16 Kericuhan Koridor Sekolah

1.2K 200 20
                                        

𝓐 𝓓𝓲𝓯𝓯𝓮𝓻𝓮𝓷𝓽 '𝓡'

Belum genap pukul tujuh pagi, namun koridor utama SMA Cakra Raya sudah tampak dipadati oleh kerumunan murid. Mereka semua tampak berdesakan mengelilingi sebuah mading. Bukan mading utama yang biasa memuat pengumuman akademis resmi, melainkan mading khusus yang sengaja dibuat untuk mempublikasikan berita-berita panas terhangat seputar dinamika kehidupan siswa-siswi di sana.

Terakhir kali mading tersebut diperbarui, isinya dipenuhi oleh lembaran apresiasi atas prestasi dan kemenangan besar dari kompetisi bergengsi beberapa minggu silam. Namun kini, papan informasi tersebut justru terisi penuh oleh berbagai macam cacian destruktif yang sengaja ditujukan untuk seorang siswi baru yang bahkan belum genap dua bulan mengenyam pendidikan di sana, yang tak lain adalah Retania.

Bermacam-macam sorot tatapan tajam ditujukan ke arah papan, dan berbagai spekulasi suara yang terdengar di koridor kian mulai mengeras. Suasana mendadak bising oleh perdebatan sengit antara suara gunjingan kebencian dan kalimat pembelaan.

 Suasana mendadak bising oleh perdebatan sengit antara suara gunjingan kebencian dan kalimat pembelaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kan.. kelihatan juga sifat aslinya."

"Kaya gitu kenapa bisa kepilih jadi Putri sekolah sih."

"Jelas, menang di tampang doang."

"Kenapa? Iri lo?"

"Gue iri sama cewe sasimo kayak dia? Ew.."

"Cewe gatel, murahan, nempel sana-sini, emang sasimo tuh pantes banget buat julukan dia."

"Aduh.. tuh mulut murahan amat ya mbak, bisanya cuma ngomongin orang yang gak bener?"

"Itu fakta ya, buta lo mata lo buat liat foto-foto itu?!"

"Lo yang buta! Apa cuma gara-gara jalan dan ngobrol bareng cowok, Lo semua bisa ngatain dia Bitch!?"

"Apa ada di foto itu yang menunjukkan Re jual badan buat empat cowok itu hah?!"

"Kita gak tau selama Re pergi jalan dia ngapain aja dan dimana aja. Bisa jadi difoto itu dia menuju ke hotel dan ngejual diri!"

"Narrow thinking. Lo sendiri bilang kita-gak-tau, kalau gak tau ya diem ajalah anjing! Gak usah ngejudge orang."

"Lo bilang kayak gitu cuma karna cari pencitraan doang kan? Gak jauh juga dari temen sekelasnya ternyata."

"Nih cewek pengen gue pites juga ya lama-lama!"

Suasana depan mading kini kian menjadi riuh. Segala lontaran kebencian dan pembelaan terus terdengar tak kunjung reda. Seolah terbelah menjadi dua kubu antara pro dan kontra.

Perdebatan itu masih terus berlanjut, hingga akhirnya suasana benar-benar menjadi senyap. Hal itu dikarenakan bunyi ketukan sol sepatu dari empat lelaki di sana, yang kini aura suramnya menguar mengelilingi para murid di depan mading mengakibatkan masing-masing menelan ludahnya susah payah.

A Different 'R' (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang