Pertempuran Sengit

299 4 0
                                        

Sementara Pek Kian Si sibuk dengan alam pikirannya, kesempatan itu dimanfaatkan Kapten Su untuk bertanya pada Nona keduanya. "Kenapa kau melibatkan diri pada urusan orang lain?"

"Lok Yang Piaukok telah banyak membantu Mi Tiong Bun, aku berkewajiban untuk membantu mereka..."

Seperti teringat satu hal, Giok Hui Yan balik bertanya: " Kenapa paman Su baru tanyakan sekarang?"

"Tadi dapat aku rasakan keseriusan situasi, aku tidak ingin mengambil kesimpulan tanpa mengetahui ujung pangkalnya"

"Aku lebih memahami situasi yang ada, kuminta paman Su- bertiga untuk membantu mereka jika terjadi pertempuran" Selesai berkata Giok Hui Yan menghampiri dan menjawil ujung baju Bok Siang Gak.

"Benarkah kau putra Pak Sian Gin Siauw?" Yang ditanya mengangguk sambil tersenyum, sahutnya: "Aku memang anaknya, anak satu-satunya malah"

"Kenapa kau malah membantu pihak kami?" tanyanya heran.

Giok Hui Yan yang pernah menyaksikan pertarungan pemuda itu dengan Hek I Houw, ia tidak paham kenapa kedua-duanya sekarang malah bahu membahu membantu pihak Lok Yang Piaukok? Ingin menanya langsung kepada Hek I Houw, ia enggan. Ia memilih Bok Siang Gak, bagaimanapun juga, rupa pemuda itu jauh lebih menyenangkan. Bok Siang Gak tertegun, ia tidak menyangka bakal ditanya. Ia juga tidak tahu bagaimana cara menjawabnya!

Pertama kali ia melihat gadis ini, hatinya sudah tertarik! Wajahnya yang ketika itu pucat, tidak mengurangi kecantikkannya, malah menimbulkan perasaan iba dilubuk hati pemuda itu.

Bok Siang Gak bukan jenis pemuda yang belum pernah melihat paras cantik, tapi seperti ada sesuatu di diri gadis itu yang mencegah dirinya untuk berbuat hal-hal yang tidak menyenangkan gadis itu. Entah cara senyumnya yang menggemaskan, atau suara tawanya yang seperti berirama ditelinganya, atau mungkin keindahan matanya yang berbinar tajam menatap dirinya. Ia tidak ingin gadis yang hingga sekarang belum ia ketahui namanya, kecewa terhadap dirinya.

Giok Hui Yan tak dapat menahan ketawa, melihat Bok Siang Gak menatap bodoh dirinya dengan pandangan penuh kekaguman. Naluri kewanitaannya timbul, ia merasa risih dipandang secara demikian. Sebersit pikiran nakal mengerjai pemuda itu muncul dibenaknya. Hanya sebelum ia sempat berbuat, mendadak terdengar teriakkan lantang Pek Kian Si.

"Dengarkan ucapanku! Aku akan masuk kedalam mencari Mustika Kemala Pelangi, bagi yang hendak ikut siapa tahu ketiban rejeki, bagi yang hendak ribut diluar sini, silakan kalian ketiban golok, silahkan kalian berkelahi sampai mampus!"

Tan Leng Ko mengumpat dalam hati atas kelicikan lawannya, meski siasatnya saat ini berjalan dengan baik, sayangnya daya tarik mustika itu sangat kuat! Ternyata Pek Kian Si telah memanfaatkan titik lemah kebanyakkan orang kangouw. Titik hawa nafsu ingin menguasai sebuah mustika, sebuah mustika yang mengandung rahasia tempat penyimpanan ilmu-ilmu sakti mandraguna! Rasa tamak nampaknya jauh lebih berpengaruh, lebih penting dibanding harga diri. Kali ini Tan Leng Ko benar benar bakal menemui kesukaran untuk menghentikan serangan serentak dari ratusan orang kangouw. Lok Yang Piaukok dalam bahaya!

Benar saja, pertarungan yang sedang berlangsung, berhenti dengan sendirinya. Mereka berlomba menyusul Pek Kian Si yang berjalan ke pintu gerbang! Cepat Tan Leng Ko meraih golok yang menggeletak disebelah mayat anak buahnya, goloknya sendiri entah menghilang dimana, mungkin tercecer di taman belakang di toko buku itu. Sekali meloncat ia menghadang Pek Kian Si. Tanpa banyak berbicara lagi, dia melepaskan sebuah tabasan ke arah dada lawan. Dengan gesit Pek Kian Si menghindar, lalu memutar badannya. Tangan kanannya tidak tinggal diam, dengan sebat menyambar ke belakang untuk meloloskan pedangnya.

"Sreet!" cahaya tajam segera berkilauan menyilaukan wajah Tan Leng Ko.

Sudah lama para jago persilatan tahu kalau Pek Kian Si terkenal di dunia persilatan karena ilmu pedangnya yang lihay, kendatipun demikian, jarang sekali orang yang pernah menyaksikan permainan pedangnya didepan umum. Tidak heran, semua oprang lantas memusatkan segenap perhatiannya untuk menyaksikan pertarungan ini.

Goresan Disehelai DaunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang