UNDER THE RAIN
》semishira book # 1《
[CHAPTER 19; hey, how about forever?]
.
.
.
Jujur saja, bahkan baru kemarin sore Hayato dinyatakan sembuh dan kamarnya disterilkan, tapi minggu pagi yang biasanya tenang itu hancur karena pertengkaran satu pasang roommate-- baiklah ini agak berlebihan, tapi setidaknya fakta bahwa Hayato dan Eita berdebat di minggu pagi adalah benar adanya. Tapi yah, tidak separah itu sampai melibatkan kamar tetangga....
"Bodoh ya?! Kalian bahkan baru saja benar benar baikan, dan kau sudah membahas yang jauh dan berat lagi! Apa kau bahkan tidak punya hati? Apa kau tidak memikirkan Shirabu?!" Hayato melancarkan kalimatnya dengan melemparkan semua yang bisa dia lempar ke Eita; si dungu yang sama sekali tidak peka
Yang dijadikan sasaran empuk pun berusaha untuk melindungi dirinya dari serangan beruntun roommate nya, "Tunggu! Dengar dulu! Aku ingin segera mengatakannya karena aku takut nantinya akan terlambat dan Shirabu sama sekali tidak siap--" "Ya tapi tidak sekaligus secara beruntun, Semi! Pacarmu itu sudah banyak tertekan, dia pasti cukup lega saat kalian berbaikan dan semuanya menjadi clear, tapi lihatlah dirimu, si bajingan hati batu-- aku tidak mengerti lagi. Jangan meminta saran padaku!"
Mendengar kalimat terakhir, Eita segera mendekat untuk meminta si Yamagata menarik ucapannya-- karena, man, kemana lagi dia mencari solusi jika bukan ke roommate nya? Dan kemudian kalau Hayato benar benar tidak ingin dimintai saran, apa yang akan dilakukan Semi nanti?
"Hayato ayolah!"
"Selesaikan sendiri urusanmu, aku lepas tangan"
"Kau pasti bercanda--" "Amat disayangkan karena aku begitu serius"
Dengan itu, libero senior tim voli itu melenggang keluar dari kamarnya. meninggalkan satu pemuda yang sedang kesulitan karena pikiran pendeknya
Eita hanya ingin terbuka dengan Kenjiro--- Ya dia faham kalau dia keliru, meskipun butuh beberapa saat setelah melakukan kesalahannya baru dia faham. Dia bukannya senang mencari masalah atau memang tidak berniat berbaikan dengan Kenjiro. Bukan!
Sekali lagi, maksudnya adalah agar Kenjiro tidak terlalu terkejut untuk mendapati fakta ini dimasa depan. Fakta bahwa Eita akan pergi, cukup jauh. Bukankah nantinya akan lebih serius jika Eita memberitahu Kenjiro saat tinggal beberapa bulan lagi? Lalu apa yang terjadi disana? Pertengkaran lain? Disaat dia dekat dengan ujiannya? Candaan besar macam apa
Tapi memang benar, ini keliru
Kontrol mulutnya memang perlu untuk lebih diperbaiki. Bisa saja seharusnya dia mengatakannya hari ini, atau bagaimana. Jika bisa begitu, setidaknya dia masih bisa cuddling dengan Kenjiro saat ini
"Senpai? Tanda penuaan jadi mulai tuli, ya?"
"Shira...bu?"
Eita tertegun, kenapa anak ini ada dikamarnya. Bukankah dia kemarin sedang merajuk karena dirinya yang problematik? Kenapa tiba tiba jadi seperti tidak ada yang terjadi? Apa yang semalam hanya mimpi? Apa mungkin pacarnya ini menjadi dewasa dalam semalam, dan jadi mulai memahami pemikiran Eita yang --jujur saja sedikit-- ruwet
"Senpai ini kenapa sih?"
Yang muda masuk menyerahkan kalengan kopi hitam ke Eita, dan seenaknya duduk di ranjang, membiarkan si pemilik kamar berdiri diam didepannya, "Mana?" dia terdengar menuntut
"Mana, apanya?"
Apa yang diminta Kenjiro?, apa Eita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak dia lupakan? Apa ini, satu lagi bibit masalah? Satu lagi api untuk perang dingin?
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDER THE RAIN | SEMISHIRA
FanfictionTentang Eita Semi dengan ketidakpastiannya, tentang Kenjiro Shirabu dengan ketakutannya akan pasukan hujan ___________________________________________ First SemiShira book ⚠ |+| Ombrophobia / Pluviophobia (phobia hujan) |+| Major Character death (ke...
