18 Beruntung Bertemu Denganmu

1.1K 203 20
                                        

𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'

Pagi hari pukul 06.17, Retania sudah bersiap rapi dengan seragam sekolahnya. Mengawali hari dengan sarapan sepotong roti lengkap bersama segelas susu hangat, ia tak lupa memasukkan botol berisi air detoks ke dalam tas ranselnya.

Setelah memasukkan ponsel pintarnya ke dalam tas, Retania melangkah dari area dapur menuju ke ruang tengah. Langkahnya sempat terhenti, wajahnya sedikit menengadah untuk menatap sebuah bingkai foto berukuran sedang yang terpajang di hadapannya.

Di dalam foto tersebut, terlihat sosok Retania kecil dengan senyuman cantiknya yang tengah berada di dalam pangkuan sang papa.

Sementara mamanya, dengan senyuman anggun yang meneduhkan, berdiri anggun sembari meletakkan kedua telapak tangannya di pundak sang suami tercinta. Pemandangan visual masa lalu yang selalu sukses membuat dada Retania dihinggapi rasa senyap yang pedih setiap kali ia memandangnya.

Tak ingin membiarkan dirinya larut terlalu dalam akan kubangan kesedihan masa lalu, Retania segera beranjak melangkah keluar.

Namun, tepat saat ia membuka pintu unit apartemennya, sepasang netra indahnya mendadak menangkap keberadaan sebuah kotak misterius berwarna hitam pekat dengan hiasan pita berwarna keemasan di atasnya.

Seingat dirinya, ia sama sekali tidak mendengar bunyi bel apartemen berbunyi sejak subuh tadi. Jika di antara empat pemuda itu yang berniat mengirimkan sesuatu, biasanya kurir utusan mereka akan menekan bel dan menyerahkan paket tersebut secara langsung ke tangannya.

Melihat jarum jam dinding yang telah menunjukkan pukul 06.32, Retania memilih untuk hanya mengambil kotak misterius tersebut, membawanya masuk, lalu meletakkannya begitu saja di atas meja ruang tengah tanpa ada niat sedikit pun untuk membukanya sekarang.

Setelah itu, ia bergegas turun menuju basement dan berkendara menuju ke sekolah.

𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'

"Anak-anak sama lo gimana Re?"

Saat waktu istirahat tiba, Retania, Suci, dan Nora tampak sedang duduk tenang di salah satu sudut pojok kantin. Nora, yang notabenenya memang tidak bisa diam dan selalu dipenuhi rasa penasaran, langsung melontarkan pertanyaan tersebut guna memulai obrolan di meja mereka.

"Biasa aja." Jawab Retania tenang, masih setia membaca buku menunggu sup kimlo pesanannya tidak terlalu panas, berbeda dengan kedua temannya yang telah khidmat menikmati pesanan mereka.

"Mana ada! orang tadi gue liat sepanjang jalan kesini masih ada yang liat lo sinis." Sergah Nora tidak setuju.

"Kamu udah tau jawabannya kan."

"Ya siapa tau lebih dari itu."

"Gue yakin ya, sebenarnya beberapa siswi disini tuh udah gak suka sama lo Re. Secara lo kan masuk sini langsung jadi primadona tuh, langsung diangkat jadi Putri sekolah lagi, pasti banyak yang iri."

"Apalagi lo kelihatan deket sama tuh empat pangeran yang didamba-dambakan mampus sama siswi sini. Nah.. waktu kemarin ada yang nempel foto gak bener itu di mading, jadilah celah mereka yang gak suka sama lo buat hujat dan jelek-jelekin."

"Jadi kesimpulan intinya, banyak siswi yang gak suka kalau Re deket-deket sama empat cowok kulkas itu ya, Nora?" Tanya Suci ikut menimpali.

"Hah? Siapa maksud lo cowok kulkas?"

A Different 'R' (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang