itu, tapi bedanya milik Jungkook bisa dikelupas, berbentuk buah-buahan dan yang akhir-akhir ini viral di tiktok. Ya, Jungkook tengah memakan permen jelly tersebut.
Taehyung yang tidak sengaja melihat Jungkook makan pun menginginkannya. "Eyyy, Baby Koo makan apa itu? Lihat Baby Chim, Baby Koo makan apa itu," panggilnya pada Jimin yang tengah melihat-lihat pemandangan diluar jendela.
Pusat perhatian Jimin kini sudah berganti pada Jungkook yang berada di kursi depannya. Otomatis Jimin harus memiringkan tubuhnya untuk melihat apa yang Jungkook makan. Pada saat itu Yoongi tanpa sengaja mengerem mendadak. Beruntung Jimin sudah memakai sabuk pengaman, jadi aman. Coba bayangkan kalau belum, pasti dia terjungkal ke depan. Itulah gunanya memakai sabuk pengaman mobil baik duduk di depan maupun belakang.
Akhinya Jimin bisa melihat apa yang Jungkook makan saat kejadian itu terjadi. Tetapi Jimin hanya cuek, pusat perhatiannya kembali ke awal. Membuat Taehyung kebingungan dengan sikap bocah satu ini. Tidak bisa diajak bekerja sama sekali.
Karena Taehyung sangat ingin memakan permen kenyal itu, ia pun mendekati Jimin lalu membisikkan, "bantu aku meminta permen jelly Baby Koo."
"Ya tinggal bilang saja." Lagi-lagi Jimin bersikap cuek. Benar sih solusi dari Jimin, tapi Taehyung takut tidak dikasih sama Jungkook. Anak ini sangat trust issue sekali.
"Takut tidak dikasih," ujar Taehyung lirih hampir tidak terdengar, untung Jimin tidak budeg.
"Tidak ada salahnya mencoba suatu hal Baby Taetae. Kata appa kalau kita takut mencoba, kita ga akan tahu hasilnya seperti apa." Bijak adalah Jimin saat ini. Ini jawaban paling bijak ditahun ini dari seorang Kim Jimin.
Setelah menimbang-nimbang ucapan Jimin barusan, akhirnya Taehyung memberanikan diri untuk meminta pada sang adik. "Baby Koo ... emm ... apa Baby Taetae boleh meminta permen itu?" tanyanya takut-takut sambil menunjuk ke arah botol permen yang Jungkook bawa.
"Oyehh," ucapnya sembari memberikan permennya pada Taehyung juga Jimin. Meskipun Jimin tidak meminta, tetapi Jungkook berinisiatif saja memberikan permennya pada semua. Jadi biar adil, biar tidak ada yang iri.
Taehyung tersenyum sumringah menerima permen dari Jungkook. "Terimakasih Baby Kookoo! Kamu memang adik terbaik yang pernah ada di muka bumi, alam semesta, alam ghoib, alam alien, alam semuanya," ucapnya bahagia.
"Terimakasih." Ya, ini jawaban Jimin. Dingin sekali, bbbrrrrrr. Entahlah, seperti ada yang disembunyikan dari sikap Jimin hari ini.
🚙
Ditempat lain dan waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang. Namjoon selaku direktur—ditemani dengan Hosoek yang tiba-tiba berganti profesi menjadi sekretaris—memasuki ruangan dimana mereka akan mengadakan rapat berserta penandatanganan kontrak dengan perusahaan bernama JW Company.
Sesampainya di dalam, mereka sudah disambut oleh pemilik perusahaan yang beberapa hari ini mengusik pikiran Namjoon karena berita simpang siurnya. Pemilik perusahaan tersebut bernama; Jeon Wook.
Pemuda berumur yang sepertinya sudah memasuki kepala lima itu tengah menghisap sebatang rokok dengan benda yang biasa disebut cangklong. Tubuhnya yang lumayan berisi—jangan lupakan perutnya yang membesar bagaikan hamil 4 bulan—itu mencoba berdiri untuk menyapa tamunya.
"Selamat siang," ucapnya sembari bersalaman dengan Namjoon dan Hoseok.
Begitupun sebaliknya, mereka menerima sapaan hangat dari orang tersebut. Beberapa detik mereka saling menatap, seolah-olah tengah melayangkan pertanyaan dari benak masing-masing. Seperti; apa ini benar orang yang kita cari?
Bagaikan seorang paranormal yang bisa membaca pikiran, orang tersebut pun berkata, "ekhm, kalian mencari Jeon Wook? Dia masih dalam perjalanan kemari karena baru flight dari Eropa menyelesaikan bisnis yang ada di sana. Dan perkenalkan aku adalah ayah dari pemilik perusahaan JW Company; Jeon Uk."
"Ah, baik Hwejang-nim, maafkan kami karena sempat terkejut tadi, dikarenakan yang saya tahu dari internet bukan anda orang yang kami cari. Sekali lagi kami mohon maaf," ujar Namjoon sopan.
"Em, tidak apa-apa. Maklum kalian pasti masih baru dalam dunia bisnis ini bukan? Kalian yakin akan menandatangani perjanjian kontrak kerjasama dengan anak saya setelah mengetahui berita simpang siur yang ada di luar sana?"
Belum juga Namjoon menjawab dan menyangkal kalau mereka bukan baru dalam dunia bisnis seperti ini, namun ada suara seseorang yang membuatnya berhenti bersuara. "Abeoji ... kenapa ada disini? Pengawal tolong bawa abeoji keluar dari ruangan ku," perintahnya kepada bodyguard nya.
Sang ayah menolak diajak keluar dengan digandeng bodyguard, beliau menepis keras lengannya yang digandeng beberapa para bodyguard, lalu mengatakan sesuatu kepada sang anak.
"Ingat, Wook-ah! Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga bau busuknya."
-Baby Kookoo : 14~Fin 26.12.23
gimana-gimana? masih seru ga sih? btw klo ada yang nemu plot hole atau yg ga nyambung gitu boleh kasih tahu aku ya... biar nanti aku langsung revisi dan biar kedepannya makin seruuu.
boleh juga kalian request sesuatu kayak misal; pengen baby koo ngambek smtaetaegrgr ga mau diajak main boneka.
atau semacamnya, boleh banget langsung komen, jangan sungkan ya ♡