Chapter 18

1.9K 150 4
                                        

Jake hari ini berencana untuk menutup cafenya karena kedatangan seorang tamu spesial. Padahal ini hari minggu dimana cafe biasanya akan ramai pengunjung, tapi Jake lebih memilih tutup. Heeseung menghubunginya tepat dua hari lalu setelah menyelesaikan turnya, dia ingin menghabiskan waktu berdua bersama Jake di hari Minggu. Siapa yang tidak senang mendengar permintaan tersebut.

"Kapan kau tiba?" tanya Jake pada Heeseung di telepon.

"Oke. Aku juga perlu mengurus beberapa bahan kopi dan makanan yang datang hari ini. Hubungi aku kalau sudah dekat ya."

Jake menutup panggilannya dengan Heeseung dan melanjutkan pekerjaannya memasukkan beberapa bahan ke dalam cafe melalui pintu belakang. Heeseung bilang dia sudah dalam perjalanan dan sebentar lagi akan tiba. Jake mengecek kembali seluruh stok bahan dan memastikan bahwa semuanya sudah sesuai jumlahnya. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.

"Morning, uri kangaji~"

Jake berbalik dan melihat Heeseung dengan masker dan topi baseballnya, "Honey! Kok tiba-tiba sudah sampai?" tanya Jake. Heeseung sebenarnya sudah tiba lebih dulu saat Jake menelepon, tetapi dia ingin memberinya kejutan. Kebetulan pintu belakang tidak terkunci dan setelah Jake selesai dengan pekerjaannya, Heeseung melancarkan aksinya.

"Mau buat surprise!" Heeseung melepas masker dan topinya kemudian tersenyum jail. Masih dengan tangannya yang memeluk erat pinggang Jake, Heeseung mencium cepat bibir pacarnya itu. "I miss you, Baby....." ucap Heeseung pada Jake.

"Miss you, too....." Jake menangkup wajah Heeseung dan mengelus pipinya dengan ibu jari. 

Jake memajukan wajahnya dan mencium bibir Heeseung lebih dulu. Heeseung membalas ciuman itu dengan melumat bibir Jake dan memasukkan lidahnya yang disambut oleh Jake. Mereka berdua berciuman lama dan saling menikmati kerinduan satu sama lain.

"AAAAAAAAAAHH!!!"

"KENAPA, SUNOO?!"

Ciuman Jake dan Heeseung terlepas karena kaget mendengar suara teriakan. Jake melihat Sunoo berdiri tidak jauh dari pintu belakang, menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dan seorang laki-laki tinggi yaitu Sunghoon yang wajahnya terlihat panik menatap Sunoo sambil masih memegang pintu belakang yang terbuka lebar.

Suasana terasa canggung diantara mereka berempat. Jake yang mengusap wajahnya dan Heeseung menggaruk pelan belakang lehernya. Mereka berdua seperti tertangkap basah. Sunoo yang matanya melotot tidak percaya dengan Sunghoon yang kebingungan melihat mengapa Heeseung bisa ada disana.

***

"Jadi, kau itu siapanya Sunoo?" tanya Jake pada Sunghoon setelah dirinya menyerahkan secangkir kopi. 

Mereka berdua berada di meja makan, sedangkan Heeseung dan Sunoo duduk di sofa depan televisi. Sunoo meminta Heeseung untuk memainkan lagu favoritnya, jadi artis top itu bernyanyi sambil bermain gitar. Jake yang tidak ingin mengganggu akhirnya mengajak Sunghoon untuk minum kopi bersama.

"Harusnya aku yang tanya, kau siapanya Heeseung hyung?" tanya Sunghoon dengan ketus. Suasana keduanya sangat tidak akur, berbeda dengan dua orang yang berada di depan televisi.

"Dengar ya, aku lihat kau sering bertemu dengan teman Jungwon di cafe ku. Aku tidak peduli apa hubungan kalian, tapi kalau kau sampai menyakiti Sunoo....." Jake membuat gerakan memotong leher dengan ibu jarinya, "Aku tidak segan membunuhmu!"

Sunghoon menatap Jake tajam, berani sekali beta ini.... batin Sunghoon yang ingin membalas perkataan Jake tapi terhenti karena melihat Sunoo yang berjalan mendekat. Heeseung dan Sunoo datang bergabung ke meja makan dengan Sunoo duduk di sebelah Sunghoon, Heeseung duduk di sebelah Jake. 

ADDICTED | Sunsun ABO UniverseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang