Apa kau memanggilku ?

608 93 6
                                        

Sudah seminggu sejak kejadian itu Rose benar-benar menghindar dari Jungkook, setelah pekerjaannya selesai ia selalu segera pulang dan syukurlah June mau menjemputnya.

Tetapi ia tidak bisa menghindari satu-satunya teman yang ia miliki. Brie, sahabatnya yang sangat perduli pada Rose.

"Hei Rosie!!"

Rose tersentak dari meja kerjanya karena kaget oleh suara temannya.

"Brieee!!! Bisakah kau sehari saja tidak mengagetkanku." Ujar Rose kesal.

"Aku tidak akan bisa tidur nyenyak bila sehari tidak menggodamu hahaha."

Rose hanya cemberut mendengar penuturan sahabatnya itu.

"Ayo kita makan, aku lapar." Ajak sahabatnya itu.

"Kau saja Brie."

Seakan mengerti Brie menarik paksa Rose.

"Briee...Apa yang kau lakukan."

"Ayoo....Biar aku yang bayar, aku tidak mau ditolak kali ini." Paksa Brie dan Rose hanya pasrah dan mengikutinya.

Mereka beranjak pergi menuju kafe yang tak jauh dari kantor mereka itu, jaraknya hanya terpaut dua gedung dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki tentunya.

"Ada yang ingin aku sampaikan Rosie." Kata Brie terlihat serius.

"Ada apa Brie, kenapa wajahmu terlihat serius." Rose khawatir menunggu kabar yang akan disampaikan.

"Hari ini aku resign dari pekerjaan."

"Resign ?"

"Ya benar sayang."

"Apa!!!!" Teriak Rose setelah sadar perkataan dari sahabatnya itu.

"Ini baru reaksi sahabatku khekhekhe."

"Tidak!! Aku tidak mau!" Rose terlihat khawatir.

"Maaf sayang, ini sudah menjadi keputusan yang bulat antara aku dan Mike, lagipula kau tau aku sedang mengandung." Jelas Brie sambil memasukan makanan kemulutnya.

"Ughh Mike selalu saja seperti itu, kenapa ia tidak bilang padaku."

"Maafkan aku sayang, dia juga menitipkan permintaan maafnya untukmu."

"Aku benci Mike!" Terlihat Rose sangat kesal.

"Heh...Bukankah kau yang mengenalkanku pada Mike, dan sekarang kau membencinya."

"Aku akan sendirian Brie, kau tau aku tidak punya teman dikantor, aku akan kesepian nanti." Ia tidak bisa menahan tangisnya lagi. Rose menangis hanya karena hal seperti ini, seakan mengerti Brie pun beranjak dari duduknya untuk pindah disebelah Rose. Ia Memeluk Rose dan mengelus-elus punggungnya.

"Aku takut Brie, kau tau bagaimana orang-orang kantor selalu memandang rendah diriku, selama ini aku kuat karena ada dirimu. Bisa saja aku nanti di bully, selama ini mereka takut karena aku adalah sahabatmu Brie. Dan..."

"Stop Rosie!!" Potong Brie, ia sangat kesal bila Rose mengungkit-ungkit soal itu.

"Sudah kubilang berapa kali, yang salah itu pikiranmu sendiri, kau terlalu memandang rendah dirimu sendiri, belum lagi pikiranmu yang selalu overthingking. Mereka tidak seperti itu." Brie mencoba menenangkan Rose.

Brie sangat tau bila Rose adalah seorang gadis yang rentan dan sangat lemah, karena itu ia sangat ingin melindungi sahabatnya bagaimanapun caranya.

"Ta..tapi aku takut."

"Kau bisa menghubungiku, laporkan padaku bila ada teman kantor yang membully mu, lagipula aku bisa main ke rumahmu atau kau yang kerumahku."

"Aku tidak mau!! Dirumahmu ada Mike, kau tau bukan dia sangat jahil padaku, dua kali lipat darimu." Jelas Rose sambil cemberut.

"Hahaha..kau sangat menggemaskan Rosie.... Dan sekarang makanlah yang banyak. Aku akan  mentraktirmu sampai pipimu menjadi bulat lagi hahaha." Ujar Brie sambil mencubit kedua pipi Rose dan Rose hanya bisa pasrah atas kejahilan sahabatnya itu.

"Ahh..iya." Pekik Brie membuat Rose terkejut lagi.

"Apalagi Brie, jangan mengejutkanku." Ujar Rose kesal.

"Kau masih berhutang penjelasan padaku!" Ujar Brie sambil memegang kedua pundak Rose.

"Hah...penjelasan soal apa Brie??" Rose terlihat bingung.

Brie mendekatkan badannya lalu berbisik ditelinga Rose.

"Hubungan gelap apa yang kau lakukan dengan Tuan Jungkook ?" Bisiknya dengan nada mengejek, mendengar itu sontak Rose kesal lagi dan lagi.

"Apa maksudmu Brie?!"

"Hmmm...Sepertinya memang terjadi sesuatu."

"Tidakk Bri!!! Tidak ada apa-apa antara aku dan dia."

"Fufufuufuu...menarik, bahkan kau menyebut tuan Jungkook 'Dia', temanku sudah menjadi gadis yang nakal."

"Jangan menggodaku Brie!"

Brie pun tertawa lepas melihat tingkah Rose yang seperti anak kecil yang merajuk.

"Cepat ceritakan, aku tak menerima penolakan."

Rose tidak bisa menghindar dari Brie, ia bingung bagaimana Rose selalu saja tak bisa untuk menolak permintaan sahabatnya itu. Jika ia menolak pasti akan berujung perdebatan panjang, dan akhirnya Rose juga yang kalah.

Rose cemberut lalu, lalu ia pun menceritakan semuanya dari awal sampai selesai.

"Hmmm..Jadi begitu ceritanya." Reaksi Brie setelah mendengar cerita Rose.

"Jadi ??" Tanya Rose penasaran dengan pendapat sahabatnya itu.

"Aku belum berani menyimpulkan, tetapi kurasa tuan Jungkook menyukaimu."

"Apa!! Benarkah ??"

Brie menyipitkan matanya dan menyungingkan senyum menyebalkannya.

"Ada apa dengan reaksimu itu fufufufu." Goda Brie.

"Ahhh...maksudku, i..itu tidak mungkin." Sanggah Rose secepat mungkin.

"Hmm..siapa yang tau Rosie.."

"Aku tidak mengenalnya, dan dia juga tidak mengenalku, kami cuma tiga kali bertemu itupun secara kebetulan, aku miskin dia kaya raya, aku karyawan biasa dan dia bosnya. Dari semua itu darimana kau bisa menyimpulkan sesuatu yang tidak masuk akal." Jelas Rose tanpa dengan lugas.

"Jangan-jangan dia sudah memata-mataimu sejak lama, ia mengirim anak buahnya untuk mencari segala informasi tentangmu. Lalu kau akan di sekap untuk dijadikan tawanan, pada akhirnya ia menyesal lalu mengungkapkan perasaannya. Tak lama kalian menikah." Balas Brie.

"Aagghhh kau terlalu banyak membaca novel romantis, bagaimana bisa aku menikahi dua pria. Aku akan setia pada June, titik." Sanggah Rose kesal pada sahabatnya yang cerewet itu.

"Rosie posie, semua buku yang kubaca itu dari rekomendasimu semua sayang ?" Balas Brie dengan merekahkan senyum kememangannya.

"Ughh..." Rose tidak bisa membalas sebuah fakta dari mulut tajam sahabatnya itu.

"Dengar Rosie, Aku tidak tau apa maksud tuan Jungkook mendekatimu. Tetapi laki-laki tetaplah laki-laki, pasti ada maksud terselubung didalamnya. Jika benar ia mendekatimu pilihannya ada ditanganmu. Aku sebagai sahabatmu hanya bisa mendukung apapun pilihanmu sayang." Ucap Bri lembut.

"Aku sudah bersuami Brie. Aku pasti akan memilih June, bila semua yang kau katakan benar. Tapi itu tidak akan mungkin, seorang Jeon Jungkook..."

"Apa kau memanggilku Rose ?"

Rose dan Brie terkejut saat melihat sosok yang bersuara itu.

*****

A Rose By Any Other NameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang