Terjebak

654 89 5
                                        

"Boleh aku ikut makan disini." Tanya Jungkook santai sambil menyunggingkan senyumnya.

"Aaa.." Terlihat Rose gugup, mulutnya terbuka lebar bahkan ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Seakan tau sahabatnya pun mempersilahkan Jungkook untuk ikut bergabung.

"Silahkan tuan Jungkook." Ujar Brie yang terlihat tenang dan senang, karena ini adalah kesempatannya untuk menjahili Rose. Pikirnya dalam hati sambil terkikik - kikik kecil.

"Maaf menggangu kalian atas kehadiranku. Bisa kalian lihat semua meja penuh dan tak ada satupun yang kukenal, jadi saat melihat kalian kurasa tidak apa-apa bila aku ikut duduk disini." Jelas Jungkook santai.

Rose diam-diam mengawasi ruangan cafe itu.

'Itu disana ada satu meja yang kosong, kenapa kau duduk disini!!' Ujar Rose kalang kabut didalam hati.

"Ahh..tidak apa-apa tuan. Lagipula tidak ada tanda larangan dimeja ini." Balas Brie.

"Terima kasih nona..." Jungkook menggantung kalimatnya. Mengerti apa maksud laki-laki itu Brie pun menjawab.

"Brie tuan."

"Baik nona Brie...ah iya kudengar kau akan resign hari ini, benarkah itu ?"

'Darimana kau mendengar itu, apa kau mendengar pembicaraan kami tadi. Kumohon beri penjelasan.' Lagi-lagi Rose hanya mampu berkomat-kamit didalam hatinya.

"Iya tuan itu benar." Jawab Brie.

"Kalau boleh tau, karena alasan apa kau resign dari pekerjaan ini apakah karena gaji, pekerjaan atau masalah lain ?"

"Maaf tuan, saya sedang mengandung dan suami saya melarang saya untuk beraktivitas." Jelas Brie. Jungkook pun mengangguk seakan mengerti.

Saat ini Rose hanya diam ditempat terlihat ketegangan di raut wajahnya, ia tidak tau harus berbuat apa lagi.

"Bila boleh tau apa pekerjaan suami anda nona Brie ?" Tanya Jungkook santai sambil memakan saladnya.

"Ummm dia memiliki Law Firms tuan." Jawab Brie.

'Teruslah kalian berbicara, anggap saja aku tidak ada, aku lebih senang seperti itu. Ayo Brie semangat!! Kamu pasti bisa, aku mendukungmu.' Pikir Rose.

"Untuk sekarang itu adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan, negara kita tengah dilanda krisis moral. Aku harap ia orang adil."

"Hahaha Mike sepertinya masuk dalam kriteria orang yang terlalu adil." Ujar Brie disambung tertawa kecil."

"Sebentar...Apakah suamimu Miykey maksudku Michael Ambrose ?" Tanya Jungkook memotong.
Rose dan Brie terkejut mendengar pertanyaan Jungkook.

"Ahh..Apakah anda mengenal suamiku tuan ?"

"Hahaha...Dunia kota ini memang terlalu kecil. Ya! Aku sangat-sangat mengenalnya. Dia orang yang menyebalkan bukan ?" Tanya Jungkook.

'Setuju! Sangat-sangat-sangat-sangat menyebalkan.' Jawab Rose didalam hati, sambil mencoba menikmati makanan didepannya.

"Anda benar tuan, aku tidak bisa mengelak bila kau berkata seperti itu. Bagaimana kau bisa mengenalnya tuan? " Tanya Brie antusias.

"Saat kuliah satu kamar dengan temanku yang satunya lagi, untuk detailnya tanyakan saja pada suamimu yang menyebalkan itu, mengingat tingkahnya membuat emosiku meningkat dan bila bertemu, tolong jambakan rambut ikalnya itu untuku." Jelas Jungkook.

"Pasti akan kulakukan tuan, aku sangat menanti itu." Perkataan Brie membuat mereka bertiga tertawa.

"Ahhh maaf, aku mengabaikanmu Rose." Jungkook berkata sambil tersenyum jahat padanya. Rose pun yang tadinya tertawa lebar seketika gelagapan.

A Rose By Any Other NameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang