Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

2| Jamur

1.7K 223 3
                                        

Angin musim panas mulai menerpa, terlihat satu manusia yang tengah dalam keadaan sekarat akibat tangannya yang telah kelelahan hanya untuk menyelesaikan bakul anyaman kedua nya dengan waktu 2 jam.

Tangannya maupun otaknya yang berkedut mana mungkin dipedulikan oleh si pemimpin pembabuan, sejak kedua manusia yang lebih sering menaruh kepercayaan itu mulai sepakat dengan sesuatu, selalu saja dirinya yang ikut ikutan terseret.

"Udah kan? Ga ada yang perlu ku buat lagi."

"Apa maksud mu banci, tuh, Taiju. Kalau ku ingat kau sangat antusias dengan flora dan fauna di matpel geografi, jadi sana, jangan sampai si bongsor itu bawa racun."

Tarikkan yang entah kenapa terasa lebih kuat itu pun akhirnya membuat (Name) yang emang sudah loyo karna ga tidur dari 37 abad itu terguling guling di rerumputan sejenak, sebelum akhirnya di pungut oleh Taiju untuk dibawa menjelajah di Jepang yang sudah menjadi hutan belantara.

"Akan bagus kalau memang di sini memang ga ada ular piton atau ular kobra." gumam (Name) sambil mulai melihat lihat hutan belantara yang memang sudah banyak menumbuhkan jamur jamur yang entah layak dimakan atau tidak.

Iris berwarna hijau itu pun seketika melotot sebentar sampai memukul punggung Taiju dengan keras untuk menunjukkan satu jamur yang sangat familiar.

"JAMUR MARIO BEB! BISA BIKIN SENKU GEDE DAN PUNYA STAMINA!"

"HOO JADI MEMANG BENAR YA! OK KITA BAWA SATU UNTUK SENKU!"

"AH BEB LIHAT ADA JAMUR LAIN YANG ENAK KALO DI GORENG!"

"KU GA TAU INI ENAK KALO DIBAKAR ATAU ENGGA, TAPI OKE KU AMBIL!"

Percakapan dua manusia yang otaknya kadang dilempar ke tong sampah itu pun, berhasil menarik perhatian para monyed monyed yang tengah melihat dua sejoli yang kini sibuk mencopot seluruh jamur yang ada di sekitaran mereka.  apaan tuh? Bego banget. Monyet bersinar memang bego ya. batin para monyed tersebut sambil mulai menghembuskan nafas mereka sendiri dengan perlahan dan kabur agar tak tertular bodoh.

Ketika sudah mulai bubar satu persatu, salah satu monyet pun ditangkap oleh (Name) dan dibawa pulang bersama tumpukan jamur lain bersama dengan Taiju yang sudah mengoceh bakal makan enak.

"Hoo cepat juga Taiju, cheat apa yang kau gunakan sih sialan, dan... Apaan ini? Nyaris semua ada racunnya?"

Gumam Senku sambil melihat kembali, dari sebakul penuh cuma seperempat yang tak beracun sama sekali, pemuda tersebut menatap (Name) yang pasti menjadi pelaku penyebaran hoax. Sementara yang dilihat langsung bersiul sejenak sebelum akhirnya menunjukkan seekor monyet gemuk yang ditangkap.

"Aku kepengen nyoba makan daging monyet." ucapan dengan muka polos itu mana mungkin berhasil, salah satu bakul kosong langsung diambil oleh Senku. Pemuda tersebut langsung memasukkan kepala (Name) ke bakul dan memutar mutar badan penyebar hoax satu ini hingga monyet yang tadi di pegang dengan erat langsung kabur setelah mengumpat dalam bahasa monyet.

"Siapa yang mau masak daging monyet nya sialan, kau sendiri saja tak pernah menyentuh dapur lagi setelah menjadi muka di kelas memasak. Muka kriminal yang meledakkan dapur." gerutu Senku sambil menusuk nusuk kan ranting kayu yang telah dicuci bersih untuk menancapkan jamur jamur yang masih bisa dimakan.

"Udahlah, bantu saja sini. Urungkan daging monyet bakar, kau sendiri bakal sok suci ketika monyet itu memuncratkan darah yang lebih banyak dari kelinci."

Dibalas dengan decihan kurang puas apalagi dengan penglihatan yang mangkin berputar putar, (Name) langsung duduk lemas sambil mulai menusuk satu persatu jamur dengan brutal.

"Lagian kau tau sendiri Senku, aku bukan seseorang yang punya bidang khusus, kalau kau masih ga karatan harusnya tau taiju saja udah cukup." ucapan santai yang diucapkan sambil mulai membaluri jamur jamur itu dengan sepucuk garam pun membuat yang disinggung mulai menghentikan aktifitasnya dari membuat api unggun.

Pandangan singkat sebelum akhirnya kembali memulai aktifitas membuat api unggun pun berakhir menjadikan sebuah suasana terlalu sunyi.

"(Name), tumben kali ini aku mau setuju dengan ucapan mu, kau memang useless sih, jika Yuzuriha sudah bangkit maka kau cuma akan planga plongo dengan muka Pikachu yang kau jadikan stiker itu." jelas Senku dengan terkekeh pelan, sementara yang menjadi pelaku pembuatan stiker meme pokemon itu cuma bisa mendengus sebal kembali sambil menancapkan satu persatu ranting yang ditusuk jamur ke dekat api unggun untuk dimasak secara perlahan.

"Tapi, yah aku ga bisa meremehkan mu yang pernah lulus olimpiade geografi tingkat nasional, kau sampai mendapat mentor saat itu kan. Dari pada ilmu nya kau pendam di dalam otak udang mu itu, lebih baik kau pakai untuk bantu si bongsor sialan ini agar tak membawa seluruh jamur beracun."

"Senku kau keliru atau emang mabuk jamur? ku lolos karna keberuntungan. Jangan berharap kebanyakan, aku bukan ahli geografi." Geram (Name) sambil mulai membalikkan beberapa ranting yang jamurnya nyaris gosong dengan tangan kanannya sementara tangan kiri dipakai untuk menjambak rambut daun bawang itu dengan kekuatan penuh.

"Ah. Tapi kau ga cap cip cup soal jamur jamur itu tuh."
Percakapan dua orang yang entah kenapa terasa cocok untuk memainkan musik mellow itu pun berakhir dipatahkan oleh si polos yang kini tengah memakan jamur yang sudah masak.

"Karna niat awalku emang ngebuat Senku minimal sakit perut dan diare."

"HAH?!"

.

.

.

Esoknya ....

Drap!! Drap!! Drap!!

"Oi!!!! Senkuuu!!! Aku sudah kembali!!!!" Pekik Taiju

Ia berlari mendekati Senku yang tengah menggosok gosok patung burung yang sejak awal sudah dalam keadaan mengenaskan. Karna dipanggil dengan suara yang ga kalah nyaring dari sebuah microphone itu pun langsung menoleh sambil melihat apa yang kini ada dalam bakul anyaman.
"lama juga kali ini awas aja ada yang beracun. Jadi apa yang kau dapat?"

Wajah Taiju berseri, ia segera menunjukan keranjang yang berisi berbagai macam buah dan jamur yang ia pungut tadi. Melihat hasil mungut Taiju, Senku bersyukur semuanya bisa dimakan, entah apa yang membuat pemuda berotak udang ini langsung bisa mendapat banyak makanan tak beracun, padahal yang kemarin disinggung untuk memperingatkan bongsor satu ini agar mengambil hal hal yang aman sama sekali tak terlihat.

"Untung bisa dimakan semua, akhirnya kau berguna otak otot, coba kau begini dari dulu."

Taiju yang dipuji Senku merasa bangga. Lihat hidungnya sudah kembang kempis kek orang kekurangan oksigen, fiks bakal disombongin sampai ke keturunannya nih.

Melihat kelangit langit yang kini sudah terik kembali, perut keduanya pun langsung memberi kode untuk semua jamur jamur itu dimasak sekarang. Sehingga mau ga mau keduanya harus menyiapkan api dan mulai menunggu jamur jamur tersebut sudah matang untuk dimakan.

"Senku, ada yang aneh?" Ujar Taiju
"Ha? Makanannya tidak beracun? Tidak ada yang aneh" sela manusia berambut daun bawang yang ga diketahui apakah akar rambutnya menyimpan bawang atau tidak.

"Bukan, bukan itu!"
"Lalu??"
"Aku seperti melupakan sesuatu"
"......"

Senyap, Senku dan Taiju terdiam, sebelum keduanya mengunyah diwaktu bersamaan dan menelan dalam waktu yang bersamaan juga.

BFFRRUUUUUPPPP!! / sfx kaget pas makan gemana seh?

Jamur yang Taiju makan dimuntahkan kembali, ekspresi pucat pasi langsung dikeluarkan sebelum akhirnya manusia bongsor itu berdiri dan berteriak sendiri.

"NEM!!! KITA MELUPAKAN NEM!!!"

"Kita? Kau saja kali!" Balas ilmuan didikan pak X ini sambil kembali mengunyah dan mengambil buah liar yang ditemukan oleh sohibnya yang kelupaan manusia itu.

Sementara Taiju langsung berlari dalam kecepatan kilat menyusuri tempat yang tadinya menjadi tempat ia dan (Name) mencari jamur maupun buah buahan normal.

Meanwhile (Name)...

*sfx orang ngorok

"Monyet kinclong satu ini malah jelek banget, ayo kita bakar aja." Ujar para monyet monyet yang telah menemukan orang yang masih dalam keadaan kurang tidur tadi.

Shankara (Dr. STONE x Male! Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang