01. keila & her (boy)friend

5.4K 400 29
                                        

.

Rumah Vijendra berdiri kokoh di antara bangunan-bangunan lainnya dengan pilar-pilar besar yang menjulang tinggi di kanan-kiri terasnya. Dikelilingi halaman luas dengan beberapa pohon palem dan tumbuhan-tumbuhan rimbun lainnya. Membuat semua orang bertanya-tanya siapa gerangan sultan dari pemilik rumah agung tersebut.

Ada yang bilang mungkin saja pemiliknya adalah seorang pengusaha sukses yang bergerak di bidang properti, atau mungkin seorang model kawakan sekaligus pendiri brand kosmetik terkemuka. Atau mungkin juga keduanya.

Bangunan megah yang didominasi oleh warna putih gading itu berada di dalam komplek perumahan elit. Dihuni oleh lima anggota keluarga bersama asisten rumah tangganya serta dua ekor anjing jenis pomeranian yang tak pernah absen dalam sesi pemotretan keluarga.

Jika kamu berpikir bahwa keluarga ini adalah tipe old money yang tak pernah absen menghadiri acara makan malam atau menghabiskan akhir pekan dengan berkuda dan bermain golf, itu memang benar adanya.

Tapi paling tidak kamu harus melihat lebih jauh lagi ke dalam kisah ini sampai kamu benar-benar mengetahuinya bahwa mereka sama sekali tak jauh berbeda dari kebanyakan keluarga normal pada umumnya.

Sebagai contoh, di hari Minggu yang cerah ini tak ada manusia yang lebih bahagia dari Juniar Auriga Vijendra atau yang akan kita kenali sebagai Ajun. Setelah mengetahui jika rumahnya sedang tak berpenghuni, cowok yang baru menginjak usia tujuh belas tahun itu memutuskan untuk mengadakan konser tunggal di dalam kamarnya sendiri.

Yah, jangan salahkan Ajun jika tindakannya itu membuat tetangga-tetangga di sekitar rumah jadi terganggu dengan genjrengan gitar listriknya dan suara serak basahnya ketika menyanyikan lagu bergenre rock dari salah satu band favoritnya.

Salahkan saja Papinya yang tidak mau mendengarkan permintaan Ajun di hari ulang tahunnya dua bulan lalu ketika ia meminta untuk dibuatkan studio musik pribadinya.

Sangat tidak adil apalagi setelah ia mengetahui adik bungsunya yang baru seminggu yang lalu merayakan ulang tahunnya yang ke lima belas mendapat hadiah piano. Atau adik keduanya yang berusia enam belas tahun itu beberapa bulan lalu berangkat ke Amerika untuk menonton langsung tur konser Arctic Monkeys, sebuah grup musik yang berasal dari Inggris.

Sementara Ajun sama sekali tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Setiap kali mengingat peristiwa itu, Ajun akan marah sekaligus kesal kepada Papinya. Untung saja Maminya yang begitu pengertian memberikannya sebuah hadiah tak ternilai yaitu gitar listrik favoritnya yang sekarang ini tengah ia mainkan.

Berbeda dari kedua adiknya, sejak kecil Ajun sangat menggemari musik-musik yang keras. Sama seperti Papinya dulu. Makanya ketika awal masuk SMA, Ajun memberanikan diri untuk bergabung di klub musik sekolahnya dan berhasil mendirikan sebuah grup band bersama teman-temannya.

Sejak saat itu, Ajun selalu menganggap ada darah musik yang mengalir di tubuhnya. Dan ia juga bertekad untuk tak akan pernah berhenti bermain musik dan berusaha mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang gitaris terkenal seperti Kurt Cobain. Sungguh konyol ketika ia mengatakannya keras-keras di depan seluruh orang rumah yang kebanyakan hanya memasang ekspresi tak minat.

Dan hari ini Ajun kembali merealisasikan tekadnya. Setelah hampir tiga puluh menit ruangan itu dipenuhi oleh teriakan-teriakan bercampur alunan musik rock yang memekakkan telinga, Ajun akhirnya memilih untuk menghentikan konser tunggalnya karena sudah penat.

Ia mungkin tak tahu beberapa orang di sekitar rumah kini mengucap syukur sebanyak-banyaknya.

Ajun meraih americano-nya dan hendak pergi ke bawah ketika telinganya mendengar suara motor yang berhenti di depan rumah. Merasa penasaran, ia langsung menghampiri jendela dan mengintipnya begitu saja.

The VijendraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang