Dia Milikku!!

863 88 6
                                        

"Mau sampai kapan kau diam seperti itu?"
Wanita yang di tanya pun menoleh.

"Aku masih takut padamu, Jungkook." Ujar Rose polos.

Jungkook menoleh sebentar lalu kembali fokus pada setirnya, ia sedikit merasa bersalah padanya. Terlihat luka dibibir Rose dan sedikit lebam di pipi kanannya akibat perlakuan Jungkook kemarin. Ia ingin meminta maaf tapi mengucapkannya saja terasa berat bagi Jungkook. Jika tidak karena pertemuannya dengan June, mungkin ia tidak akan seemosi kemarin. Mendengar nama June saja Jungkook sudah terasa panas apalagi sampai melihatnya. Ia menyesal karena memilih untuk pulang dan bertemu Rose, dan menjadikannya pelampiasan.

"Shit!!" Umpat Jungkook tiba-tiba sambil memukul setirnya, Rose yang mendengar itu terkejut.

"Ehh..ada ..ada apa ?" Ucap Rose reflek dan menoleh.

"Tak apa." Jawab Jungkook sambil masih fokus menyetir.

"Apa aku berbuat salah ?" Tanya Rose khawatir. Jujur saja Rose masih takut bila Jungkook masih dalam kondisi seperti kemarin, ia masih bingung kenapa ia sampai semarah itu padanya.

"Tidak ada apa-apa Rosie." Ujar Jungkook.

"Lalu kenapa kau mengumpat dan memukul setirmu tadi ?" Tanya Rose lagi.

"Rosie, sudah kukatakan tidak ada apa-apa." Ujar Jungkook mencoba sabar.

"Tidak mungkin, pasti ada apa-apa." Ujar Rose tak mau kalah.

"Sudah kubilang tidak ada apa-apa!" Jungkook sudah hampir dibatas kesabarannya.

"Lalu kenapa kau menyakitiku kemarin ?!" Bukannya takut Rose malah semakin keras.

Jungkook melirik Rose tajam, mata mereka saling beradu tak lama Jungkook mengalah ia takut kelepasan lagi. Ia hampir lupa sifat Rose yang suka melawan, entah itu karena keberaniannya atau karena kepolosannya.

"Kau bisa saja langsung menanyakan itu tanpa harus bertele-tele." Ujar Jungkook.

"Kau yang bertele-tele, jawab saja!" Balas Rose tak mau kalah.

"Wah...Semakin hari kau semakin berani saja Rose, cuma kau yang berani seperti itu padaku." Ujar Jungkook sambil tersenyum menakutkan. Rose menelan ludahnya saat ia sadar apa yang ia lakukan sekarang.

"Sudah kukatakan berkali-kali, aku bebas melakukan apapun yang kumau pada sesuatu yang sudah kubeli." Ujar Jungkook angkuh.

Ucapan itu membuat hati Rose nyeri sesak mulai menguasai. Ia tak tahan lalu cepat-cepat membuang mukanya kesamping dan memilih untuk melihat jalan.

Jungkook pun melirik ia dapat melihat airmata yang mencuat disudut mata gadis lugu itu. Lalu ia mengumpat kecil merutuki dirinya sendiri. Setelah itu suasana didalam mobil menjadi hening hanya suara music yamg terdengar.

Beberapa saat, Jungkook menghentikan mobilnya di sebuah parkiran besar. Dihadapannya terpampang besar tulisan Leonhart Hospital. Mereka sekarang berada di rumah sakit kota RavenHole.

Jungkook turun dari mobilnya ingin membukakan pintu Rose, tetapi saat tangannya ingin meraih handle, pintunya sudah terbuka.

"Aku bisa sendiri." Ujar Rose singkat tak menoleh ke arah Jungkook. Lelaki itu terlihat sangat-sangat kesal dengan penolakan ini. Ia menggertakan giginya sampai urat diwajahnya mencuat. Lalu ia mencoba menenangkan dirinya sambil menghembuskan nafasnya panjang.

Mereka pun melangkahkan kakinya menuju area gedung rumah sakit itu, terlihat rumah sakit itu ramai, seketika Jungkook menarik Rose sampai berdempetan lalu ia menyilangkan tangan kirinya di pinggang Rose.

"Apa-apaan ini Jungkook!" Rose memekik.

"Banyak lelaki hidung belang disini, aku tak suka dengan cara mereka memandangmu." Balas Jungkook kesal. Rose benar-benar tak habis pikir.

"Kau berlebihan, lepaskan aku!"

"Menurut atau kau mau kulucuti sekarang!" Titah Jungkook tak mau dibantah. Rose akhirnya menyerah dan menuruti kemauan lelaki itu.

Saat mereka sampai di meja resepsionis Jungkook mengendorkan kekangannya terhadap Rose lalu ia menanyakan kamar pasien. Terlihat sekali mata resepsionis itu memandang Jungkook dengan tatapan yang sangat lapar, bahkan mata mereka tak berkedip, bahkan mereka menelan air liur mereka sendiri. Rose seketika kesal dengan tingkah kedua resepsionis itu. Lalu ia mendekat kearah Jungkook dan meraih tangan kanan laki-laki itu  dan memeluknya.

Jungkook terkejut, lalu ia tersenyum pada Rose saat melihat gadis itu mengerucutkan kedua bibirnya. Sedangkan terlihat reaksi tak suka dari kedua resepsionis itu.

"Terima kasih." Ucap Jungkook, Rose segera menarik Jungkook untuk menjauh dari kedua wanita itu. Rose sempat menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya pada kedua resepsionis itu, kedua wanita itupun terlihat sangat kesal pada Rose.

Lalu tak lama mereka memasuki lift yang terlihat kosong dan menekan tombol tujuan.

"Wah..wahh..Apa kau cemburu nona Park ?" Tanya Jungkook mengejek. Mendengar itu Rose gelagapan dan seketika melepaskan pelukannya.

"Ti..tidak!!" Bantah Rose.

"Lalu kenapa kau melakukan itu Nona Park ?" Ujar Jungkook mengintimidasi sambil memojokan Rose di sudut lift. Rose merasa kejadian ini pernah terjadi sebelumnya.

"Aku..aku hanya melindungimu, benar...Aku melindungimu dari wanita hidung belang." Jawab Rose mantab. Mata Rose mencoba melarikan diri dari pandangan tajam Jungkook. Seketika Jungkook tertawa.

"Hahahaha...Baru ini kudengar istilah wanita hidung belang."

"Itu ada, aku pernah membacanya di salah satu novel!" Ucap Rose mencari alasan.

"Di Novel-novel erotismu itu ? Hahahaha.." Jungkook tertawa puas mengejek.

"Ughh..." Rose tak bisa membalas ia kalah dan mati kutu. Ia hanya bisa bergumam kesal.

Tak lama pintu lift terbuka dan Rose segera keluar dari lift itu, semakin lama ia semakin membenci lift. Ia selalu sial bila berada di lift.

"Dimana ruangannya ?" Tanya Rose tak sabar.

"Sebentar, tunggu disini." Rose hanya mengangguk. Jungkook memasuki salah satu ruangan lalu beberapa saat ia keluar bersama laki-laki yang sangat tampan.

"Laki-laki novel..." Ujar Rose pelan saat melihat laki-laki yang ada disebelah Jungkook. Ia seperti gambaran tokoh novel yang dia bayangkan. Lalu dengan cepat ia menyadarkan dirinya sendiri, ia tak mau terlihat bodoh didepan tokoh novelnya.

"Pasti gadis cantik ini Rose yang sering kau ceritakan itu Kookie ?" Tanya Lelaki itu.

Rose semakin dibuat terpesona oleh lelaki novelnya.

"Saya Rose tuan." Jawab Rose sambil membungkukkan badannya.

Lalu lelaki itu menjulurkan tangannya pada Rose, Saat Rose mencoba meraih tangan lelaki itu tetapi seketika Jungkook menyalami tangan Rose.

"Dia Leo, Dokter sekaligus pemilik rumah sakit ini." Ujar Jungkook tak suka, Rose terlihat tak kalah kesal pada Jungkook.

"Hahahaha...Kau sangat lucu Kookie, aku hanya ingin berkenalan saja."

"Tidak!! Dia milikku." Kata Jungkook tegas. Dia terlihat sangat waspada kali ini, karena ini ancaman bagi Jungkook karena takut Leo merebutnya, pikir Jungkook. Rose melihat aneh pada Jungkook, baru kali ini ia merasa khawatir dan terlihat seperti anak kecil.

"Wahahahahaha...Kau terlihat seperti Sebastian saja."

"Sudah Cukup, tunjukan saja ruangannya dimana Leo!" Kata Jungkook kesal, siapapun tak akan berkutik bila dihadapan dokter gila satu ini.

"Oke..oke baiklah, mari aku tunjukan ruangan adikmu dirawat." Ujar Leo.

Terlihat senyuman lebar merekah diwajah Rose, ia mulai tak sabar untuk bertemu dan melihat perkembangan adiknya.

*****

A Rose By Any Other NameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang