13. Shani, Kenapa?

2.1K 186 4
                                        

Malam ini Gracia termenung duduk di balkon rumahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam ini Gracia termenung duduk di balkon rumahnya. Ia tidak sendiri, disana juga ada Jinan, Feni dan Zee. Feni dan Jinan datang karena habis dihubungi oleh Zee. Ya, Zee menceritakan semuanya.

Gracia menatap langit-langit dimalam hari yang sama sekali tidak ada bintang. Seakan-akan langit pun ikut mendung mengikuti hati Shania Gracia.

"Gre, lo makan ya. Itu Mama lo udah buatin nasi goreng, kalau keras udah nggak enak" Ucap Jinan terus membujuk.

"Lo yang makan aja, Ji. Abisin aja nasi gorengnya, gue lagi nggak mau makan" Jawab Gracia.

"Yang bener, Gre? Kebetulan emang menggoda sih itu nasi gorengnya. Gue mak—" Ucapan Jinan terpotong setelah Feni menoyor kepalanya.

"Heh! Masih bisa-bisanya ambil jatah temen lo sendiri. Tadi kan udah dikasih sama Tante Reeva, Ji. Porsi lo juga sampe nambah. Masa iya mau ambil punya si Gre" Omel Feni.

"Itu Gre yang nyuruh, Fen. Ya kali nolak rezeki" Timpal Jinan.

"Nggak pokoknya! Ini punya Gre, Jinan!"

"Iya iya oke"

Zee hanya menggelengkan kepalanya. Jinan benar-benar lawak. Feni lelah menghadapi teman nya satu ini. Mungkin Feni merasa cuma dirinya yang paling waras diantara pertemanan mereka bertiga.

"Ci, makan ya? Zee yang suapin deh. Cici belum makan malem, nanti sakit" Sekarang Zee yang membujuk.

"Cici makan nya nanti aja, Zee. Ci Gre nggak laper" Jawab Gracia lagi-lagi menolak.

"Inget ya, Ci. Cici itu itu punya penyakit maag, Ci. Emang mau lambungnya kumat lagi gara-gara nggak makan? Jangan ya"

"Gre, gue tau sekarang lo lagi galau brutal. Tapi tolong jangan tinggalin makan lo. Gue nggak mau kejadian satu tahun yang lalu terulang kembali" Ujar Feni menambahkan.

Ya, satu tahun lalu Gracia pernah masuk rumah sakit lumayan lama karena penyakit lambungnya itu. Makanya, Feni sangat khawatir jika temannya ini akan mengulang kejadian tahun lalu.

"Iya, Gre. Makan buruan! Lo mau di suapin? Mau di suapin sama siapa? Gue, Feni atau Zee? Ngomong aja" Tanya Jinan.

Gracia diam.

"Gre, gue sama Jinan pamit pulang ya. Ini udah malem, besok kita harus sekolah. Besok kita ketemu lagi di sekolah ya. Lo jangan lupa makan, jangan lama-lama disini nanti masuk angin" Ujar Feni sangat perhatian.

"Gue tau lo pasti bisa lewatin nya, Gre. Cuma sementara kok. Gue yakin Shani pasti bakal ada disamping lo lagi. Yang sabar, ini konsekuensi dari apa yang lo lakuin ke Shani. Jangan egois. Jangan mau nya lo doang yang bikin sakit Shani, tapi giliran Shani yang giniin lo, lo nya nggak terima. Introspeksi diri, Gre" Seru Jinan yang otaknya memang terkadang lurus tiba-tiba.

"Tumben lurus pikiran lo, Ji. Tapi apa yang dibilang Jinan bener, Gre. Biarin Shani sendiri dulu, kalau dia sayang banget sama lo pasti dia nggak akan ninggalin lo. Tungguin Shani ya, Gre. Kita bakalan selalu ada disamping lo" Timpal Feni.

GLIMPSE OF US [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang