Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

23|PLEASE WIN THIS WAR

470 54 5
                                        

Beberapa hari kemudian.

"(NAME)!"
suara teriakan taiju seperti biasa selalu melengking, membiarkan si banci dengan setelan pakaian perempuan melihat ke arahnya dengan tatapan sedikit pasrah dengan yang namanya hidup.

"aku sudah dengar semuanya! Kau tega (name)!"
Isak tangis keluar dari mata Taiju yang biasanya punya pikiran positif, lebih positif dari pada anak TK yang masih belum terkena dosa dunia.
Belum sempat (Name) mengucapkan sepatah maupun dua patah kata, Yuzuriha muncul dibelakang Taiju sambil mencoba menenangkan lelaki otak otot itu.

"Selamat ya (Name) atas pernika-"

"Jangan kau coba sebut sebut soal itu bangsat" (Name) menyela sebelum kata selamat itu keluar dari mulut Yuzuriha. Jangan tanya (Name) apa yang terjadi, Karna anaknya sendiri masih shock berat saat seorang Tarzan tanpa beban pikiran mengumumkan sebuah janji jika mereka memenangkan perang ini, ia akan menikahi (Name).

"Yah, Karna hal itu pula kau jadi demam dua hari kan ya?"
Enteng mulut Yuzuriha itu, bahkan si korban yang otw menjadi calon pengantin itu masih bisa jatuh sakit lagi jika ada yang mengingatkan dirinya jika dia otw menikahi sesama jenis. Walau si brengsek Tsukasa tak tahu calon pengantinnya itu pria tulen yang berbatang.

"Haha, (Name) selalu bilang akan menikah lebih dulu, ternyata ucapannya benar ya"
Taiju hanya memperkeruh suasana, bahkan (Name) menyesali dirinya yang dengan pede mengatakan kalimat brengsek seperti itu tanpa memberikan detail kalau dia akan menikahi 'seorang perempuan' di masa depan. BUKANNYA PRIA BERAMBUT PANJANG.

Menghela nafas seberat mungkin, (Name) mulai mencoba memikirkan seribu satu cara untuk kabur, sial saja mana ada cara yang berhasil. Bahkan dia sampai tak bisa ikut Taiju dan Yuzuriha menemui Senku saking dirinya diawasi lebih ketat. Padahal dia bukan narapidana macam penduduk batu yang ditangkap, tapi entah kenapa feel dikurung nya lebih terasa di (Name).

"Yasudah lah (Name). Semua hal pasti bisa dilewati. Kecuali mengandung."

"Yuzu. Aku mau berterimakasih Karna kau mencoba menghibur. TAPI GA GITU BANGSAT!"

(name) Muak.

....

"Intinya, banci itu ingin aku memenang kan perang kerajaan sains sama kerajaan batu ini kan?"
Senku yang sudah lama tak muncul di fanfict ini akhirnya muncul juga dengan tank di belakangnya.

Persiapan untuk melawan Tsukasa itu ada banyak, bahkan orang orang yang terhasut juga sudah diarahkan bagaimana caranya mengepung area gua penghasil asam nitrat itu. Dengan tertawa bagai villain padahal dia MC nya, Senku mulai melihat ke langit langit sebelum akhirnya mulai memberi aba aba untuk segera bersiap menyerang.

"Yah, anak itu sudah berharap, Dewi Fortuna yang selalu menyertainya mungkin mau membantu ku, walau aku 1000% ga percaya begituan sih"
Peluru meriam yang sudah dirakit sedemikian rupa untuk menjadi bom yang mampu membuat kaget prajurit Tsukasa mulai di tembakkan, memulai reaksi shock dari prajurit kerajaan batu yang masih harus mencerna apa yang terjadi sambil menahan kepanikan tersendiri.

Warga desa ishigami (+ Taiju) mulai maju, mengekori tank yang telah dibuat dengan susah payah itu, sebelum memulai formasi dengan berpisah dan melawan para prajurit otak otot itu tanpa niatan membunuh sama sekali.

Bahkan Taiju yang memegang perisai dari serat karbon pun sampai benjol hanya untuk bertarung tanpa melawan.
"Kalian, memukul orang itu tak baik!"

Bahkan laki laki inisial Taiju ini masih sempat menceramahi sebelum loading untuk mengeluarkan kata kata berikutnya
"membuat (name) nikah tanpa mahar juga tak baik!"

Otaknya sudah mulai mangkin ga bener ini.

Dalam beberapa detik, para prajurit kerajaan Tsukasa mulai tumbang, bahkan walau tank Senku ikutan tumbang, jumlah korban lebih dominan ke kerajaan Tsukasa.

Dibalik kerusuhan masal yang tengah terjadi untuk merebut cairan dari feses kelelawar, Minami yang melihat dari kejauhan mulai berbalik, hendak melapor ke Tsukasa sebelum akhirnya dihadang Nikki maupun Ukyo. Sementara dua orang yang mau melapor mulai dihadang dengan prajurit yang sudah terperdaya dengan lagu dari penyanyi terkenal.

Satu panah Ukyo mulai menuju ke arah timur daya, menancap di satu batang pohon yang menjadi tempat persembunyian si penguping.
"(Name) Berhentilah bersembunyi di sana, lebih baik kau tak ikutan melapor hal ini ke Tsukasa"

Tapak kaki (name) mulai keluar, sambil menatap ngeri ke anak panah yang bisa dengan mudah menembus tempurung kepalanya.
"Untuk apa? Jika Senku menang, itu lebih baik kok"

Lihat muka penuh rasa syukur akan khidmat dunia itu, ekspresi (Name) malah terlihat lega untuk orang yang diketahui udah jadi CALON ibu dari anak anak Tsukasa itu. Bahkan Ukyo dan Nikki menatap satu sama lain dengan tatapan bingung sebelum sampai ke satu pilihan.

"(Name) Ini terkesan tak sopan tapi, Senku bukan pilihan suami yang bagus"

"Enak aja bangsat. Buat apa aku nikah sama laki laki?"

Akhirnya keluar juga khodam lakik itu dari mulut (Name), padahal selama ini kemampuannya udah cukup gila sampai bisa dengan enteng membuat telinga Ukyo terkecoh.

"Lah? Lakik?"
Ukyo bergumam, sementara Nikki terdiam sebelum akhirnya mengambil satu batu dan melemparnya untuk kena ke kepala (Name), ajaib bin ajaib saja batu itu meleset namun masih memberi goresan yang indah ke muka (Name).

"PRIA BELOK YA LO?"

"COCOT MU JAGA YA CEWEK! MUKA KU YANG PARIPURNA LECET KENA LU!"

"ITU BUKAN POINT NYA SAAT INI ANJING!"

"GUA KAGA BELOK BANGSAT!"

"TERUS ITU PACARAN SAMA TSUKASA? MAININ HATI LAKIK LU?"

"DIH? AKU BELUM JAWAB PERNYATAAN SUKA DIA, DIA AJA YANG AMBIL KESIMPULAN SENDIRI"

"Loh?"
"Loh?"

"Apaan loh loh? Lagian denger ini lu berdua! Gua punya selera juga kali kalo gua belok. Tsukasa is farrrr from my fuckin type."

slay sekali banci ini ngomong setelah adu bacot sama Nikki.

"Terus kok bisa kau ga ada ngelak kalo pacaran sama dia (Name)?"
Ukyo ikutan nimbrung, lumayan, dia jarang menemukan spesies yang terlihat belok padahal engga sih.

Sementara ekspresi jijik mulai muncul di muka (Name) laki laki itu bahkan langsung mengacungkan jari tengah sebelum berbicara.

"Mau ku sanggah gimana? Kalian semua disana malah udah percaya omongan Tsukasa dan mikir aku tsundere doang anjir."

Shankara (Dr. STONE x Male! Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang