"A..aku malu." Jungkook tak membalas perkataan gadis itu, ia hanya diam memperhatikan gerak-gerik gadis itu. Rose akhirnya memilih melanjutkan makannya, percuma saja bila melawan pada akhirnya ia akan mengikuti perkataan Jungkook juga.
Tak lama Rose pun mengakhiri makananya.
"Jungkook.."
"Hmmm..."
"Bolehkah sisa makanan ini kubawa pulang, bisa kau lihat masih tersisa banyak." Tanya Rose sungkan. Jungkook diam sejenak, lalu ia meninggalkan kursinya. Ia terlihat menuju kasir.
Rose memukul kepalanya.
"Bodohnya kau Rose, omonganku mungkin menyinggung. Dia itu bos mu."
Lalu Rose melanjutkan monolognya lagi.
"Jika Jungkook tersinggung bisa saja aku dipecat...Arghhh..." Rose terlihat khawatir karena pikirannya sendiri.
"Nona.." Terdengar panggilan dari seorang pelayan, tetapi Rose belum sadar dari lamunannya.
"Nona..." Rose terkejut saat dirasa bahunya ditepuk.
"Ah...."
"Maafkan saya nona, saya sudah memanggil anda daritadi." Ujar pelayan itu dengan sopan.
"Ahh...iya maaf saya tadi melamun." Balas Rose sambil menyunggingkan senyumnya.
"Ini pesanan anda." Terlihat pelayan itu meletakan bungkusan makanan.
"Ah..Maaf saya tidak memesan ini." Ujar Rose kebingungan.
"Itu pesanan atas nama anda nona, tuan Jungkook sudah membayarnya." Jelas pelayan itu.
"Ahh...Iya iya." Rose terlihat kebingungan, lalu pelayan itu meninggalkannya.
Tak lama Jungkook menghampiri Rose yang masih kebingungan.
"Ayo kita pulang." Ujar Jungkook.
"Bagaimana dengan makanannya, sayang bila dibuang."
"Itu tidak dibuang, ada orang-orang yang masih mau menerima itu." Jelas Jungkook tetapi Rose terlihat bingung.
"Tapi.."
"Rose.." Ujar Jungkook memotong perkataan Rose. Ia pun dengan menghembuskan nafasnya.
Mau tak mau Rose mengikuti perkataan laki-laki yang berdiri didepannya.
Hening tanpa ada dari salah satu mereka yang berbicara hanya suara hujan yang terdengar ditelinga mereka, Jungkook fokus menyetir mobilnya sedangkan Rose dengan serius menatap air hujan yang menempel di kaca mobil. Pikirannya melayang meninggalkannya.
Sampai pada akhirnya mobil berhenti didepan sebuah rumah.
"Sudah sampai Nona Park." Kata Jungkook sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Iya.." Jawab Rose. Jungkook hanya tersenyum mendengar itu.
"Mmm..Terima kasih atas makanannya Jungkook." Kata Rose sambil mengangkat bungkusan makanan yang ia pegang.
"Tak masalah nona Park."
"Bukan kah sudah pernah kubilang, panggil saja Rose." Protes Rose.
"Baiklah, tunggu.." Junkook keluar dari mobilnya dan lari berputar untuk membukakan pintu untuk Rose.
"Terima kasih." Ucap Rose tersipu malu.
Terlihat Jungkook sedang membentangkan Jasnya untuk melindungk dari hujan, dan Rose mencoba membuka pagar rumahnya, tetapi pagar rumahnya ternyata tidak terkunci, dia berfikir apa dia lupa menguncinya tadi pagi, padahal Rose tidak pernah lupa untuk melakkannya sebelum berangkat kerja.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Rose By Any Other Name
RomanceUjian untuk seorang Roseane Park, dia harus memilih persimpangan jalan yang rumit. Apakah Keluarga sederhananya atau nafsu yang bergejolak di dalam dirinya.
