04 "River Flows In You"

3.6K 399 12
                                        

𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'

Hari kedua di sekolah barunya masih meninggalkan kesan yang menyenangkan bagi Retania.

Desas-desus mengenai hubungannya dengan Heron mulai merebak di koridor, memicu rasa penasaran banyak orang. Sesuai kesepakatan mereka, Retania selalu menjawab bahwa mereka adalah sahabat dekat, alih-alih saudara. Itu adalah kemauan Heron sendiri.

Pemuda itu tidak ingin publik memandangnya dengan sudut pandang keliru karena menyukai saudaranya sendiri, meski pada kenyataannya, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah. Hanya hampir menjadi saudara.

Selain itu, Retania juga berhasil mendapatkan teman baru bernama Nora, yang tidak sengaja ia temui kemarin siang.

"Hai! Gue Nora, anak kelas XI-Cakra Enam." Sapa gadis itu heboh saat pertama kali menghampiri meja Retania.

"Gue mau jadi teman lo, dong. Kalau lo gak mau, biar lo aja yang jadi teman gue. Deal, ya? Gue traktir sekarang!"

Nora langsung menarik lengan Retania menuju kantin. Di sana, mereka menghabiskan waktu dengan berbincang banyak hal. Di mata Retania, Nora adalah sosok yang sangat baik meski sedikit cerewet. Namun, kecerewetan Nora justru menjadi penyeimbang yang sempurna bagi Retania yang kerap kesulitan mencari topik obrolan.

Siang ini, kelas Retania mendapatkan jadwal mata pelajaran olahraga di lapangan terbuka. Retania mengikuti seluruh instruksi materi dengan sangat baik.

Peluh keringat mulai membasahi dahi dan leher jenjangnya, sementara rambut pirang panjangnya diikat tinggi-tinggi, bergerak mengikuti setiap langkah kakinya. Penampilan yang kontras itu sukses membuat para siswa di sekitar lapangan tidak berhenti mencuri pandang.

Memilih untuk mengabaikan tatapan-tatapan lapar tersebut, Retania melangkah menuju tribun penonton di pinggir lapangan guna berteduh. Ia duduk sendirian, sebab sejauh ini ia belum memiliki teman sekelas yang benar-benar akrab.

Tepat di saat yang sama, tim basket utama SMA Cakra Raya ternyata sedang menggunakan paruh lapangan lain untuk berlatih. Sang kapten, Ednan, tampak berdiri di depan barisan memimpin teman-temannya melakukan pemanasan.

Saat melakukan lari kecil mengelilingi area lapangan, rute mereka melewati tempat di mana Retania duduk. Gadis itu tampak sedang menyandarkan punggungnya di tribun, memejamkan mata dengan sepasang airpods menyumpat telinga. Retania sepenuhnya larut dalam dunia sendiri, menikmati alunan lagu Back to You yang mengalun tenang.

Sebenarnya, sejak awal menginjakkan kaki di lapangan, atensi Ednan sudah terkunci pada gadis itu. Di antara segerombolan murid kelas XI-Cakra Dua, visual Retania terlalu mencolok untuk dilewatkan. Postur tubuhnya yang tinggi semampai, kulit putih bersih, dan rambut pirang yang berkilau diterpa matahari, sukses memicu rasa penasaran di dada Ednan.

Seolah ada magnet tidak kasat mata yang menarik langkahnya. Ednan memisahkan diri dari timnya, Ia melangkah perlahan menuju tribun lalu mengambil posisi duduk di undakan yang tepat berada satu tingkat di atas Retania.

Dari sudut ini, Ednan bisa mengagumi lekuk wajah cantik itu dengan sangat jelas. Didorong oleh dorongan impulsif yang jarang ia miliki, Ednan mengulurkan tangan... lantas melepas paksa satu airpods dari telinga kanan Retania.

Tindakan tiba-tiba itu sontak membuat Retania membuka matanya. Begitu menoleh ke samping, ia langsung dihadapkan pada wajah tampan seorang pemuda dengan jarak yang teramat dekat. Retania mengerutkan keningnya dalam.

"Maaf, ada apa ya?" Tanya Retania, menuntut penjelasan atas eksistensi cowok asing di dekatnya.

Ednan sempat terpaku selama beberapa detik sebelum akhirnya menyahut datar, "Lo harus tanggung jawab."

A Different 'R' (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang