23 1/2

420 52 17
                                        

Selamat Membaca

***

Krysta kembali melumat bibir Jisoo, kali ini sedikit lebih ganas dari sebelumnya. Dengan sekuat tenaganya, Jisoo menggendong Krystal di depan dada, berjalan memasuki kamar Krystal dengan lumatan yang kian lama semakin bergairah.

Setelah pintu kamar tertutup dengan rapat, Jisoo melangkahkan kakinya mendekat ke arah tempat tidur. Ia meletakkan Krystal dengan perlahan, mencoba tetap mengatur tempo dan irama dari cumbuannya. Sesekali mereka saling bertukar pandangan, dan mengembangkan senyum terbaik yang bisa mereka lakukan di sela-sela gejolak asmara sedang menggelitiki perut mereka masing-masing.

"Chu... apa yang mau kamu makan?" tanya Krystal lembut saat bibir Jisoo baru saja terlepas dari pagutannya.

Jisoo menatap kekasihnya dengan lembut, membelai kepala Krystal lalu mencium dahi, ke dua mata, hidung, ke dua pipinya, dan mendarat di sisi kanan telinga Krystal sebagai pendaratan terakhirnya. Krystal merasakan sensasi kenikmatan dengan sedikit rasa geli saat ia merasakan hembusan napas dan sentuhan bibir Jisoo yang mulai memberikan kecupan bahkan jilatan di sana sebagai salah satu service yang bisa ia lakukan.

"Semuanya!" bisik Jisoo menanggapi pertanyaan kekasihnya yang memang belum dijawabnya itu, "Semua yang ada di seluruh tubuh kamu. Apa boleh?" lanjutnya lagi. Mendapati kekasihnya hanya mengangguk dengan ke dua mata yang sudah terpejam, Jisoo dengan segala adrenalinenya mencoba untuk sebisa mungkin memberikan service terbaik untuknya. Ya, walau memang ini sudah kesekian kalinya untuk mereka lakukan tapi beberapa minggu kebelakang Jisoo dan Krystal tidak bisa melakukan hal yang 'lebih' dari sekadar cumbuan karena kurangnya waktu yang mereka miliki untuk bertemu.

Tangan Jisoo mulai mencoba melepaskan satu persatu kain yang sedang menutupi tubuh kekasihnya. Dengan perlahan tapi pasti Jisoo melakukannya bahkan Krystal tak diizinkan untuk membantu. Jisoo menikmati setiap lekuk tubuh indah milik pujaan hatinya ini, saat sudah tak ada sehelai kainpun menghalangi pemandangannya, Jisoo mulai melancarkan aksinya.

Krystal masih menutup kedua matanya rapat-rapat, seakan ia sedang menahan sesuatu yang hendak ia keluarkan dari mulutnya saat tangan Jisoo mulai menjamah titik-titik tertentu yang menjadi kelemahan setiap wanita dimuka bumi ini.

Jisoo kembali melumat bibir Krystal dengan ganas, lalu ia beralih dengan mulai memberikan sedikit jilatan di telinga kekasihnya, "Buka matanya, Sayang. Bibirnya jangan digigit gitu nanti sakit. Kalo mau teriak-teriak aja," ucap Jisoo pelan dengan ibu jarinya kini berusaha membantu Krystal untuk melepaskan gigitan di bibir bawahnya.

"Aahh... S-sayang..." Krystal melengguh, ia begitu sangat menikmati sentuhan dari jari-jari Jisoo yang memang sedang melakukan sesuatu hal pada inti milik Krystal.

Jisoo tersenyum tipis, "Enak, kan?" tanyanya.

"Huummmm... aaahhhh, Chu cium," pinta Krystal dengan manja. Jisoo dengan senang hati langsung menuruti permintaan itu, walau tertahan tapi suara lengguhan kenikmatan yang dikeluarkan oleh Krystal tetap terdengar begitu syahdu di telinga Jisoo.

Jari tengah dan jari telunjuk milik Jisoo yang kini sedang bekerja keras itu mulai dibaluti lendir bening, dengan pelahan kedua jari itu mulai menerobos masuk ke dalam ruang yang hangat dan mulai melancarkan aksinya di sana. Teriakan Krystal semakin keras, ia tak memerdulikan keberadaan Jessica di dalam rumah, yang Krystal pikirkan saat ini adalah 'tidak ada yang terpikirkan' olehnya. Ya, pikirannya mendadak kosong. Kepalanya hanya berisikan suara decakan yang berbunyi bak gonggongan anjing yang sedang bersahut-sahutan dengan lengguhan yang mereka berdua ciptakan.

"Aaahhhhh... Chu, please masukin pake yang itu... ya, sayang? 'Kan udah lama banget tuh enggak dipake, masa pake tangan doang? Enggak mau, eumm..."

"Nanti tuh aku enggak mau berhenti-berhenti, Sayang. Kamu tau itu, kan? Bahaya, nanti lutut kita bisa-bisa copot loh karena ber-ronde-ronde mainnya! Aku jilat aja, ya?"

"ENGGAK!" Raut wajah Krystal seketika berubah kecewa, fantasinya harus dihancurkan oleh alasan tak masuk akal yang baru saja ia dengar. Padahal, Krystal hanya ingin melakukannya bersama Jisoo setelah sekian lama. Padahal, Jisoo tau, bahwa Krystal sudah memberikan sesuatu hal yang berharga yang ia miliki padanya.

Jisoo tersenyum seraya ia bangkit dari posisinya saat ini dan mulai berjalan ke tempat dimana barang yang dimaksud itu di simpan. Krystal membenarkan posisinya, ia mulai menata beberapa bantal di kepala, dan menyimpan satu bantal di bawah pantatnya. Melihat Jisoo sudah kembali dengan sesuatu di tangan kanannya membuat Krystal tersenyum malu-malu.

Jisoo meletakan lututnya di lantai dan membiarkan wajahnya tepat berada dihadapan inti milik kekasihnya. Dengan senyum di wajahnya, Jisoo mulai menjilat, mulai mengulum hingga membuat tubuh Krystal menggeliat dan lengguhan lolos dengan kencang mengisi seisi ruangan kamar. Service yang sedang dilakukannya ini tak serta-merta membuat tangannya diam, Jisoo mulai memasang apa yang baru saja diambilnya, mulai menggenggam dan dimainkannya. Setelah dirasa cukup kencang, ia bangkit dari posisinya berdiri dihadapan Krystal yang sedang terlentang dengan kedua kakinya sudah terbuka dengan lebar, dan memang sengaja ia lakukan agar memberikan ruang untuk sesuatu itu masuk dengan mudah.

"Aaahhhhhh... Eummm... pelan-pelan, Sayang. Sedikit sakit!" Lengguhan Krystal yang disusul rintihan kecil di belakangnya. Jisoo mengangguk mengerti, lalu ia kembali melumat bibir kekasihnya dengan ganas.

Pada malam itu Jisoo tampaknya melupakan janjinya pada teman-temannya yang lain. Dimana seharusnya ia saat ini sedang berada di dorm untuk membahas mengenai rencana comeback groupnya mendatang. Malam yang panas ini memang tidak bisa dilewatkan begitu saja, Jisoo tak akan bisa meninggalkan Krystalnya tanpa membuat kekasihnya merasakan kepuasaan 100%. Dan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa Jisoopun merindukan hal ini, ia merindukan bagaimana caranya memanjakan Krystal dengan sepenuh hati, merindukan bagaimana wajah Krystal saat sedang dimabuk gejolak hawa nafsu, merindukan bagaimana lengguhan Krystal yang begitu sexy dan menggugah gairah siapapun yang mendengarnya. Intinya, Jisoo rindu menikmati seluruh tubuh kekasihnya.

Malam panjang itu diakhiri dengan 3 ronde pertempuran, 8 kaleng bir, baju berserakan di lantai, kamar yang berantakan, dan keringat yang bercucuran.

***

Cukup gilanya hari ini, besok akan jauh lebih gila lagi karena hari Senin!
Terimakasih sebelumnya untuk web biru, karena sudah sangat dan sangat membantu, sepaneng kepala aing:(

24HRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang