Happy Reading
Arus yang membawa mereka berdua sampai sekarang ini, terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni bahkan pulau yang tidak terdaftar dari pengawalan sikel dan keluarga frea.
Frea yang senantiasa memeluk Raymond yang masih belum sadarkan diri begitu juga dengan frea. Ntah mereka sudah tidak bernafas atau masih bertahan, itu sudah ketentuan yang Maha Kuasa.
"Gen, apakah anak buah mu sudah menemukan pinguin ku dan Frea?... "
Gena menjawab dengan gelengan kepala, dan lagi2 kyro menangis di dalam pelukan sang sahabat sekaligus kekasih nya, ia telah berdoa bersungguh sungguh dan menjadi orang yang lebih baik lagi, tetapi kenapa doa nya belum di kabulkan, apa mereka harus bersabar sampai saat ini.
'Aku harus melakukan sesuatu, aku tidak bisa membuat kyro setiap jam menangis. Aku tidak akan pernah memaafkan mu davit' gena di pagi hari sudah di buat gelisah, pagi ini kyro benar2 tidak ingin sarapan, bahkan saat makan malam kyro tidak nafsu untuk makan dan yang pasti ia jadi nya tidak makan malam, walaupun gena sudah membujuk nya berkali kali.
Ternyata kepergian pinguin dan Frea memang sangat berpengaruh terhadap kyro, beda hal nya dengan sikel yang terus menerus mencari anak kesayangan nya, pekerjaan nya akan di kerjakan oleh sang suami serta anak angkat nya.
"Akhh.... S-sakit" Raymond dengan nafas yang terengah engah mencoba bangun tetapi selalu gagal, ia mencoba untuk berdiri dan mencari pertolongan, walaupun percuma mencari pertolongan.
"Ha.. Huuu... Haaa.. " Nafas Raymond yang memburu seakan akan ia di bukakan kembali pernapasan nya. Ia melihat ke samping saat ia sudah berhasil dengan posisi duduk nya, ia melihat Frea yang kondisi nya pucat sekali dan bibir nya kering.
"F-freaa bangun" Raymond mencoba menepuk nepuk pipi frea, tetapi percuma Raymond tidak melihat tanda2 pergerakan tubuh Frea.
"Frea... Hiks bangun, jangan membuat emon khawatir, emon takut disini menakutkan" Tangis nya sambil mengguncang guncang tubuh Frea, ia mencoba mendudukan tubuh Frea sama seperti posisi nya saat ini. Raymond memeluk Frea, memberi kehangatan.
Dengan sisa tenaga nya Raymond mulai menggendong Frea, ia menggunakan kayu yang kuat untuk menyangga keseimbangan nya. Iya terus berjalan dan berjalan, sampai menemukan beberapa ranting kayu serta batang kayu di sekitaran pohon2 besar dengan tumbuhan liar yang menjalar dan lebat.
Ia menaruh Frea dan memberi jaket nya untuk Frea, menutupi tubuh Frea menggunkan jaket nya, agar Frea tetap hangat dan merasa nyaman, tubuh Frea sekarang benar benar dingin saat Raymond sentuh.
"Aku harus membuat api unggun dan rumah singgah, serta yang harus aku lakukan pertama ada membersihkan tempat ini dulu" Raymond mengambil beberapa ranting serta batang kayu besar yang terletak tak jauh dari keberadaan Frea. Ia mengumpulkan dan menumpuk nya agar terlihat lebih rapih dahulu.
"Ahhh... Ini sungguh melelahkan"
Kruyuk kruyukkk~
Bunyi suara perut Raymond terdengar, dan Raymond hanya bisa cengar cengir dan menggaruk bagian kepala nya yang tak gatal.
"Hehehe... Aku benar2 sangat lapar, bagaimana cara ku untuk mendapatkan makanan" Raymond mulai pergi tidak jauh dari tempat nya berada sebelum nya, ia mengecup dahulu kening Frea sebelum mencari makanan, ia menaruh beberapa batang kayu disekeliling Frea, ia hanya takut ada binatang buas yang mendekati Frea saat Raymond tidak menjaga nya, dan hilang dari pantauan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BULLYING MY HUSBAND
RomansDi bully dengan teman sekampus✅ Dikhianati serta di duakan✅ Raymond yang mendapatkan kasih sayang setelah semua nya terjadi ✅ Terdampar di pulau bersama istri yang dahulu membenci nya✅ Tertangkap bersama orang pedalaman✅ Di dorong di sebuah tebing✅
