"apa apaan kau cewek Pikmi?!"
suara nikki menjadi yang pertama menyela tingkah laku (Name). Pandangan penuh tanya juga diperlihatkan dengan jelas oleh Taiju dan Yuzuriha, perhatian paling tidak menyenangkan yang pernah (Name) alami setidaknya di zaman batu ini.
Sambil mengambil nafas dalam dalam (Name) menutup akses telepon dengan jubah nya dulu sebelum menimpa jubahnya sendiri dengan tanah.
"Aku tau pembicaraan soal rencana itu penting, tapi kalian harusnya bicarakan itu setelah aku tak ada di sini"
jelas (Name) sambil menunjuk dirinya sendiri, sorot matanya tampak sedikit kesal Karna ia mengingat sendiri apa gelarnya di dunia yang baru ini.
"(name), jangan bilang kau berpihak ke Tsukasa sekarang? Atau jangan jangan..."
"Hentikan imajinasi gila mu Taiju, aku masih lurus. Dan selamanya akan tetap berada di orientasi seksual yang lurus, tapi kalian lupa ya, sekarang status ku pacar nya Tsukasa loh."
imajinasi Taiju tersanggah dengan ungkapan (Name), laki laki yang otaknya cuma otot itu tau betul bagaimana sifat (Name) sejauh ini. Setidaknya Taiju tau sifat bencong itu secara garis besar, bahkan sekarang pun ia bisa melihat ekspresi (Name) yang sekarang benar benar sedang menahan jijik saat ia mengungkapkan status nya yang sudah jelas itu.
"Yang ingin kau sampaikan.. Karna kau disini ada kemungkinan bukan hanya Ukyo, tapi Tsukasa pun bisa saja secara tiba tiba ke sini dan menggagalkan rencana ini secara dadakan begitu?"
(Name) Mengangguk mengenai pernyataan Nikki, netra hijau miliknya itu benar benar siap untuk tidak memiliki cahaya kehidupan lagi saat mengakui fakta yang tak mengenakkan seumur hidupnya.
"Tapi apa maksud mu lurus?"
Ada yang putus tapi bukan hubungan kamu dan dia.
(Name) langsung menatap horor Nikki, topeng yang sudah dipasang si banci itu perlahan mulai mengalami keretakan, tak memakan waktu lama sebelum (Name) meletakkan kedua tangannya di pundak Nikki.
"Ya lurus, aku ini lurus. Aku ini perempuan, sudah terlihat jelas aku lurus ya"
"Ah, dia krisis identitas lagi" gumam Yuzuriha sambil menghela nafas dalam dalam, ini bukan pertama kali (Name) mengalami krisis identitas, setidaknya dia maupun Taiju sudah pernah melihat yang lebih parah.
Tapi Nikki jelas yang pertama kali, dan tampaknya (Name) sendiri tak berniat membocorkan soal hal ini lebih dulu jika belum bertemu dengan Senku.
"Oi, kawan kalian ini kenapa?"
Nikki kebingungan, (Name) sedang fase gila Karna krisis identitas, dan Yuzuriha maupun Taiju hanya bisa memandang dari dekat. (Name) Akan lelah sendiri seiring berjalannya menit, dan disaat itulah Taiju akan memandu nya terlebih dahulu ke tempat yang terdapat banyak orang, atau setidaknya tempat itu memiliki tempat duduk dan pemandangan yang bagus untuk menenangkan pikiran.
"Jangan paksakan diri mu (Name)"
Tutur Taiju sambil membiarkan (Name) memakai jubah musim dinginnya, lagi pula dibanding dirinya yang banyak bergerak, (Name) bukan tipe manusia yang tahan dingin.
"Makasih Taiju."
gumam (Name) sambil mulai menatap ke area hutan yang dedaunan nya sudah tidak dilapisi salju, pemandangan yang cukup untuk menangkan dirinya sendiri disaat Taiju mulai pergi kembali ke tempat 'makam' nya senku.
Sebuah tebing yang dekat dengan air terjun, pemandangan dari atas mengenai hutan yang sudah tak tertutup warna putih salju tampak sedikit menenangkan untuk (Name) yang ingin waktu sendiri. Bahkan kesadaran akan identitas maupun gendernya kembali dalam waktu dekat
"(name)?"
Bencong itu menarik semua pikiran jernih nya.
Suara Tsukasa terdengar jelas sampai mampu membuat kulit seseorang bergidik, (Name) mulai mengatur nafas maupun ekspresi nya sebelum melihat ke Tsukasa, atau mungkin kumpulan orang orang yang sepertinya baru saja menangkap orang asing.
"Ah, kau disini juga?"
"Dimana Taiju dan Yuzuriha?"
"Mereka masih di makam Senku. Aku pergi duluan karena tidak kuat"
Tsukasa memberi sedikit gestur agar Hyoga, Ukyo, maupun yang lain untuk pergi meninggalkan mereka berdua, tampak jelas pria berotot itu ingin menghabiskan waktu berdua sama kekasih jadi jadian.huek.
Sementara (Name) tak sengaja melakukan eye contact dengan Chrome, membuat si korban tangkapan Ukyo itu tau mereka sudah menemukan ponsel buatan Senku itu. Chrome maupun yang lain mulai pergi, meninggalkan Tsukasa yang menemani (Name) secara mandiri.
Suasana hening tercipta di kedua insan berjenis kelamin laki laki itu, walau yang satu masih dikira perempuan sih. Entah dalam selang waktu berapa lama, akhirnya telapak tangan kasar milik Tsukasa mulai diletakkan di pucuk kepala (Name). Primata terkuat tersebut mulai mengelus elus pucuk kepala (Name) dengan lembut, walau ia mungkin tak tau, orang yang sedang ia elus pucuk kepalanya itu tengah menahan emosi sekaligus menahan kewarasannya untuk tidak pergi.
"Tsukasa, kau sibuk kan?"
Baik pemirsa, sang banci sudah mulai lelah dan nyaris mengalami krisis gender untuk kesekian kalinya, akhirnya dia memilih cara nekat untuk agak jauh jauh dari primata terkuat Se-SMA.
"Tidak tuh."
Tapi tampaknya si primata terkuat tak memahami kode keras tersebut dan justru malah mangkin dekat dekat, membuat jiwa lelaki (Name) bergejolak untuk menangisi hidupnya yang kayaknya ketularan apesnya Senku.
"Tapi (Name), kau sakit?"
Pertanyaan aneh mulai terlontar dari mulut Tsukasa, tidak bisakah mahkluk itu setidaknya diam dan tak dekat dekat dengan (Name)?
(name) Yang diberi pertanyaan begitu justru malah memandang dengan sedikit kebingungan, pemuda itu mulai menepis tangan Tsukasa yang ada di pucuk kepalanya sebelum melirik ke arah si pemberi pertanyaan.
"Apa maksud mu Tsukasa?"
Mata hijau itu sedikit menganalisis tingkah Tsukasa, bagaimana pun rasanya sedikit tidak menyenangkan untuk (Name) menanyakan maksud dibalik pertanyaan Tsukasa.
"Ini mungkin saja hanya firasat tapi apa Suara mu memang sedikit parau? Atau mungkin suara mu hari ini terdengar lebih berat"
'ah sial.. kalau aku akan digeprek Tarzan ini, aku harap toping ku setelah digeprek itu sambel ijo matah..'-(Name)2024
Skill menulis ku kayaknya agak berkurang-author🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Shankara (Dr. STONE x Male! Reader)
Fiksi PenggemarBukan sihir bukan juga sebuah sains. INI CUMA HOKI HOKIAN AJA DUDE!_(Name) ..... Keknya salah sih w ngarep elu berguna._Senku not a bl or bxb. Just a normal stories with some cringe joke inside.
