Kasar

705 93 4
                                        

"Kau milikku Rose!!"

Rose terkejut ia juga belum mengerti ada apa dengan Jungkook sekarang, Rose terlihat sedikit khawatir.

"JAWAB AKU!!!" Jungkook berteriak tepat di depan wakah Rose.

"I..iyaa."  Rose terlihat ketakutan raut wajahnya penuh tekanan.

Dengan penuh emosi Jungkook menyerang bibir Rose kasar. Ia melumat habis bibir mungil Rose, Gadis itu pun terkejut meronta-ronta melawan serangan bibir Jungkook, tapi lelaki itu tetap tidak perduli, Rose merasa tubuhnya terkunci hingga tidak bisa bergerak.

Dengan kasar Jungkook menelanjangi tubuh Rose, Jungkook melempar jauh baju terusan yang ia lucuti tadi. Kedua tangannya bermain-main di area dada Rose seketika gadis itu melenguh. Ciuman Jungkook  sangat erotis tetapi terasa kasar , tanpa sadar Rose melotot dan merasa sakit saat bibir bawahnya digigit oleh Jungkook.

Rose mencoba mendorong tubuh bidang itu, tetapi percuma. Kepalanya sekarang terasa seperti dipermainkan rasa takut dan nikmat bergejolak di pikirannya.

Tak lama Jungkook melepas ciumannya, dan ia menjilati sedikit darah yang ada disekitar bibirnya.
Rose terlihat terkejut dengan tindakan Jungkook. Bibirnya berkedut perih.

"Ayo Rose kita akan memasuki permainan yang sebenarnya." Ujar Jungkook mengerikan.

Rose tersentak saat rambutnya terasa tertarik.

"Ju...Jungkook ini sakit..kumohon lepaskan." Rose berteriak saat rambutnya ditarik oleh lelaki itu, ia dipaksa mengikuti langkah Jungkook berjalan keluar dari ruang perpustakaan saat ditangga tulang keringnya beberapa kali menabrak anak tangga.

"Kumohon Jungkook..ini sakit.." Ronta Rose memohon pada lelaki itu. Tetapi Jungkook tak menggubrisnya.

Setelah sampai didepan kamarnya, dengan kasar Jungkook membuka gagang pintu, lalu ia menyeret Rose dan melemparnya di tengah ruangan itu.

Tubuh Rose terbentur keras di lantai dingin kamar itu. Lalu ia mendongak dan melihat Jungkook berdiri didepannya.

"Apa-apaan ini Jungkook !!" Bentak Rose kasar.

Lalu Jungkook mendekat kearah Rose dan mencekik leher Rose.

"Mulutmu semakin berani saja Rosie. Aku ingatkan lagi kau itu sudah jadi milikku, jadi aku bebas melakukan apapun pada barang yang sudah kumiliki." Kata Jungkook penuh penekanan disetiap perkataannya.

Rose terlihat kesulitan bernafas, ia mencoba melepaskan cekikan Jungkook itu, tetapi sia-sia lalu ia mencoba memukul-mukul tangan kekar itu, tetapi lagi-lagi percuma. Wajah Rose terlihat merah, lehernya terasa sakit ia seperti tenggelam dan sulit untuk bernafas. Jungkook tersenyum menyeringai terlihat sangat menyeramkan. Ia seakan bangga dengan apa yang telah ia lakukan.

Tak lama ia melepas cekikannya.

"Hhoekkk...hhh..hh.." Terdengar Rose mencoba mendapatkan oksigennya kembali, ia mencoba mengatur nafasnya kembali dengan susah payah, sedikit lagi mungkin Rose sudah kehabisan nafas.

Jungkook berjongkok didepan Rose menikmati sedikit penderitaan gadis itu.

"Ke..kenapa kau lakukan ini padaku ??!" Ujar Rose tak terima.

"Apa aku melakukan kesalahan ?" Jungkook malah balik bertanya pada Rose.

"Kau kasar Jungkook, itu sakit !" Jawab Rose sambil metotkan matanya. Jungkook yang melihat itu tersulut lagi emosinya. Ia menerjang gadis itu, Rose tak sempat menghindar.

Sekarang Jungkook menduduki Rose yang tergeletak di lantai. Rose ingin menutupi dadanya tapi kedua tangannya dikunci dengan kedua kaki Jungkook.

Jungkook mulai melepaskan pakaiannya, lalu ia segera menyerang Rose, bermain-main dengan buah dada Rose. Gadis itu masih mencoba memberontak tetapi tetap saja percuma karena tubuhnya mulai menikmati permainan ganas laki-laki itu.

Ia hanya bisa pasrah saat Jungkook mulai menjilati pusarnya, kedua tangannya membuka celana Rose, sekarang gadis itu sepenuhnya tak mengenakan apa-apa. Jungkook melirik bagian kewanitaan Rose.

"Hahahaha...Lihat kau mencoba menolak tetapi bagian bawahmu ini sudah sangat basah."

"Kau..sangat jahat Jungkook." Ucap Rose.

Jungkook tak ingin membuang-buang waktu segera ia membuka celananya dan tak lama ia memasuki bagian kewanitaan Rose dengan sangat kasar.

"Arghhh...saa.sakit.." Pekik Rose.

"Kau sangat nikmat Rose."Ujar Jungkook.

Lalu sambil menggoyangkan tubuhnya ia menciumi Rose dengan kasar, gadis itu masih mencoba menolak dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Kesal karena tingkah Rose, Jungkook menampar pii Rose kasar.

"Diam!!" Teriak Jungkook tepat di depan wajah Rose. Gadis itu terdiam dan mulai ketakutan, jantungnya berdetak kencang ia sangat takut tubuhnya bergetar hebat.

"Kau pelacur diamlah, kau sudah kubeli dan sudah menyetujui apa yang ada didalam kontrak, jadi kau harus menurut padaku. Paham ?!" Ucap Jungkook dengan penuh tekanan.

Dada Rose terasa perih saat lelaki tampan yang menindihnya mengatakan itu. Ia tak menyangkan akan semenyakitkan ini. Ini diluar dugaan Rose.

"Jawab bila aku bertanya Rosie !" Teriak Jungkook sambil mencengkram wajah Rose kuat.

Rose hanya bisa mengangguk, tak terasa airmatanya mencuat keluar dan mengaliri pipinya.

Lalu Jungkook melanjutkan kegiatannya, dengan sangat kasar. Rose tak bisa menikmati ini, ia hanya bisa menangis dan menahan perih di hatinya.

Jungkook melakukan itu tanpa henti entah sudah berapa kali mereka melakukan pelepasannya. Sampai akhirnya mereka kelelahan dan mengakhirinya, Jungkook mendekap erat tubuh Rose seperti tak ingin melepaskannya. Ia tak tau kenapa tiba-tiba ia sangat ingin menyakiti Rose. Ia merasa kepalanya akan meledak bila tak melakukan itu.

Rose hanya berdiam diri dalam pelukan Jungkook, ia membelakangi laki-laki itu, lagi-lagi ia hanya bisa menangis. Rose seperti diperkosa tak kenikmatan yang ia rasakan, ia ingin sangat takut bila kedepannya akan seperti ini lagi. Tapi kembali lagi ia harus kuat menghadapinya.

Ia berfikir hidupnya semakin rusak, ia menyesal telah mengkhianati June, kenapa ia tak membicarakan masalah denganJune secara baik-baik, mungkin saja June tak melakukan seperti apa yang ada didalam kepala Rose waktu itu, bahkan dengan sangat gegabah ia rela menyetujui perjanjiannya dengan Jungkook. Tetapi adiknya juga butuh pengobatan yang layak, ia bingung harus bagaimana. Persimpangan jalan yang ahrus ia pilih begitu sangat sulit. Tetapi kembali lagi, semua sudah terjadi dan ia tak tau kedepannya seperti apa. Sekarang Rose hanya bisa pasrah menjalaninya. Ia hanya bisa berdoa dan memohon.

Tak lama ia merasakan kantuk yang sangat hebat, mungkinkah karena pelukan posesif ini atau ia hanya kelelahan, ia tak bisa berbohong bila ia merasa sangat nyaman bila berada didekat Jungkook. Matanya sudah tak dapat diajak kompromi tanpa sadar ia sudah jatuh dalam tidurnya.

Sore semakin menjadi gelap, angin mulai bertiup kencang awan-awan hitam mendominasi warna di langit itu, dan tak lama rintik hujan turun membasahi kota hujan itu.

*****

A Rose By Any Other NameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang