05 Penobatan Putra Putri SMA Cakra Raya

3K 369 9
                                        

𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'

Pagi ini, ketenangan SMA Cakra Raya mendadak pecah oleh sebuah notifikasi yang muncul secara serentak dari situs web resmi sekolah.

Hampir seluruh siswa memenuhi koridor dan ruang kelas dengan ponsel di genggaman masing-masing. Mereka tengah hanyut membaca artikel utama yang baru saja diunggah dengan tajuk yang langsung menarik perhatian.

PUTRA PUTRI SMA CAKRA RAYA: THE NEXT GENERATION

Banyak pasang mata terperangah ketika menggulir laman demi laman artikel tersebut. Mereka disuguhi deretan panjang prestasi, medali olimpiade internasional, hingga sertifikat penghargaan akademik tingkat tinggi milik sang kandidat Putri.

Rasa keterkejutan massa kian membubung tinggi saat foto potret Retania Qimberleay terpampang nyata di halaman berikutnya.

Fakta bahwa Retania adalah siswi pindahan baru yang bahkan belum genap seminggu menginjakkan kaki di Cakra Raya sempat memicu perdebatan. Namun, melihat portofolio akademiknya yang luar biasa sempurna dan tingkat kecerdasannya yang langka, tidak ada satu pun yang berani menyangkal kelayakannya untuk langsung menduduki posisi seleksi akhir Putri Sekolah.

Di bawah potret anggun Retania, terpasang empat foto pemuda yang visualnya sudah sangat akrab di telinga warga sekolah.

Empat pangeran Cakra Raya secara mutlak dinobatkan sebagai perwakilan Putra terpilih. Kombinasi yang sudah sangat bisa ditebak. Seluruh murid meyakini bahwa keempat pemuda itu bukan lagi sekadar bersaing satu sama lain, melainkan mereka berempat memang berada di kasta tertinggi yang tidak mungkin tergantikan.

Berbeda jauh dengan atmosfer riuh yang mendominasi area koridor luar, situasi di dalam ruang rapat utama justru diselimuti keheningan yang intens.

Kelima remaja yang tengah menjadi buah bibir tersebut kini duduk melingkari meja bundar berbahan kayu jati yang mewah.

Reygen duduk bersandar dengan kedua tangan bersedekap di dada, rahangnya bergerak konstan mengunyah permen karet mint sebagai alternatif pengganti rokoknya yang dilarang di area dalam.

Heron duduk dengan pembawaan tenang berwibawa, jemarinya saling bertautan erat di atas meja. Di sisinya, Jeyen bersandar santai dengan kedua tangan di atas paha yang sedikit terbuka, menatap lurus ke depan.

Sementara Ednan duduk dengan posisi tegak, sebelah tangannya bergerak lihai memutar pulpen besi di antara jemarinya dengan ritme yang teratur.

Menariknya, fokus pandangan keempat pemuda itu secara tidak sadar tertuju pada titik yang sama. Retania, menjadi satu-satunya perempuan di ruangan itu, di bawah tatapan intens dari empat pemuda paling berpengaruh di sekolah yang membuat Retania tidak bisa menyembunyikan ketegangannya.

Sepasang pipinya perlahan merona kemerahan, menciptakan siluet bersemu yang terlihat begitu manis dan menggemaskan di mata mereka.

Ceklek..

Suara pintu yang terbuka lebar seketika memutus ketegangan tipis tersebut. Sosok guru yang sejak tadi mereka tunggu akhirnya melangkah masuk, langsung menyita atensi penuh dari seluruh kursi.

"Hallo, para Golden Student Cakra Raya." Sapa Miss Tasa ramah namun sarat akan wibawa.

"Selamat pagi, Miss." Jawab kelimanya dengan kompak dan tegas.

A Different 'R' (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang