9. Raka is a problem?

2.4K 337 30
                                        

Happy reading!!

"Hari ini ada mata kuliah gak Ryn?"

Auryn yang tengah membereskan kasur tidur Jezyan, sedang kan sang empunya sejak subuh tadi hanya duduk dan berbaring disofa.

"Gak ada sih, tapi sore nanti gue mau ke asisten dosen.. mau nanya soal laporan"

"Mau gue anterin gak?"

Auryn menghela nafasnya, lalu menyimpan beberapa buku buku yang berserakan ke dalam laci kecil yang berada di samping meja tv didepan sofa yang ditempati Jezyan sejak tadi.

"Gue gak enak sama Raka, kalau terus terusan dianterin sama lo" balasnya.

Jezyan mengangguk paham "Yaudah sih, bilang aja searah" katanya santai, mengambil cemilan ditoples dan mulai memakannya.

"Lo mah kalau ngomong gampang, nih gue yang ribet ntar jelasin ke dia gimana"

Setelah itu Jezyan tak membalas lagi, ia hanya diam sembari mengganti channel tv yang ia tonton. Membahas Raka sama saja memperburuk perasaan nya sendiri, walaupun hubungannya dengan Auryn hanya sebatas teman tapi diantara mereka ada sesuatu yang tidak semua orang bisa paham.

Ia jadi teringat omongan Reyhan kemarin, bahwa sebenarnya hubungan seperti ini akan menjadi bumerang untuknya sendiri. Auryn cantik, dan juga baik hati, siapa yang tidak jatuh hati dengan perempuan seperti dia?

"Lo suka banget ya sama Raka?"

Auryn melirik Jezyan sekilas lalu akhirnya menghela nafas dan menjatuhkan dirinya disamping lelaki itu, menyandarkan punggungnya tubuh Jezyan.

"Suka sih udah pasti iya, tapi gak suka banget. Tertarik aja sama sifatnya, dia keren banget pokoknya" jawab Auryn dengan senyuman khasnya.

Jezyan mengangguk kecil menjatuhkan kepalanya di atas puncak kepal Auryn yang bersandar padanya, mungkin jika orang lain melihat posisi mereka sekarang jelas akan berpikiran mereka memiliki hubungan lebih dari sekedar teman biasa.

Drrt drrt

"Ryn hp lo tuh"

Auryn segera meraih ponselnya, melihat siapa yang baru saja menelfonnya. Disana tertera nama Raka, ia melirik Jezyan sekilas.

"Jawab aja elah" kata Jezyan, Auryn mengangguk lalu akhirnya mengangkat telfon dari pacarnya itu

"Halo"

'Selamat pagi, aku cuma mau nanya semalam kamu kenapa tiba tiba pergi? Aku telfon juga semalam gak diangkat"

Auryn menggigit bibir bawahnya, bingung sekaligus takut jika dalam keadaan seperti ini. Ini semua salahnya, seharusnya ia berpamitan yang benar dengan Raka tadi agar tak terjadi hal seperti sekarang ini.

'Auryn? Kamu gak papa?'

Suara Raka barusa berhasil membuat lamunannya buyar "Semalam temen aku nelfon, dia butuh bantuan jadinya aku cepet cepet datengin dia" jawabnya.

Jezyan mengangkat kedua alisnya lalu mengulum bibirnya, ia hanya bisa diam saja mendengar Auryn yang sedang menjelaskan sesuatu pada Raka diseberang sana.

'Temen kamu yang mana? Odelia?'

"Hah bukan Odelia"

'Terus siapa?'

Jezyan mendelik "Banyak tanya banget anjrit" gumamnya membuat Auryn seketika melotot padanya sambil membekap mulut lelaki itu agar tak kembali bersuara.

"Ada, temen aku yang apartemennya disamping apart aku. Tadi aku buru buru soalnya dia kayak butuh bantuan banget jadinya aku juga gak sempet ngasih tau ke kamu" jelasnya asal, benar benar mengeluarkan apapun yang ada diotaknya saja. Tidak perduli kalimatnya itu benar atau tidak.

Paper HeartsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang