"URAAAAAAAAAA"
"Kau ga kesusahan Beb, mau bantuan?"
Pekikkan di tengah tengah sungai yang kian jauh alurnya mangkin dalam pula dasarnya itu pun mulai membuat Taiju si kerbau disebuah rakit tampak kesusahan dalam membawa kawan kawannya untuk mencapai area lain.
"Lagian kenapa harus dari jalur sungai sih sialan, 10 miliyar persen akan lebih mudah jika meluncur di jurang." Celutuk (Name) sambil meniru suara Senku dalam sekian detik.
"Sekali lagi kau meniru suara maupun ucapan ku, akan ku pastikan kau akan mendapat sengatan listrik berjuta volt suatu saat."
Sahut pemilik suara yang asli sambil mengingat temannya yang satu ini menawarkan sebuah jurang curam yang sudah diyakini jika meluncur ke sana maka kematian akan menunggu mereka semua, kecuali si brengsek ini memakai kehokiannya sekali lagi.
Kini bahkan banci yang masih di cap perempuan berhumor bapak bapak oleh si Tsukasa sekali pun pada akhirnya tengah mengambang dengan damai sambil memainkan kakinya beberapa kali sebelum berakhir tertawa kesana kesini ketika merasa kakinya dililit oleh ular sungai.
Muka nya sudah pucat sendiri mengingat ingat sendiri kenapa pula bisa ada ular sungai di jepang, batin pemuda satu ini mulai merasa dag dig dug sendiri sebelum akhirnya Taiju memilih melihat ke kaki Doi nya yang masih mengalami pembatuan dibanding melihat sohibnya yang kini mager menggerakkan kakinya sendiri perkara ada ular yang melilit kakinya.
"P, sen, helep."
"Apaa- goodluck, ah iya kau kan emang sudah punya luck besar." ujar Senku tak memedulikan kawannya setelah melihat seekor ular yang tengah melilit dikaki (Name) dengan nyaman dan tenang, sementara pemuda satu ini memilih tak bergerak sama sekali dan mulai berputar putar saja di area pemberhentian Senku, Yuzuriha dan Taiju.
"Hup. Oke (Name) kau bisa gerak!" Sebuah suara lembut akhirnya membuat (Name) nyaris mau nangis sendiri ketika melihat Yuzuriha telah memegang bagian kepala milik si ular sungai tersebut.
"Yuzu~" ujar (Name) sambil mulai memeluk sahabatnya itu dengan erat, masa bodo gender mereka beda, toh sahabatan harusnya ga masalah asal moral dan norma yang tetap ditanam di diri masing masing masih terdapat.
"Woi (Name), lebih baik kau memandu sekarang. Entah kau, Taiju ataupun Yuzuriha pasti ingin mandi di cairan pemulih yang asli." Pandangan (Name) langsung terhenti ke arah sobatnya yang kini tengah berjalan dahulu mendahului dirinya, batinnya langsung bergejolak penuh kesenangan sendiri dan segera menggendong Senku layaknya karung beras.
"TAIJU, ANGKUT YUZURIHA! KITA AKAN KESANA DENGAN MARATHON, DARI SINI KE HAKONE! JIKA SEKARANG KITA BISA SAMPAI DALAM KURUN WAKTU MAKSIMAL 3 JAM!" pekik (Name) yang semangat sambil mulai berlari membawa si sobat brengsek nya yang sejak dulu tak ingin ia bopong dengan pose karung beras.
"BANGSAT! GINI GINI LANGSUNG CEPET LU BANCI!" Umpat Senku sambil mulai membiarkan pemuda itu sendiri membopongnya, toh apa salahnya di bopong, energi nya tak akan berkurang sama sekali.
.
.
BRAK
"Ha? Ini belum 30 menit, stamina mu benar benar habis ya? Dasar bencong." Jelas Senku sebagai korban yang mencium tanah akibat bestie yang menggendong nya langsung turu dalam keadaan tak sadarkan diri, mungkin pingsan akibat kelelahan?
Padahal baru saja 15 menit yang lalu kawannya masih semangat dan mampu berlari sangat kencang disusuli Taiju.
"Serahkan saja pada ku! Aku akan membopong (Name)!" Jelas Taiju sambil menurunkan Yuzuriha agar ia bisa membopong orang lemah itu dengan pelan.
"Tak usah, aku ada ide lain." Sela Senku sambil mulai mengambil tombak yang memang di bawa lebih dari satu dan mulai melempar sebuah tali tambang buatan sendiri ke arah Yuzuriha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shankara (Dr. STONE x Male! Reader)
FanfictionBukan sihir bukan juga sebuah sains. INI CUMA HOKI HOKIAN AJA DUDE!_(Name) ..... Keknya salah sih w ngarep elu berguna._Senku not a bl or bxb. Just a normal stories with some cringe joke inside.
