09- spesial HUT RI

59 10 13
                                    

Hey... Ketemu dengan saya lagi di cerita kedua🤗✌🏻

Dirgahayu Indonesiaku

Sebelum baca cerita ini, apa kalian sudah follow?. Follow dulu ya... 🤗

Vote pliss
.
.
.

~azkanata~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~azkanata~

Sebuah mobil masuk kedalam garasi rumah dan diparkir kan disana. Dari mobil itu, keluar lah seorang wanita cantik berjas putih dan berjalan masuk kerumah itu

"Assalamu'alaikum," Natasya terheran, ketika melihat pintu rumahnya yang rusak, atau bisa dibilang, pintu rumah itu lepas dari kaitannya. Ia berjalan masuk keruang tengah, dan melihat Saskia dan Nazia yang menunggu kedatangan Natasya

"Umi, ade. Ada apa?," tanyanya sambil mendudukkan bokongnya disebelah mereka

Saskia menarik napas sejenak, lalu menceritakan semua kejadianya. Natasya yang mendengar penjelasan dari Saskia langsung membungkam mulutnya tak percaya, bahwa orang itu sudah benar-benar meneror keluarganya

Nazia membuka laptop yang berada dipahanya sebagai tumpuan, untuk melihat cctv. walau tertutup topeng, setidaknya ada barang yang ia kenakan untuk menjadi bukti. Mereka bertiga menonton tayangan cctv tersebut. Natasya mengerutkan dahi, ia seperti mengenali postur tubuh orang itu. Namun, ia tidak ingin mengambil kesimpulan

Nazia mengerutkan alisnya, dan mengingat sesuatu sejenak. "Itu seperti... "

"Zia, orang itu seperti Ervin?!," sontak Saskia, ketika melihat benda yang dikenakan ditubuh lelaki tadi

Mata Nazia terbelak, dan alisnya saling bertautan. Ia mengenali jam dan sepatu yang orang itu kenakan, ia teringat pada satu nama, namun ia rasa tidak mungkin. Bagaimana tidak, selama ia tinggal di Inggris, yang selalu membantu dia adalah orang yang ia pikirkan saat ini sebagai pelaku. Tetapi, ia tidak mau menghakiminya terlebih dulu, mengingat belum ada bukti yang kuat

"Zia, kamu sudah menceritakan ke kakak kamu tentang penculikan itu?," mendengar perkantaan Saskia, Natasya tersentak

"Eumm, sebenarnya itu...." Natasya mendengarkan cerita adiknya, ia pikir ini sudah kelewat batas. Atau mungkin saja ini baru awalan

"Permisi." Setelah menceritakan semuanya kepada Natasya. Ada lelaki dengan suara gagah, berada didepan pagar rumahnya. Natasya langsung keluar untuk menemuinya

"Permisi bu, saya diminta pak Azka untuk menjaga ibu," ucap pria itu, ia tidak sendiri, ada tiga bodyguard yang berada didepan rumahnya, dengan baju ketat yang memperlihatkannya otot besar mereka

Handphone Natasya bergetar. Natasya melihat layar ponselnya, dan membaca pesan didalamnya

Hero
————

AzkaNata [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang