Bab 18

40.1K 2.9K 277
                                        

Dalam beberapa minggu ini Jaehyun memaksa untuk tetap menginap di flat Taeyong, pria itu bahkan mengatakan kalau dirinya tidak akan pulang jika tidak bersama dengan Taeyong dan Mark. Hal tersebut jelas membuat laki-laki cantik itu bingung, dia merasa bimbang untuk menerima permintaan maaf dan menyetujui ajakan Jaehyun untuk pulang.

Tetap dalam kesehariannya, di mana Taeyong bekerja dengan membawa Mark sedangkan Jaehyun akan mengikuti mereka dan dengan senang hati menemani sang anak saat Taeyong pergi mengantar makanan, laki-laki Jung tersebut sempat melarang Taeyong untuk bekerja akan tetapi dia malah menolak begitu saja.

Berakhir Jaehyun menurut dan membiarkan Taeyong melakukan apapun yang dia inginkan, hitung-hitung untuk patuh dan berujung Taeyong menerima permintaannya.

Saat ini ayah dan anak itu tampak bermain di sebuh taman dekat tempat kerja Taeyong, Mark tengah asik mendorong mobil-mobilan dengan boneka yang terbuat dari buntalan benang di atasnya.

Jaehyun cukup menyadari dan mengatakan ingin membelikan Mark robot ataupun boneka yang pantas, tapi batita itu malah menolak dan mengatakan boneka itu adalah mainan kesayangannya.

Mengingat jika benda tersebut dibuat oleh Taeyong dengan kasih sayang dan penuh cinta, membuat Mark tidak mau membuang atau menggantinya dengan yang lain. Sungguh anak yang baik bukan?

"Jangan terlalu jauh, nanti mobilnya masuk ke dalam sungai." Jaehyun memperingati Mark yang mendorong mobil-mobilan dengan semangat.

Duduk di sebuah taman dengan sungai dan jembatan di depannya memanglah menyenangkan, akan tetapi Jaehyun merasa khawatir dan meningkatkan kewaspadaannya. Takut kalau dia lengah sebentar Mark akan jatuh atau malah tenggelam di sungai kumuh depan sana.

"Ayo kita kembali ke tempat Bubu saja, di sini tidak aman jagoan."

Mark menggelengkan kepala, dia bersikeras ingin tetap bermain. Jaehyun akhirnya mengalah dan membiarkan sang anak melakukan apa yang dia mau, hingga dering telpon membuat dia tersentak. Jaehyun merogoh saku celana dan menatap siapa yang menelepon.

"Mark jangan terlalu jauh ya, Ayah akan mengangkat telpon sebentar," ucap Jaehyun yang ditanggapi dengan raut bingung, kemudian Mark menganggukkan kepala.

"Berjanji pada Ayah, jangan bermain di dekat sungai itu. Oke jagoan?"

"Huum!"

"Bagus. Sebentar," ujar laki-laki Jung itu mengangkat panggilan, Jaehyun berbicara dengan sekretaris yang ingin melaporkan tentang segala sesuatu yang terjadi di perusahaan saat dia berada di sini. Sesekali pria tersebut akan menengok ke arah Mark dan fokus kembali.

Hingga suara teriakan membuat dia terkejut, Jaehyun tanpa pikir panjang mematikan telepon dan berlari menghampiri Mark yang menangis keras. Tangan mungilnya menunjuk ke arah sungai, dimana mobil mainan miliknya tenggelam bersamaan dengan boneka di atasnya.

"Ayah! Mobil Malk atuh!"

Mainan tersebut sudah hilang di tenggelam kan oleh air sungai nan kotor, Jaehyun berjongkok dan mencoba untuk mengambil mainan dengan tangannya. Akan tetapi tak ada yang di dapatkan, dia menoleh ke arah Mark yang masih menangis.

"Mark?!" Panggil Taeyong, laki-laki cantik itu berlari mendekati mereka. Membawa sang anak dalam gendongan hangatnya, "Kenapa sayang? Kenapa berteriak sekeras itu? Apa yang terjadi?"

"Hiks, Bubu, mobil Malk atuh! Malk dolong kuat campai atuh Bubu."

Taeyong melihat ke arah sungai yang di tunjuk oleh Mark, sempat bertemu pandang dengan Jaehyun kemudian memalingkan muka setelahnya.

"Jangan menangis sayang, mobil-mobilan nya pasti sudah hanyut."

Batita tersebut menggelengkan kepala dan meronta, "Hiks, Bubu malah nda? Ada boneka di cana Bubu, hiks. Boneka yan Bubu buat, hiks Malk cayang boneka itu!"

Mistake [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang