pathetic

4 1 0
                                    

Alana duduk di taman belakang sekolah ia sedang menunggu seseorang disana, ini benar-benar harus di selesaikan secepatnya sebelum rasa cinta Alana semakin besar kepada Chandra.

" Ada apa? " Tanya Chandra yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah Alana.

" Semalem kamu beneran di rumah? " Tanya Alana ingin memastikan lagi.

" Iya aku di rumah, harus berapa kali aku bilang sama kamu " Jawaban Chandra sedikit meninggi.

" Di pikir aku bodoh apa, kamu semalem di cafe kan sama cewek " Kini Alana membeberkan semuanya.

" Kalo masalah itu, kenapa kamu ga izin sama aku kalau kamu keluar rumah kamu kemana semalam? " Chandra malah membalikan pertanyaan awal Alana.

" Kamu aja ga tanya aku ada dimana aku baik-baik aja atau engga, jadi ya ga ada salahnya aku pergi ke rumah Amira dia keujanan karena debat di pinggir jalan sama Fadel " Perjelas Alana agar Chandra tahu.

" Kan udah aku bilang aku sibuk, selain sekolah aku juga punya urusan lain " Sahut Chandra lagi ia tak mau kalah.

" Ini baru awal aja udah ga bener, apalagi kedepannya bisa-bisa Lo selingkuh sama cewek mungkin sekarang juga kali ya terus apa gunanya Lo deketin gue jadian sama gue tapi setelah Lo dapetin gue Lo malah seenaknya sama gue Lo malah nambahin luka di hati gue, dan Lo ga pernah ada buat gue " Ucap Alana panjang lebar air matanya mengalir begitu saja.

Chandra langsung memeluk Alana. " Gue tau gue salah, sorry gue ga akan gitu lagi sama Lo " Permintaan maaf itu membuat Alana percaya dan ia memaafkan Chandra tidak tahu kenapa.

" Aku maafin kamu, tapi kalau aku liat kamu sama cewek lagi di cafe aku ga bakal kasih kesempatan lagi buat kamu" Kali ini Alana memaafkan Chandra, mungkin nanti ia tidak akan.

" Makasih ya sayang " Chandra tersenyum.

" Aku tau kamu cuma kasian sama aku kan, aku juga bisa pura-pura buat maafin kamu padahal hati aku ini sakit seharusnya aku lepasin kamu hari ini " batin Alana sambil menatap Chandra.

" Aku ke kelas ya, ada kelas kimia hari ini " Pamit Chandra yang disetujui oleh Alana.

" Semangat ya! " Alana memberikan semangat kepada Chandra.

" Siap cantik " Chandra tersenyum.

" Bisa-bisanya dia pura-pura bucin sama gue, gue juga harus bisa buat pura-pura sayang sama dia " Ucap Alana yang kini duduk sendirian.

Alana berpikir kenapa dirinya selalu saja gagal dalam hal percintaan hatinya semakin hancur, ia merasa tidak pantas untuk siapapun saat ini lebih bagus ia hidup sendiri saja tanpa adanya pasangan masih banyak hal yang harus ia lakukan selain berpacaran kan sebenarnya pacaran itu tidak penting lagi di kehidupannya, ia lebih memilih untuk memikirkan masa depannya saja dan belajar dengan giat.

Hidup Alana terasa menyedihkan tapi ia berusaha untuk tersenyum saat orang lain melihat dirinya, senyuman itu yang menyembunyikan luka bagi dirinya.

Kini Alana berjalan menuju kelasnya kembali ia pun masuk dan duduk di bangku nya, ia berpikir kenapa dirinya gampang luluh dengan permintaan maaf Chandra kepada dirinya.

Guru sedang menjelaskan materi tapi Alana melamun ia tidak fokus saat ini pikirannya kacau, di kepalanya hanya ada Amira dan juga Chandra yang semalam keluar bersama dengan perempuan lain.

" Alana! " Panggil guru yang sedang mengajar di kelas Alana.

Alana masih terdiam ia melamun terus sedari tadi, akhirnya guru itu menghampiri bangku Alana dan memanggilnya sekali lagi.

" Alana!!! " Alana langsung berdiri karena ia terkejut.

" I-iya bu " Sahut Alana.

" Kamu daritadi ngelamun, ada apa? Kenapa ga perhatiin saya lagi jelasin materi di depan " Guru itu sedikit kesal karena Alana melamun sedari tadi.

Numb love {TAMAT}Where stories live. Discover now