Suara desahan bersahutan di dalam ruangan remang-remang itu, seorang laki-laki cantik berusaha sekuat mungkin menahan teriakan agar tidak terdengar sampai keluar apalagi kalau sampai ke kamar dua kurcaci Jung yang sudah tertidur nyenyak.
"Ahh! Pelan ... Pelan-pelan!"
"Ini nikmat, Yongie~ Ahh sial!" Suara tumbukan kulit kembali terdengar, belum lagi dengan kecupan basah lainnya.
Taeyong neremas seprai yang tak beraturan dibawahnya dengan kuat, dia mendongak dengan mata yang ke atas saat benda tak bertulang itu menumbuk
titik nikmatnya berkali-kali hingga pelepasan itu datang. Dia terengah dan membiarkan sang suami tetap berdiam diri agar cairan cinta mereka tidak meluber keluar.
Taeyong memejamkan mata, sedangkan Jaehyun menarik miliknya keluar dari lubang kesukaannya kemudian merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
"Aku lelah, hyung."
Jaehyun mengecup bibir istrinya lembut, "Kalau begitu tidurlah."
"Hm, aku mencintaimu hyung. Sangat mencintaimu."
Tak ada jawaban apapun dari sang suami, lantas rasa kantuk yang menyerang tadi hilang begitu saja. Taeyong menatap Jaehyun dengan pandangan bingung, "Hyung, aku mencintaimu."
"Tidurlah Taeyong."
Setelah mengatakan itu langsung saja Jaehyun membalikkan badan, membiarkan Taeyong yang terdiam sambil menatap punggungnya tak percaya. Laki-laki cantik itu mulai bingung dengan perubahan sikap sang suami, dalam satu minggu ini Jaehyun juga tidak begitu banyak berinteraksi dengannya.
Dia hanya akan bermain dengan Mark dan Jeno, tanpa menghiraukan kehadiran Taeyong sedikit pun. Menduga-duga, apa Taeyong punya suatu kesalahan yang membuat Jaehyun marah. Lantas dia menggelengkan kepala dan memegang punggung Jaehyun pelan.
"Hyung, kau marah padaku? Kenapa sikapmu berubah?"
"...."
"Hyung? Aku hanya----"
"Tidur Taeyong! Jangan banyak bicara, kau mengganggu!" bentak Jaehyun dengan posisi yang masih sama, dia menarik selimut untuk menutupi kepalanya.
Sedangkan Taeyong terdiam membisu, dia terkejut melihat fakta bahwa Jaehyun baru saja membentaknya. Mencoba menahan air mata yang akan jatuh di pelupuk mata, Taeyong mengubah posisinya membelakangi Jaehyun kemudian menangis dalam diam, seketika merasa sedih.
*****
Rasanya baru kemarin Taeyong melahirkan anak kedua mereka dan sekarang si tampan bermata sipit yang diberi nama Jung Jeno itu sudah bisa berjalan dan mengganggu orang lain, dia begitu nakal dan usil di usianya yang menginjak 3 tahun.
Setiap hari ada saja drama yang dibuat, seperti menghancurkan mobil mainan, ataupun memecahkan piring yang membuat Taeyong harus lebih bersabar. Dan tidak lupa pula Jeno akan menggangu sang kakak setiap ada kesempatan, mencoret-coret muka Mark layaknya badut ataupun beradu gelut berdua.
Jeno itu anak yang kelebihan energi, dia kuat dan juga tampan pastinya. Tapi hobinya mengoceh tidak jelas ataupun berlarian hanya untuk sekedar memutari ruangan yang ada di rumah. Tepat setelah kelahiran Jeno, mereka sekeluarga memutuskan untuk pindah ke rumah yang dibeli oleh Jaehyun.
Dan hal itu jelas-jelas membuat Taeyong kadang harus lebih bersabar, beruntung Mark adalah anak yang patuh, dia tidak kelebihan energi seperti Jeno. Akan tetapi lelaki cantik itu masih bersabar dan mencoba untuk tetap membimbing anaknya dengan baik.
Derap kaki terdengar ribut saat duo kurcaci Jung itu menuruni tangga, mereka berlari ke arah dapur untuk menemui sang Bubu tercinta.
"Pagi Bubu!" pekik Mark dan Jeno, keduanya menarik-narik baju Taeyong seakan menyuruh untuk berjongkok. Setelahnya Mark dan Jeno menghadiahkan ciuman selamat Pagi untuk Taeyong, sebuah hal yang biasa dilakukan oleh mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake [✓]
FanfictionSebuah kesalahan yang membuat Taeyong menjadi single parent di usia yang masih muda. Alert : 17+ © Machayy0
![Mistake [✓]](https://img.wattpad.com/cover/314906044-64-k387811.jpg)