𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'
Pertengahan jam belajar sekolah minggu ini menjadi momen yang paling menguras energi. Retania, Jeyen, Ednan, Reygen, juga Heron mulai disibukkan dengan segala persiapan intensif menjelang perlombaan masing-masing.
Namun, tidak seperti biasanya di mana Heron, Reygen, dan Ednan akan menggebu-gebu serta penuh ambisi untuk berlatih, kali ini mereka justru memulainya dengan drama konyol yang tidak terduga.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Jeyen. Pemuda itu kini tampak sangat bersemangat, berusaha keras menahan kurva senyum yang nyaris terbit di wajah tampannya hingga menyembunyikan lesung pipit khas miliknya.
Sayangnya, sepercik kebahagiaan Jeyen seketika dihancurkan oleh tiga manusia menyebalkan yang mendadak mogok latihan.
Mari kita saksikan drama dadakan yang mereka ciptakan.
"Aduh, kalian ini kenapa belum mulai juga berlatih? Waktu kita tidak banyak, anak-anak." Tegur Miss Tasa. Setelah mendengar laporan dari staf bahwa para murid kesayangannya enggan menyentuh fasilitas latihan, beliau dengan segera menghampiri mereka ke ruang tengah sekretariat.
"Tidak bersemangat, Miss." Ucap Reygen santai. Pemuda itu saat ini tengah memejamkan mata dengan sepasang tangan bersidekap dada di atas sofa.
Miss Tasa menghela napas berat. "Kalian tidak seperti biasanya bertingkah laku begini."
"Apa mau saya pesankan makanan di luar? Bisa saja kalian bertingkah begini karena lapar, kan?" Guru perempuan itu sudah bersiap merogoh ponselnya, mencoba mencari solusi tercepat.
Ednan menyahut dengan nada datar, "Miss Tasa, sebelum memulai latihan fisik yang berat, bukankah kami memerlukan pasokan energi dan stamina yang cukup?"
"Tentu saja perlu, Ednan. Sangat perlu. Maka dari itu Miss Tasa akan memesankan makanan untuk kalian dengan segera." Balas Miss Tasa responsif.
"Masalahnya, energi saya hari ini sudah dicuri oleh Retania, Miss." Celetuk Reygen asal.
Retania yang namanya mendadak dibawa-bawa oleh sang penghuni rooftop tersebut langsung mengangkat alis kirinya tinggi-tinggi, menatap Reygen dengan pandangan heran sekaligus jengkel.
"Apa? Kamu pasti terlalu lapar, Reygen, sampai bicaranya tidak jelas begitu." Sahut Miss Tasa menggelengkan kepala.
Heron ikut menimpali, "Terima kasih atas itikad baiknya untuk membelikan kami makanan, Miss. Tapi saya rasa, bukan asupan nutrisi itu yang saat ini kami inginkan."
"Sama seperti yang saya ucapkan tadi, Miss. Berhubung Retania sudah mengambil seluruh energi sekaligus semangat saya, jadi dia yang harus bertanggung jawab mengembalikannya. Benar begitu, Miss Tasa?" Tambah Reygen dengan seringai tipis.
"Saya juga berpikiran sama." Ucap Heron dan Ednan serentak.
Kekompakan dadakan itu sontak saja membuat Jeyen berdecak sebal di sudut ruangan. Ia tau betul kelakuan picik mereka hanyalah taktik untuk mengganggu waktu belajarnya bersama Retania.
"Maaf, Miss Tasa, saya tau sekali mereka hanya berniat mengacaukan jadwal belajar saya dengan Retania. Jadi lebih baik kami berdua langsung mulai belajar saja sekarang." Usul Jeyen mencoba menyelamatkan situasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Different 'R' (Selesai)
ActionAda hati yang tetap asing, meski waktu telah berkali-kali singgah membawa cerita. Di SMA Cakra Raya Jakarta, nama mereka berempat bagai legenda. Pemuda-pemuda penuh prestasi dengan visual yang sanggup membuat siapa saja menoleh dua kali. Mereka dici...
