Mahasiswi yang melihat wajah tampan Jay langsung berbisik-bisik senang, sedangkan Jungwon hanya menatap Jay datar. Wonyoung di sebelah Jungwon berujar lirih, "Dia tampan sih tapi bukan tipeku." sambil mengibaskan rambutnya. Jungwon memutar matanya malas mendegar ucapan Wonyoung.
Jungwon memperhatikan Jay yang sudah memulai kelasnya, dan Jay cukup bagus dalam mengajar. Dia langsung menjelaskan poin-poin yang ada di materi dan hal tersebut merupakan favorit Jungwon. Dia pintar, batin Jungwon dengan senyum kecilnya melihat Jay. Ternyata Jay bukan hanya orang gila yang suka mabuk.
"Baiklah, cukup sampai disini materi yang bisa aku sampaikan. Kalau ada yang mau belajar lebih jauh, bisa hubungi aku disini." Jay menuliskan alamat emailnya di papan tulis.
Karena Jay hanya menjadi dosen tamu maka dia tidak akan mengajar dua kali. Jay ingin sekali membagikan nomor hp nya agar Jungwon bisa menghubunginya, tapi dia tidak ingin dihubungi mahasiswa-mahasiswi lain. Makanya Jay hanya bisa bertaruh memberikan alamat emailnya dan berharap Jungwon tertarik untuk bertanya padanya.
Kuliah itu sudah selesai dan Jay terpaksa harus pergi meninggalkan kelas. Diliriknya Jungwon yang masih mengobrol dengan perempuang disebelahnya. Aku sudah berusaha maksimal, semoga Jungwon segera menghubungiku duluan batin Jay berdoa dalam hatinya. Kemudian dia keluar meninggalkan kelas Jungwon.
Yuna dan Seongmin mengobrol di dalam kelas sambil menunggu kedatangan Sunoo. Sudah tinggal beberapa hari lagi mereka akan PKL di tempat tujuan masing-masing. "Hei min, besok Sunoo ulang tahun, kita mau memberi kado apa untuknya?" tanya Yuna pada Seongmin. Seongmin terlihat berpikir sambil mengetukkan jarinya di dagu.
"Bagaimana kalau kita ajak makan saja?" tanya Seongmin balik.
"Itu sudah pernah tahun lalu, bodoh!" balas Yuna sambil memukul pelan kepala Seongmin.
Mereka berdua terlihat bingung dengan memilih hadiah, pasalnya besok Sunoo ulang tahun yang ke-20. Setidaknya harus memberikan hadiah yang cukup spesial. Tak lama Sunoo sudah datang dan menghampiri keduanya. Wajahnya terlihat berseri-seri bahagia dengan pipinya yang kemerahan.
"Pagi teman-teman." sapa Sunoo.
"Sunoo, kau pakai parfum?" tanya Yuna tiba-tiba.
Sunoo menggeleng dengan sedikit kebingungan. "Tidak. Kau kan tau aku tidak pernah pakai parfum, Yuna."
"Tapi kau sangat wangi, bau manis coklat." jelas Yuna.
"Tunggu, kenapa aku mencium wangi bunga matahari dari Sunoo?" tanya Seongmin kaget.
Yuna dan Seongmin bingung, kenapa mereka berdua mencium bau yang berbeda dari Sunoo? Apalagi Sunoo yang super bingung dengan pertanyaan kedua temannya. "Ini pasti bau feromonmu. Tapi kenapa bisa berbeda?" tanya Yuna dengan pertanyaan yang menggantung.
***
Mood Sunghoon pagi ini sangat bagus. Sunghoon tadi mengantarkan Sunoo ke kampus dengan mobilnya. Bau feromon Sunoo pagi ini terasa lebih kuat dan memabukkan, hampir saja Sunghoon tidak bisa menahan diri saat di mobil. Nanti Sunghoon juga akan mengantarkan Sunoo pulang setelah kerja shift Sunoo di cafe selesai.
"Permisi Tuan Park." ucap Jiheon setelah mengetuk pintu ruangan Sunghoon.
"Masuk."
Jiheon masuk ke dalam dengan membawa beberapa map. Diserahkannya map itu diatas meja Sunghoon. "Ini laporan kemajuan mengenai produk baru perusahaan, Tuan." ucap Jiheon. Sunghoon mengangguk dan menyuruhnya untuk keluar. Jiheon membungkuk sebentar dan segera pamit pergi.
Sunghoon mengecek dokumen tersebut dan sepertinya tidak ada masalah yang perlu di khawatirkan. Pekerjaan yang lain segera dia urus hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Sunghoon berencana pergi keluar membeli sesuatu untuk hadiah Sunoo besok. Sunghoon pergi ke butik langganannya yang berspesialisasi memproduksi pakaian laki-laki.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADDICTED | Sunsun ABO Universe
WerewolfTentang kisah dua pemuda yang dipertemukan takdir. Gairah yang membuncah. Kesetiaan yang harus dijaga. Mampukah mereka tetap bersama menghadapi berbagai rintangan? Cast : Kim Sunoo Park Sunghoon Yang Jungwon Park Jongseong Lee Heeseung Sim Jaeyun N...
