Giok Hui Yan

346 5 0
                                        

Lok Yang Piaukok mempunyai penghuni baru, atau lebih tepatnya seorang tamu yang bernama Giok Hui Yan. Entah bagaimana caranya, gadis yang beradat aneh ini dapat dijinakkan oleh Hong naynay. Rupanya seorang gadis pemberani hanya takut kepada perempuan lain... yang lebih galak daripadanya.

Menurut cerita Hong naynay, gadis ini ternyata kabur dari rumah setelah dimarahi oleh ayahnya. Ia luntang lantung mengembara, hingga bertemu dengan Tan Leng Ko di Se Chuan Koan. Ketika ditanya asal usulnya, Giok Hui Yan menjawab bahwa dia tidak suka membohongi Hong naynay yang begitu baik padanya, tapi ia juga mempunyai alasan yang kuat sehingga belum dapat menceritakan asal usulnya. Hong naynay enggan mendesak, begitu pula yang lainnya. Kebiasaan ingin tahu urusan orang lain bukanlah kebiasaan yang ada di Lok Yang Piaukok.

Entah disengaja atau tidak, Giok Hui Yan hanya alim di depan Hong naynay, sedangkan dengan yang lain, kelakuannya tidak berubah. Seperti biasa, sore hari para kurir berlatih silat di lapangan. Tan Leng Ko berhalangan hadir. a masih bersamadi dikamarnya membersihkan sisa hawa racun ditubuhnya. Giok Hui Yan menghampiri mereka dengan cirinya yang khas....bertolak pinggang sambal cengar cengir. Tubuhnya meloncat keatas rak senjata, dan berdiri diatas sebuah ujung tombak yang tajam. Melihat ginkang gadis itu yang tinggi, para kurir tanpa terasa menghentikan latihannya dan bersorak kagum.

Mendengar teriakan bernada memuji itu, gadis itu tersenyum bangga. Giok Hui Yan telah melepaskan ikat kepalanya, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai. Cantik sekali gadis ini ketika tersenyum walau masih mengenakan pakaian pria. Tak lama kemudian, kakinya berlari diatas deretan ujung tombak, makin lama makin cepat, para kurir yang hanya mampu melihat bayangan gadis ini bertepuk tangan, sebagian malah ada yang bersuit. Tubuh Giok Hui Yan meletik, dan membuat salto tiga kali di udara, dan berdiri di depan para kurir yang belum berhenti bertepuk tangan. Gadis ini mengangkat tangannya menenangkan pengagumnya, sambil berkata: "Mau tidak kalian kuajarkan jurus tangan kosong?" Tentu saja para kurir menjawab ingin.

"Telah kuhitung jumlah kalian. Sepuluh orang berdiri disebelah kiri, dan sepuluh orang sisanya disebelah kananku berdiri saling menghadap". Seperti seorang jendral, Giok Hui Yan berjalan mondar mandir di tengah barisannya. Tangan dan mulutnya sibuk membetulkan. Setelah puas, ia berdiri ditempatnya semula dan meminta perhatian mereka.

Tangan kanan dan kakinya bergerak secara aneh. Ia mengulang hingga tiga kali kemudian meminta barisan kanan menirunya dengan cepat dan tenaga penuh. Barisan kanan melakukan yang dipintanya, terdengar suara beruntun keplak keplok, saling menyusul. Para kurir dibarisan kiri banyak yang terpelanting, pipi kanan mereka tertampar nyaring. Gadis itu bertepuk tangan sambil tertawa girang, "Kalian sungguh pintar. Diberitahu sekali, langsung pandai. Ayo dilatih sebanyak duapuluh kali"

Dengan bingung, salah satu kurir dibarisan kiri bertanya "Sebetulnya jurus apa ini?"

Dengan nada tidak senang, Giok Hui Yan menjawab, Untuk menjadi seorang jago silat, kalian harus berani tahan sakit. Baru sedikit tertampar, kalian sudah mengeluh. Kalau kalian enggan berlatih, yaa sudahlah" Gadis itu kemudian melangkah pergi.

Dengan gugup, kurir itu berkata, "Jangan pergi dulu, kami tahan uji dan biasa hidup diujung golok. Kami akan berlatih sungguh sungguh"

Giok Hui Yan mengurung niatnya untuk pergi, "Siapa yang tidak tahan sakit, boleh lekas pergi dari sini. Yang pergi, tidak akan dianggap seorang pengecut!" ujarnya memberi penekanan dikata 'pengecut'. Tidak ada seorangpun yang pergi. Tentu saja jika ada yang pergi, malah akan dianggap pengecut oleh kurir lainnya.

Sambil mengikik gadis itu berkata, Kalian memang calon calon pendekar besar. Jika kalian latih jurus ini dengan sungguh sungguh, kujamin dalam satu dua tahun kalian akan mempunyai nama di rimba persilatan" Mendengar janji yang muluk muluk, sebagian kurir ada yang sampai membusungkan dada dengan semangat. Mereka lupa, ada jenis perempuan yang ucapannya tidak boleh dipercaya begitu saja.

Goresan Disehelai DaunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang