07 Genderang Perang

2.7K 314 12
                                        

𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'

Hari silih berganti. Kini saatnya acara Pelantikan Putra Putri SMA Cakra Raya resmi dilaksanakan.

Seluruh rangkaian prosesi sakral tersebut berjalan dengan sangat lancar dan khidmat. Meski acara inti telah usai, aula utama sekolah masih saja dipadati oleh hiruk-pikuk para murid yang asyik menikmati hiburan panggung dan berbagai kudapan mewah yang disajikan.

Di salah satu sudut area semi privat aula, Retania dan keempat pemuda berdiri melingkari Miss Tasa, menjadikan sang guru sebagai pusat atensi mereka.

"Selamat karena mulai hari ini kalian telah resmi menyandang gelar sebagai Putra Putri SMA Cakra Raya." Ucap Miss Tasa dengan binar bangga yang terpancar jelas dari sepasang matanya.

"Pihak yayasan dan guru sangat berharap kalian bisa menjadi contoh teladan yang baik untuk seluruh murid di sekolah ini. Embanlah tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab sesuai posisi kalian."

"Baik, Miss." Jwwab kelimanya kompak.

"Sebagai langkah awal setelah pelantikan ini, kalian akan langsung diterjunkan untuk mengikuti ajang perlombaan bergengsi antar sekolah."

"Seperti biasa, untuk kompetisi tahunan kali ini, Heron akan mewakili cabang olahraga renang, Ednan memimpin tim basket utama sekolah, Reygen maju di cabang taekwondo, dan Retania bersama Jeyen akan dipasangkan untuk maju di Olimpiade Sains." Papar Miss Tasa mendetail.

Penjelasan yang baru saja terlontar dari bibir sang guru sukses membuat atmosfer di antara keempat pemuda itu mendadak hening selama beberapa detik.

"Maaf, Miss Tasa. Apa tidak ada cabang lomba lain yang bisa diikuti oleh Retania?" Interupsi Heron, memecah kesunyian dengan nada suara yang terdengar tidak suka.

Miss Tasa mengernyitkan dahinya heran. "Memangnya kenapa, Heron?"

"Maksud saya, bukankah Olimpiade Sains biasanya hanya diwakili oleh satu orang perwakilan saja dari setiap sekolah? Apa sistem perlombaan kali ini diubah menjadi berpasangan?" Tanya Heron lagi, matanya melirik sinis ke arah Jeyen yang saat ini justru tengah mengulas senyum ke arahnya.

"Benar sekali, Heron. Mulai tahun ini, regulasi pusat mengharuskan setiap sekolah mengirimkan satu pasang perwakilan berdasarkan akumulasi nilai gabungan." Jelas Miss Tasa sabar.

"Dan dari hasil peninjauan nilai akademik, Miss Tasa melihat Retania benar-benar menguasai rumpun Sains yang setara dengan kapasitas Jeyen."

"Ah, meski mereka dipasangkan di olimpiade utama, Jeyen dan Retania tetap harus mengikuti nomor lomba tunggal. Jeyen akan mengambil cabang memanah, sementara Retania akan berkompetisi di cabang penciptaan nada dengan alat musik yang sudah ditentukan oleh panitia, yaitu piano."

Miss Tasa tampak sangat antusias, senyumnya mengembang lebar. "Miss Tasa benar-benar senang. Lomba tahun ini rasanya seperti diperuntukkan khusus untuk angkatan kalian. SMA Cakra Raya tidak perlu lagi mengosongkan daftar perwakilan di beberapa cabang seni dan olahraga karena kalian berlima adalah paket lengkap yang saling mengisi. Berlatihlah dengan maksimal, anak-anak."

"Baik, Miss."

Miss Tasa kemudian pamit lebih dulu untuk menemui kepala sekolah di ruang administrasi, sementara Retania diminta untuk menyusul ke ruang staf guna mengurus beberapa berkas administrasi tambahan.

A Different 'R' (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang