Sunghoon dan Niki tiba di lokasi yang tak jauh dari kampus. Terlihat ramai polisi dan ambulans serta orang-orang yang penasaran. Disana Jay sedang membantu Jungwon yang terluka di kepalanya. Sunghoon dan Niki segera mendekati Jay.
"Jay, jelaskan apa yang terjadi disini!" bentak Sunghoon meminta penjelasan perihal panggilan Jay bahwa Sunoo diculik.
Saat Jay hendak menjawab, Jungwon menghentikannya. Jungwon menatap Jay dan berkata bahwa dirinya yang akan menjelaskan kepada Sunghoon.
Beberapa jam sebelumnya...
Setelah masalah antara Sunoo dan Wonyoung terselesaikan, mereka memutuskan pergi menuju gerbang depan bersama dengan Jungwon untuk pulang. Ketiganya terlibat obrolan yang seru hingga akhirnya mereka sampai di gerbang depan kampus. Saat mereka akan berpisah, tiba-tiba sebuah mobil van hitam berhenti tepat di dekat mereka dan keluar orang-orang yang berbadan besar mendekati mereka.
"Siapa kalian?!" teriak Jungwon sambil memasang kuda-kuda taekwondo.
Jungwon merasakan bahaya dari orang-orang yang terlihat seperti preman itu, apalagi mereka semua kebanyakan seorang alpha dan beta. Jungwon berdiri di sebelah Wonyoung yang satu-satunya alpha diantara mereka dan Sunoo bersembunyi di belakang keduanya.
"Jungwon, sepertinya ini terlihat berbahaya. Lebih baik kita kabur saja kembali ke dalam kampus." Sunoo berbisik pelan dari belakang.
"Benar apa kata Sunoo, Jungwon. Aku dan kau akan kesulitan menghadapi mereka semua. Lebih baik kita lari." Wonyoung mengangguk sambil mencoba untuk tetap mengeluarkan feromon alpha nya untuk mengancam orang-orang yang menghadang mereka, karena dirinya tidak punya seni bela diri seperti Jungwon.
Sebelum ketiganya sempat berlari, orang-orang tersebut telah maju terlebih dahulu dan menyerang Jungwon juga Wonyoung. Kemudian satu alpha menyerang Sunoo dan membekap hidung nya dengan sapu tangan hingga Sunoo pingsan tanpa perlawanan. Dibawanya Sunoo masuk ke dalam van dan memanggil teman-temannya. Setelah mereka melukai Jungwon dan Wonyoung hingga pingsan, mereka kemudian masuk ke dalam van dan pergi meninggalkan lokasi.
Jungwon menyelesaikan ceritanya dan menundukkan kepalanya, meminta maaf kepada Sunghoon bahwa dirinya tidak bisa melindungi Sunoo. Bahunya gemetar karena menangis mengkhawatirkan bagaimana kondisi Sunoo yang di culik.
"Lalu sekarang dimana Jang Wonyoung?" tanya Sunghoon geram.
"Eh?" Jungwon bingung dengan pertanyaan Sunghoon, kemudian dia menoleh untuk mencari keberadaan Wonyoung. Nihil.
"Aku tidak tahu, saat sadar aku langsung menelepon Jay hyung dan masih melihat Wonyoung pingsan disampingku. Setelah polisi dan ambulans datang, aku sudah tidak tahu." jelas Jungwon kemudian.
"SIALAN! Beraninya wanita itu bermain tipu muslihat seperti ini!" Sunghoon mengambil ponselnya dan menelepon anak buahnya, segera meminta mereka untuk melacak keberadaan Wonyoung dan Sunoo.
"Ada apa ini, Sunghoon hyung?" tanya Jungwon meminta penjelasan. Kemudian Niki maju untuk menceritakan semuanya kepada Jungwon dan Jay, bahwa selama ini orang yang berniat mencelakai Sunoo adalah Jang Wonyoung.
"Ba...bagaimana bisa? Padahal tadi Wonyoung sudah meminta maaf pada Sunoo hyung..." gumam Jungwon merasa shock. Jay sendiri hanya bisa menghela napas dan menyayangkan kejadian ini. Dia pun memilih untuk membantu Sunghoon dan mengerahkan anak buahnya juga.
***
Sunoo mengerang pelan dan perlahan membuka matanya. Dirinya ingat terakhir kali orang-orang berbadan besar sebelumnya membuatnya pingsan. Sunoo segera mengecek keadaan perutnya dan bernapas lega bahwa tidak terjadi apa-apa yang membahayakan bayinya.
"Sudah bangun?" ucap sebuah suara dari kejauhan.
Sunoo kaget dan melihat sekeliling nya yang minim cahaya dan dirinya baru sadar bahwa tangan dan kakinya terikat. Dilihatnya seseorang yang bicara tadi sedang duduk agak jauh darinya dan wajahnya tidak terlihat.
"Siapa kau?! Kenapa menculikku?" teriak Sunoo mencoba memberanikan dirinya.
Suara tawa kemudian memenuhi udara. Orang yang duduk tersebut menghentikan tawanya dan berucap, "Dasar jalang bodoh! Inilah akibatnya karena kau berani berulah!"
Orang tersebut berjalan mendekati Sunoo dan memperlihatkan wajahnya. Sunoo sangat kaget karena melihat wajah Wonyoung yang tidak lama tadi bersamanya. Dirinya kehilangan kata-kata dan hanya mematung. Wonyoung sendiri tertawa sinis dan mulai menampar wajah Sunoo.
"Kenapa? Kau kaget?" ucap Wonyoung diikuti tawa mengejek.
Wonyoung menarik rambut Sunoo dan berkata, "Berulangkali aku selalu gagal membuatmu celaka! Sekarang aku benar-benar akan menghabisimu."
"Uughh, Le..lepaskan aku! Aku tidak menyangka kau melakukan hal seperti ini!" Teriak Sunoo sambil mencoba menarik kepalanya dari cengkeraman Wonyoung.
Wonyoung melihat perut Sunoo dan semakin menarik rambutnya agar kepala Sunoo menengadah. "Berani-beraninya jalang sepertimu mengandung anak Sunghoon! Bayimu yang pertama akan kuhabisi!" Teriak Wonyoung dan melayangkan kakinya ke arah perut Sunoo.
Sunoo berusaha melindungi perutnya dengan meringkuk dan menggigit tangan Wonyoung. Dirinya segera merangsek mundur dengan tangan dan kaki yang masih terikat. Wonyoung berteriak dan mengibaskan tangannya yang terkena gigitan Sunoo.
"DASAR JALANG!" Teriak Wonyoung sambil mengambil balok kayu yang sudah dipersiapkan anak buahnya. Dia kembali menghampiri Sunoo dan mengayunkan balok kayu untuk memukul Sunoo.
Tiba-tiba terdengar suara keras dan cahaya terang memenuhi ruangan tempat Sunoo dan Wonyoung. Terdengar suara sirene polisi dan ambulans dari luar. Wonyoung melihat pintu garasi yang sudah jebol dan Sunghoon berdiri disana. Sunoo masih meringkuk melindungi perutnya dan memejamkan mata ketakutan.
***
Beberapa jam sebelumnya...
Sunghoon mendapat kabar keberadaan Sunoo dari anak buahnya. Dia segera pergi menuju mobil dan terlihat Niki mengikutinya di belakang. "Aku ikut. Berdua lebih baik daripada sendirian." Ucap Niki menjelaskan dan Sunghoon hanya mengangguk.
"Hey, aku akan menyusul kalian bersama dengan polisi dan ambulans! Bagikan lokasinya denganku!" Teriak Jay sebelum kepergian Sunghoon.
Sunghoon menjalankan mobil nya dengan kecepatan penuh, kemarahan sudah menguasai dirinya. Feromon alpha yang mengamuk sampai sedikit mempengaruhi Niki yang seorang beta.
"Tenanglah. Sunoo pasti baik-baik saja. Kita harus mewujudkannya seperti itu." Ucap Niki dengan tegas. Sunghoon mengepalkan tangannya di kemudi dan mengangguk.
Mereka berdua akhirnya tiba di sebuah vila yang terletak jauh di pinggir kota. Vila pribadi Jang Wonyoung. Sunghoon tiba-tiba merasakan perasaannya kalut dan ketakutan, dia seperti bisa mengetahui dimana keberadaan Sunoo. "Jangan-jangan Sunoo dalam bahaya!" Batin Sunghoon panik.
Keadaan vila itu terlihat sepi tanpa penjagaan, Niki melihat kondisi sekeliling dari dalam mobil. Tiba-tiba Sunghoon menginjak pedal gas dan melaju lurus ke arah garasi. Dari kejauhan terdengar suara sirene polisi dan ambulans, yang kemungkinan datang bersama Jay. Pintu garasi berhasil di terobos dan Sunghoon segera turun dari mobil nya.
Dia melihat Wonyoung yang berdiri memegang balok kayu, lalu Sunoo omeganya yang meringkuk gemetar. Amarah langsung menguasai Sunghoon dan dia mengeluarkan feromon alpha yang berbahaya.
"JANG WONYOUNG!" Teriak Sunghoon murka.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
ADDICTED | Sunsun ABO Universe
Hombres LoboTentang kisah dua pemuda yang dipertemukan takdir. Gairah yang membuncah. Kesetiaan yang harus dijaga. Mampukah mereka tetap bersama menghadapi berbagai rintangan? Cast : Kim Sunoo Park Sunghoon Yang Jungwon Park Jongseong Lee Heeseung Sim Jaeyun N...
