bab 4

1.6K 88 1
                                        

Hy

ketemu lagi

Selamat membaca

Setelah kepergian bunda jeon, ayah jeon dan semua kolage melihat kearah Kevin dan jeon secara bergantian. Jeon yang menyadari ketidaktahuan ayahnya langsung menjawab

" Kevin orang yang duduk di sebelah kanan ayah, dia kemaren je bantuin pas lagi terluka dan je bawa ke rumah" jelas jeon kepada ayahnya yang di angguki semua orang

" Jadi dia mengenalkan namanya dengan nama Kevin" tanya ayah jeon kepada jeon

Jeon hanya menganggukkan kepalanya menandakan pertanyaan ayahnya benar. Semua orang yang ada di ruang tamu langsung paham.

Kevin dan jeon sudah berada di kamar setelah semua kolage ayah jeon pulang.

Flash back on

Semua kolage ayah jeon sudah berdiri dan berpamitan termasuk Kevin namun saat Kevin ingin meninggalkan jeon, bunda dan ayah jeon, jeon langsung menarik tangan Kevin dengan terpaksa Kevin menghentikan langkahnya.

"Ada apa" tanya Kevin

Jeon sedikit berfikir sebelum menjawab pertanyaan Kevin " hmmm, ikut saya bentar oke" jawab jeon pelan namun masih bisa di dengar Kevin

Kevin menatap kedua orang tua jeon dan mereka menganggukkan kepalanya. Kevin melepaskan tangan jeon " oke,mau kemana"

Jeon tidak menjawab pertanyaan Kevin malah menarik tangan Kevin ke kamarnya

Flash back off

Kevin sudah duduk di tempat tidur jeon dan menatap jeon yang mundar mandir entah apa yang di cari.

" Anda nyari apa" Kevin berdiri dari duduknya

Jeon berjalan kerah Kevin dan menarik tangan Kevin agar kembali duduk. Jeon menaruh kotak P3K yang diambil barusan di atas nakas.

" Sekarang tuan Kevin buka bajunya ya" jeon menatap mata Kevin yang menatap jeon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan

" Kamu mau ngapain" Kevin mengernyitkan dahi nya

" Udah cepat, aku mau ngobatin luka kamu yang kemaren" jeon langsung membuka baju Kevin, Kevin hanya menurut saja saat jeon membuka bajunya dan mengobati lukanya dengan telaten.

Di luar kamar jeon terlihat bunda dan ayah jeon sedang menguping pembicaraan anak bungsu mereka.

" Apa mereka sedekat itu" tanya ayah jeon kepada bunda jeon

" Apa kamu berfikir hal yang sama dengan saya" tanya bunda jeon lagi ke ayah jeon

" Seperti nya begitu" kedua orang tersebut tersenyum dan kembali ke lantai 1.

Setelah kepergian bunda dan ayah jeon, jeon masih mengobati beberapa bekas luka yang ada di tubuh Kevin, tanpa di sadari Kevin tersenyum melihat wajah fokus jeon yang sedang mengobatinya.

" Khmm" deheman Kevin menghentikan jeon

Jeon mendongakkan kepalanya dan menatap Kevin polos " ada apa" tanya jeon

" Apa masih lama" Kevin membuang mungka kearah lain

Jeon kembali melihat ke arah tubuh Kevin yang penuh luka " tidak, sebentar lagi" jawab jeon

Beberapa saat setelah pembicaraan mereka tadi, jeon selesai mengobati luka Kevin. Jeon sudah membereskan peralatan kotak P3K yang di ambil tadi dan menaruhnya lagi di tempatnya.

Jeon tersenyum kerah Kevin dan mengangguk. Kevin berdiri dan mendekati jeon, Kevin memeluk jeon dan berbisik " terima kasih atas perhatiannya"

Jeon tersenyum dan membalas pelukan Kevin " sama-sama, jangan terluka lagi oke, janji sama Jeje" jeon melepaskan pelukannya dan mengangkat jari kelingkingnya

Kevin tersenyum dan mengaitkan jari kelingking mereka. Jeon tersenyum dan menghamburkan tubuhnya ke tubuh bidang Kevin.

"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku jeon, aku pastikan kamu tidak akan pernah pergi dari sisiku dan akan terus bahagia bersamaku" ucap Kevin dalam hatinya

*****

Beberapa hari setelah acara peluk-pelukan jeon dan Kevin, hubungan mereka semakin dekat dan tidak jarang Kevin yang menjadi supir pribadi jeon. Keluarga jeon juga sudah mengenal Kevin terutama ayah jeon karena mereka teman bisnis. Seperti hari ini, saat ketiga Abang dan ayah jeon tidak bisa mengantar jeon ke kampus, Kevin yang akan mengantar jeon.

" Sudah siap" tanya Kevin saat melihat jeon turun dari tangga

Jeon berlari kecil kerah Kevin " sudah" sembari senyumnya yang paling indah menurut Kevin

" Ya udah kita berangkat tapi pamit dulu sama bunda kamu" jelas Kevin

Langsung di angguki jeon, jeon berlari kearah dapur dan memeluk bundanya dari belakang.

" Bun, je pergi dulu ya" jeon mencium pipi bundanya

" Iya" bunda jeon berbalik dan mencium pipi jeon " hati-hati"

" Oke bunda"

" Kami pergi dulu Bun" kata Kevin yang berdiri di ambang pintu dapur

" Ya hati-hati, tolong jaga jeon ya Vin untuk bunda" ucap bunda jeon

Langsung di angguki Kevin.

Sesampai di kampus Kevin turun dan membukakan pintu untuk jeon, jeon tersenyum lebar saat mendapat kan perlakuan bak seorang putri oleh Kevin. Jeon turun dan mencium pipi kevin sekilas sebelum masuk ke kampus. Kevin yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya bisa mematung beberapa saat dan tersenyum.

" Dasar anak manja, bagaimana jika nanti kamu jadi istriku apa kamu masih se manja itu" monolog Kevin

Kevin tersenyum lagi dan langsung masuk mobil menuju ke kantornya.

Panggilan bunda dan ayah dari Kevin untuk orang tua jeon bermula saat Kevin bilang akan jagain jeon beberapa hari yang lalu dan bunda jeon langsung meminta Kevin untuk memanggil ayah, bunda dan Abang kepada keluarga jeon. Dengan senang hati Kevin menerima tawaran tersebut yang menandakan dia mendapat kan lampu hijau untuk dekat dengan jeon yang polos dan imut.

Terima kasih sudah membaca

Maaf kalau banyak typo

Jangan lupa

Vote

Dan

Komen agar aku bisa memperbaiki nya
❤️❤️❤️

for youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang