Suara pekikan terdengar sangat jelas, laki-laki bermata sipit tampak tertawa saat melihat sang adik bungsu menangis keras karena diganggu. Di susul suara derap langkah kaki yang datang dengan tergopoh-gopoh dari arah dapur, Jung Taeyong berdiri di pintu kamar dengan wajah paniknya.
"Ya Tuhan! Nono apakan adiknya?" tanya Taeyong mendekat, dia membawa sosok anak bungsu yang bernama Beomgyu itu ke dalam gendongan. "Cup cup anak Bubu, jangan menangis lagi."
"Nono cuma ajak dedek main."
"Tapi, dia sedang tidur Nono. Jangan di ganggu, kalau Gyu sudah bangun baru Nono ajak main."
"Sekarang kan sudah bangun, berarti boleh dong Bubu?"
Sungguh, rasanya Taeyong lelah menghadapi semua ini. Memiliki 4 anak dengan sikap yang berbeda-beda, terlebih dengan sikap Jeno yang begitu memaksa dan suka usil dengan orang lain. Tidak cukup Mark saja yang dia usili, terkadang adik kembarnya, Sungchan dan Beomgyu, yang sedang tidur saja dia suruh bangun untuk bermain bersama.
Mendesah lelah, dan membawa tubuhnya untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya. Taeyong menggelengkan kepala dan menepuk punggung Beomgyu untuk menenangkannya, bayi yang baru saja berumur 1 tahun tersebut kembali diam dan memejamkan mata.
Lantas menoleh ke arah Jeno yang masih berdiri diam dengan wajah bingung, Taeyong menepuk sofa di sebelahnya seakan menyuruh si tampan bermata sipit untuk duduk.
"Sudah boleh mainnya Bubu? Tapi adik tidur lagi."
"Dengarkan Bubu sayang, sekarang itu waktunya untuk adik-adik tidur. Jeno juga seharusnya tidur siang, tidak boleh mengganggu Kak Mark ataupun adik-adik yang tidur."
"Nono tidak mengantuk."
Taeyong tersenyum dan mengelus kepala Jeno penuh kasih sayang. "Tidur siang baik untuk Jeno, tubuh akan jadi tidak kelelahan dan baik pula untuk pertumbuhan."
"Benarkah? Jadi Nono bisa tumbuh kuat seperti Ayah jika tidur siang, Bubu?"
Tersenyum gemas, Taeyong mengangguk antusias, "Iya sayang."
"Keren! Nono akan tidur siang saja. Bubu ayo temani Nono."
Taeyong kembali tersenyum, dia memastikan Beomgyu tidur dengan tenang kemudian berdiri. Berjalan untuk meletakkan tubuh bayi tersebut pada baby box yang ada di sana, menyempatkan diri untuk mengecup kening Beomgyu kemudian Sungchan yang sepertinya tidak terganggu sedikitpun.
"Ayo Bubu temani," ajak Taeyong mengulurkan tangan, yang mana langsung di sambut antusias oleh si tampan bermata sipit yang berusia 5 tahun tersebut.
Mereka memasuki kamar Jeno dan Mark, Jeno berlari ke arah ranjang tanpa mempedulikan Mark yang tidur di sana. Di ikuti oleh Taeyong di belakang, berbincang sedikit, menceritakan ini itu dengan Jeno dan berakhir si tampan bermata sipit itu tidur dengan tenang.
Wajahnya jadi semakin lucu saat diam dengan mata terpejam, Taeyong tersenyum senang. Lantas mulai bangkit dari atas ranjang, mencium kening Jeno dan Mark bergantian kemudian menggerakkan pinggangnya ke kiri dan kanan hingga menimbulkan bunyi 'krek' yang membuat lega.
"Sekarang saatnya memasak untuk makan malam, semangat Taeyong!" Dia memberi semangat untuk dirinya sendiri. Kembali memastikan anak-anak tidur dengan baik, baru Taeyong berjalan keluar dari kamar untuk melanjutkan acara memasaknya tadi.
Tanpa tahu kalau Mark membuka matanya setelah Taeyong menutup pintu dengan pelan. Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu duduk di ranjang, dia menoleh untuk menatap Jeno yang sudah tidur dengan nyenyak.
"Bubu pasti lelah."
*****
Malam malam telah berlalu, sekarang saatnya untuk Taeyong dan Jaehyun menemani Mark serta Jeno untuk belajar sekaligus menidurkan putra kembar mereka. Laki-laki cantik itu tampak bolak-balik membawa beberapa buku yang memungkinkan bisa membantu Mark dan Jeno, melihat hal tersebut jelas membuat si sulung berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake [✓]
Fiksi PenggemarSebuah kesalahan yang membuat Taeyong menjadi single parent di usia yang masih muda. Alert : 17+ © Machayy0
![Mistake [✓]](https://img.wattpad.com/cover/314906044-64-k387811.jpg)